![]()
Malang, kmhdi.org – Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD KMHDI) Jawa Timur resmi menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-XIV sekaligus talkshow yang berlokasi di Malang. Mengusung tema “Gerbang Baru Nusantara: Jawa Timur sebagai Episentrum Kepemimpinan serta Kebudayaan Nasional,” agenda ini menjadi momentum strategis bagi mahasiswa Hindu di Jawa Timur untuk menyelaraskan peran mereka dengan pergeseran geopolitik nasional pasca-penetapan Ibu Kota Nusantara (IKN). (01/03)

Ketua PD KMHDI Jawa Timur, Kadek Aldi Kusuma, S.Kom, menekankan bahwa Jawa Timur bukan lagi sekadar wilayah penunjang, melainkan penghubung utama gravitasi ekonomi antara Pulau Jawa dengan Kalimantan.
“Kami mendorong optimalisasi kolaborasi lintas sektor agar kader KMHDI Jatim tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari SDM yang siap diterjunkan langsung di masyarakat guna mencapai mimpi Gerbang Baru Nusantara.”
Ia juga menambahkan bahwa periode kepengurusan 2025–2027 ini akan fokus menjadikan PD KMHDI Jatim sebagai percontohan nasional, terutama dalam bidang ekonomi dan kewirausahaan.
Dukungan terhadap visi ini juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Bappeda Kota Surabaya, Ir. Irvan Wahyudrajad, M.MT, dalam paparannya menyoroti peran vital infrastruktur Jawa Timur dalam rantai pasok nasional.
“Jawa Timur, khususnya Surabaya dengan Pelabuhan Tanjung Perak dan kawasan industrinya, adalah motor penggerak logistik menuju IKN. Mahasiswa harus mampu membaca peluang ini agar tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga pemain kunci dalam integrasi pasar dagang antarwilayah yang sedang kita bangun.”
Talkshow yang dipandu oleh I Gde Sandy Satria, S.H., M.H. selaku moderator ini juga menghadirkan Dr. Suparno, S.H., M.H. yang mewakili Wakil Wali Kota Malang, serta Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Ir. Tomie Herawanto, M.P. Dalam diskusi tersebut, moderator menggarisbawahi pentingnya transfer manajerial dan kepemimpinan inklusif bagi aktivis mahasiswa di tengah transisi nasional menuju IKN.
“Mahasiswa harus mampu menyiapkan kapasitas kepemimpinan yang adaptif, agar mampu berperan dalam dinamika pembangunan nasional yang kini bergerak menuju Ibu Kota Nusantara.”
Rakerda XIV ini bertujuan menghasilkan dokumen “Rekomendasi Strategis Rakerda” sebagai panduan gerak organisasi selama satu periode ke depan. Selain fokus pada kepemimpinan, KMHDI juga berkomitmen menjaga identitas kebudayaan lokal sebagai instrumen kekuatan ekonomi di era digital.
Kegiatan ini diikuti oleh fungsionaris Pimpinan Cabang (PC) dari seluruh Jawa Timur, serta perwakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) se-Malang Raya. Dengan landasan Dharma Agama dan Dharma Negara, PD KMHDI Jawa Timur optimis dapat mencetak kader yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.