SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

 Buku pelajaran agama Hindu dan berbagai sumber lainnya menyebutkan hari raya Nyepi merupakan hari raya agama Hindu. Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup (sumber: wikipedia). Seperti itulah kebanyakan pengertian hari raya Nyepi. Hal itu tidak salah, sangat tidak salah. Hari Nyepi tidak seperti hari raya agama lain seperti Idul Fitri, Natal, Waisak, dan Imlek yang dilaksanakan oleh seluruh umat penganut agama masing – masing. Karena pada kenyataannya tidak semua umat Hindu merayakan hari Nyepi atau melakukan Catur Berata Penyepian, misalnya umat Hindu di Tana Toraja, Sidrap dan Mamasa.

Jika halnya umat Hindu pada umumnya (Hindu di Bali dan Jawa), melaksanakan hari raya keagamaan seperti hari raya Nyepi, Saraswati, Galungan, Kuningan, Siwaratri, Pagerwesi dan lainnya, tapi tidak halnya pada umat Hindu di Toraja dan Sidrap.
Hindu di Toraja (Aluk Todolo ) dalam mitos Toraja, disebutkan bahwa leluhur orang Toraja datang dari surga dengan menggunakan tangga yang kemudian digunakan oleh suku Toraja sebagai cara berhubungan dengan Puang Matua (Dewa pencipta). Sebutan Dewa untuk Aluk Todolo juga berbeda dengan Hindu di Bali, dewa-dewa dalam sebutan Toraja adalah Pong Banggai di Rante (Dewa bumi), Indo' Ongon-Ongon (Dewi gempa bumi), Pong Lalondong (Dewa kematian), Indo' Belo Tumbang (Dewi pengobatan), dan lainnya. Selain dari sebutan dewa, ritual keagamaan dalam Hindu di Toraja juga berbeda. Di dalam menjalankan ritualnya, mengenal dua macam ritual yaitu: Upacara kedukaan disebut Rambu Solok dan Rambu Tuka sebagai upacara kegembiraan. Upacara Rambu Solok meliputi tujuh tahapan, yaitu: Rapasan, Barata Kendek, Todi Balang, Todi Rondon, Todi Sangoloi, Di Silli, Todi Tanaan. Dan upacara Rambu Tuka juga meliputi tujuhtahapan, yaitu; Tananan Bua’, Tokonan Tedong, Batemanurun, Surasan Tallang, Remesan Para, Tangkean Suru, Kapuran Pangugan,  (sumber:  kebudayaanindonesia.net).
Sama halnya dengan Hindu di Toraja, Hindu di Sidrap atau sering disebut penganut To Lotang juga memercayai adanya Tuhan Yang Maha Esa yang mereka sebut "Dewata Seuae" dan pemimpin agama tertinggi disebut Uwaq.Dalam pelaksanaan ritual keagamaan dalam adat To Lotang  dikenal dengan nama “Sipulung“ (sumber : kebudayaanindonesia.net).
Dari contoh di atas dapat diketahui bahwa inilah keuniversalan agama Hindu. Keuniversalan Hindu itu tidak hanya terletak dari cara pelaksanaannya, namun juga terletak didalam ajarannya itu sendiri, budaya, cara berpakaian, tempat persembahyangan dan lainnya. Keuniversalan itu meresap di seluruh bumi ini dan dilaksanakan sesuai dengan cita rasa dan cara di daerah itu sendiri. Di analogikan seperti makanan cepat saji Pizza Hut, di setiap Negara tetap mengusung merek, logo dan slogan yang sama, namun memiliki cita rasa yang berbeda-beda, di Amerika misalnya tidak menjual nasi, namun kentang, sedangkan di Indonesiamenyediakan nasi, dan lain – lain.
Hari Nyepi –lah sebagai salah satu bukti keuniversalan agama Hindu di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan. Sebab hari raya Nyepi adalah hari raya yang di sahkan sebagai libur Nasional di Indonesai, namun secara keseluruhan tidak semua umat Hindu di Indonesia terkhusus Sulawesi Selatan merayakan hari Nyepi itu. Selain keuniversalannya agama Hindu juga memiliki ciri khas sebagai salah satu agama yang paling toleran.  Umat Hindu menghormati kebenaran dari mana pun datangnya dan menganggap bahwa semua agama bertujuan sama, yaitu menuju Tuhan, namun dengan berbagai sudut pandang dan cara pelaksanaan yang berbeda. Hal itu diuraikan dalam kitab suci Weda  :
samo ‘haṁ sarva-bhūteṣu na me dveṣyo ‘sti na priyah
ye bhajanti tu māṁ bhaktyā mayi te teṣu cāpy aham
(Bhagawadgita, IX:29)
Arti:
Aku tidak pernah iri dan selalu bersikap adil terhadap semua makhluk.
Bagi-Ku tidak ada yang paling Ku-benci dan tidak ada yang paling Aku kasihi.
Tetapi yang berbakti kepada-Ku, dia berada pada-Ku dan Aku bersamanya pula
 
Ye yathā mām prapadyante tāms tathaiva bhajāmy aham,
mama vartmānuvartante manusyāh pārtha sarvaśah
(Bhagawadgita, 4:11)
Arti:
Jalan mana pun yang ditempuh seseorang kepada-Ku,
Aku memberinya anugerah setimpal. Semua orang mencari-Ku
dengan berbagai jalan, wahai putera Partha
 
Yo yo yām yām tanum bhaktah śraddhayārcitum icchati,
tasya tasyācalām śraddhām tām eva vidadhāmy aham
(Bhagawadgita, 7:21)
Arti:
Kepercayaan apapun yang ingin dipeluk seseorang,
Aku perlakukan mereka sama dan
Ku-berikan berkah yang setimpal.
 
 
Keuniversalan agama Hindu itu membuat agama Hindu menjadi agama yang unik dengan penuh ritual yang berbeda – beda. Seharusnya hal ini yang menjadi kebanggaan kita sebagai penganut agama Hindu bukan malah kita menjadi minder karena kita minoritas dan hal ini perlu kita lestarikan bersama terkhusus bagi generasi muda Hindu. Sehingga apa yang menjadi kebanggaan ini selalu terjaga dan tidak ada umat Hindu yang meninggalkan agamanya melainkanselalu dalam ajaran Dharma.

Biodata Penulis

Nama                           : Putu Nopa Gunawan

Tempat/Tgl Lahir        Cendana Putih, 11 November 1992

Jenis Kelamin              : Laki – laki

Alamat                        : Jalan Perintis Kemerdekaan VII No. 59 Makassar

No Anggota                : 21010002

Alamat Kepengurusan: Pimpinan Daerah KMHDI Sulawesi Selatan

                                      Lantai 2 Gedung Vyata Satya Kharma, Komplek Pura Giri Natha. Jalan Perintis Kemerdekaan KM. 12 Kota Makassar

 

Nomor KTP/KTM       : 7322101111920002 / D41110009

Kampus                       : Jurusan Teknik Elektro, Universitas Hasanuddin

                                      Jalan Perintis Kemerdekaan KM. 10 Tamalanrea – Makassar

Nomor Hp                   : 085 399 693 332
Email                           : putunopagunawan@gmail.com




 
 

Share:

administrator