![]()
Denpasar, kmhdi.org – Dalam upaya meningkatkan kemampuan kepenulisan di kalangan mahasiswa, Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD KMHDI) Bali melalui Biro Penelitian dan Pengembangan (Litbang) menyelenggarakan webinar bertajuk “Strategi Kepenulisan dalam Mencetak Mahasiswa Unggul serta Berkesempatan Meraih Beasiswa”. Acara ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (9/1).
Webinar menghadirkan dua pembicara berkompeten di bidangnya, yaitu Ni Luh Sinta Yani, S.Pd., M.Pd., Direktur Lembaga Pendidikan PP KMHDI, dan I Dewa Gede Darma Permana, S.Pd., penerima Beasiswa Unggulan (jenjang magister) sekaligus Ketua PC KMHDI Denpasar.
Ketua PD KMHDI Bali, I Putu Dika Adi Suantara, S.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya kemampuan membaca dan menulis sebagai modal dasar mahasiswa.
“Bila kita ingin mampu menulis karya tulis, berita, atau lainnya, tentu kita harus rajin membaca. Dengan membaca, kita tidak buta akan informasi. Selain itu, dunia kepenulisan bisa menjadi lahan penghasilan sampingan bahkan tetap bagi mahasiswa,” ujar Dika.
Ni Luh Sinta Yani dalam paparannya menjelaskan bahwa karya tulis ilmiah adalah bentuk tulisan berbasis penelitian yang disusun secara sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Karya tulis ilmiah bukan karya fiksi, tapi hasil dari penelitian di lapangan. Ada tahapan-tahapan mulai dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metode, hasil, hingga simpulan. Semua itu harus disusun dengan rapi agar menghasilkan karya yang maksimal,” jelas Sinta.
Ia juga memperkenalkan Research Model Canva (RMC) sebagai alat bantu untuk memetakan topik penelitian hingga menentukan metode yang sesuai.
Sementara itu, Dewa Gede Darma Permana memberikan panduan teknis terkait persiapan meraih Beasiswa Unggulan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Ia menyoroti pentingnya kemampuan menulis dalam proses pengajuan beasiswa, terutama dalam pembuatan esai.
“Esai ini lebih sederhana dibandingkan karya ilmiah, tetapi tetap membutuhkan perhatian serius. Saya biasa menggunakan metode ‘STAR’ (Situation, Task, Action, Result) untuk menyusun esai secara terstruktur. Selain itu, penting juga untuk memahami buku panduan yang tersedia agar tidak salah informasi,” ujar Dewa.
Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan panduan Beasiswa Unggulan dapat diakses melalui laman resmi beasiswaunggulan.kemendikbud.go.id.
Webinar ini ditutup dengan sesi diskusi yang interaktif. Peserta diberi kesempatan untuk bertanya kepada pembicara mengenai hal-hal yang masih membingungkan atau ingin dipahami lebih dalam. Diskusi berlangsung dengan antusiasme tinggi, mencerminkan besarnya minat mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan menulis dan memanfaatkan peluang beasiswa.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan kepenulisan mereka serta membuka peluang meraih beasiswa guna menunjang pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
