SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Loading

Mataram, kmhdi.org – Menjelang Mahasabha, saya melihat semakin banyak obrolan dan gagasan tentang ke mana KMHDI akan melangkah ke depan. Salah satu yang muncul adalah wacana pembentukan Lembaga Hubungan Internasional. Menurut saya, wacana ini relevan dengan kondisi hari ini. Tapi pembentukan lembaga tentu akan terasa lebih hidup jika dibarengi dengan gambaran program nyata yang benar-benar bisa dijalankan.

Salah satu ide yang menurut saya cukup realistis dan menarik untuk dipikirkan adalah penyelenggaraan Upanayana bagi mahasiswa Hindu Indonesia se-Eropa. Kalau kita melihat lebih dekat, jumlah mahasiswa Hindu Indonesia yang menempuh studi di Eropa terus bertambah. Mereka tersebar di berbagai negara dan kampus, membawa nama Indonesia ke ruang akademik global. Namun pada kenyataan di lapangan, keberadaan mereka lebih banyak berjalan sendiri-sendiri. Jarang ada ruang yang mempertemukan mahasiswa Hindu Indonesia di Eropa sebagai satu komunitas yang sadar akan identitas dan nilai bersama.

Upanayana, secara sederhana, bisa dipahami sebagai titik awal kesadaran untuk belajar. Bukan sekadar ritual, tetapi simbol bahwa seseorang memasuki fase menuntut ilmu dengan tanggung jawab, disiplin, dan kesadaran diri. Nilai ini justru terasa relevan ketika mahasiswa berada jauh dari rumah, berada di lingkungan baru, dan menghadapi tantangan akademik maupun sosial yang tidak ringan.

Belum adanya wadah yang memfasilitasi inisiasi spiritual semacam ini menjadi sebuah fenomena tersendiri, padahal di beberapa negara Eropa sudah berdiri pura Hindu yang aktif dan hidup sebagai ruang spiritual umat. Di sinilah, menurut saya, peluang itu sebenarnya ada. Penyelenggaraan Upanayana Mahasiswa Hindu Indonesia se-Eropa bisa menjadi ruang perjumpaan yang sederhana tetapi bermakna, ruang yang menunjukkan bahwa mahasiswa Hindu Indonesia tidak hanya hadir sebagai individu di luar negeri, tetapi juga sebagai komunitas yang memiliki identitas, nilai, dan kesadaran bersama.

Program ini saya bayangkan bersifat terbuka dan tidak rumit. Fokus utamanya adalah mahasiswa Hindu Indonesia yang akan memulai studi di Eropa, baik jenjang sarjana, magister, maupun doktoral. Dengan pendekatan seperti ini, kegiatan tidak terasa eksklusif, tetapi justru menjadi ruang bersama bagi mahasiswa Hindu Indonesia lintas negara.

Secara konsep, kegiatannya pun tidak perlu dibuat berlebihan. Cukup dirancang beberapa hari, memadukan pelaksanaan Upanayana dengan simakrama antarmahasiswa Hindu Indonesia di Eropa. Jika dilaksanakan di pura Hindu yang sudah ada di Eropa, kegiatan ini tidak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga memperlihatkan eksistensi Hindu Indonesia di ruang internasional.

Tentu saja, gagasan ini tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kerja sama dengan lembaga keagamaan, institusi negara, serta jejaring mahasiswa dan diaspora Indonesia di Eropa. Namun bagi saya, yang paling penting adalah keberanian untuk mulai menghadirkan program konkret yang menunjukkan bahwa keberadaan mahasiswa Hindu Indonesia di Eropa adalah sesuatu yang nyata dan patut dirawat.

Dalam konteks itu, kehadiran KMHDI di luar negeri tidak selalu harus dimaknai lewat struktur yang besar atau simbolik. Kadang, eksistensi justru terlihat dari keberanian memfasilitasi ruang-ruang sederhana, tetapi bermakna. Ruang yang mempertemukan mahasiswa Hindu Indonesia dengan nilai, identitas, dan kebersamaan, meski jauh dari tanah air.

Penulis : I Gede Wira Aditya Tanaya (Kader PC KMHDI Mataram)

Share:

administrator