SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Negara Indonesia merupakan salah satu bangasa yang terkenal kaya akan sumber daya alam yang melimpah diseluruh bagian wilayah, karena berada di garis khatulistiwa. Selain sumber daya alam, Negara indonesia memiliki kekayaan akan dinamika masyarakat Indonesia yang memiliki tingkat keanekaragaman yang sangat begitu kompleks atau masyarakat yang memiliki keanekaragaman disebut Multikultur. Keanekaragaman yang dimaksud adalah keragaman sosial budaya, Bahasa Daerah, Suku, Agama, dan Ras. Dengan keragaman yang ada Indonesia memiliki ciri khas dalam pandangan dunia dan memiliki keindahan dari sudut pandang keragaman .

Namun dalam  kehidupan selain ada keindahan dari keragaman juga terdapat gejolak-gejolak yang ada dalam masyarakat seperti banyaknya akhir-akhir ini bangsa Indonesia terluka akan  banyaknya terjadi permasalahan konflik horizontal di berbagai wilayah. Bangsa ini mulai perlahan – lahan bergeser dari bangsa yang terkenal sopan santunya menjadi kurang memiliki rasa toleran terhadap keragaman.

Permasalahan yang kurang memiliki rasa toleransi terhadap keanekaragam dapat dibangun dengan pendekatan budaya dan agama. Pendekatan Budaya dapat dilakukan dengan melestarikan dan menjaga berbagai budaya yang ada serta diberikan ruang publik untuk saling berperan untuk menciptakan keharmonisan dalam berbudaya sehingga bersama-sama mempunyai rasa saling memiliki.

Selain faktor budaya untuk saling menjaga toleransi , Agama juga memiliki peran dalam menjaga keharmonisan dalam berbangsa karena setiap Agama pasti mengajarkan kepada umatnya untuk selalu berbuat dijalan yang benar atau baik.

Pada tanggal 12 maret 2013 di indonesia khususnya yang beragama hindu melaksanakan hari raya yang disebut nyepi. Nyepi (tahun baru saka 1935) jatuh pada hitungan tilem kesanga(IX) merupakan tahun baru hindu berdasarkan kalender saka sejak tahun 78 masehi, hari raya nyepi merupakan hari raya untuk mendaki jalan spiritual karena pada dasar nya Hari raya nyepi mempunyai makna sepi,sepi dalam kekosongan yang berarti umat hindu untuk merenung atas segala dosa yang diperbuat sehingga diberikan kesucian lahir dan batin.

Hubungan perayaan nyepi terhadap kesadaran dalam menjalankan kehidupan yang sejati dapat dilihat dari tujuan dari beragama hindu yaitu mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin atau jagadhita dan moksa. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan yadya kita terhadap tuhan(prajapti),manusia(praja) dan alam , hal ini terdapat pada bhagawad githa adyaya III sloka 10 : manusia harus beryadya kepada tuhan,kepada sesama dan beryadya kepada alam. Rangkain perayaan nyepi mencakup tiga hal yadnya tersebut yaitu :

1.      Melasti, tawur(mecaru) dan pengerupukan

Melasti dilaksanakan tiga hari atau dua hari sebelum nyepi, melasti disini kita menyucikan segala sarana persembahyangan atau alat-alat spiritual di pantai atau laut karana pantai atau laut dipercayai sebagai sumber amerta untuk pembersihan segala yang kotor didalam diri manusia dan alam.

Tawur atau disebut mecaru merupakan rangkaian nyepi yang melaksanakan upacara Bhuta yadya, upacara ini untuk mensucikan bhuta kala dari kekotoran agar nyepi kita lebih tenang atau damai secara niskala.

Pengerupukan dilakukan setelah mecaru dilakukan di pekarangan mempunyai makna pengusiran terhadap hal-hal yang negatif atau bersifat kotor. Hal yang unik dari pengerupukan yaitu arak-arakan Ogoh-Ogoh, ogoh-ogoh ini sebenarnya tidak memiliki hubungan langsung terhadap perayaan upacara nyepi , hanya menuangkan rasa karya seni benda patung seperti raksasa untuk meriahkan pengerupukan. Ogoh-ogoh mempunyai daya tarik tersendiri karena sebagian kota-kota besar yang ada umat Bali atau Hindu  membuat festival Ogoh-ogoh selain mempunyai makna sebagai simbolis bhuta kala juga sebagai penyatu dalam keragaman dalam ruang publik festival ogo-ogoh, dalam festival ogoh-ogoh tidak hanya umat Hindu yang dapat memeriahkan tapi juga wisatawan atau umat-umat lain untuk menyaksikan keindahan karya seni ogoh-ogoh.

2.      Puncak nyepi

Dalam Agama hindu hanya hari raya nyepi yang di nasionalkan sehingga pada puncak hari raya nyepi menjadi libur nasional. Puncak nyepi melaksanakan catur brata penyepian terdiri dari amati geni (tidak menyalakan atau menggunakan api) ,amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), amati lelanguan ( tidak mendengarkan hiburan), serta bagi yang mampu juga melaksanakan tapa brata,yoga dan samadhi.

3.      Ngambek geni

Ngambek geni jatuh pada sasih kedasa (X) pada hari ini tahun saka memasuki hari kedua tahun saka. Umat hindu melaksankan dharma santi sesama keluarga ,tetangga mengucap shukur dan saling maaf-memaafkan untuk membuka lembaran tahun baru yang bersih.

Dalam serangkaian perayaan nyepi diatas bermakna kesadaraan membangun spirit kedalam diri sendiri untuk menjadi kualitas manusia yang lebih baik serta mengaplikasikannya dalam membangun kebersamaan berkehidupan karena setiap manusia diciptakan semua bersaudara (vasudhaiva kutumbakam), menjaga keharmonisan Alam dan memberikan kesadaran jiwa karena kita adalah mahluk ciptaan tuhan .

 

 

Nama                                                                           : Wayan Fery S

Tempat/Tgl Lahir                                                        : 31 Agustus 1990

No Anggota : 20312021

Alamat Kepengurusan (PP,PD, PC dan Komisariat) : PD KMHDI JAWA BARAT/Jl.Dr otten      No.15 Bdg

Nomor KTP/Nomor Kartu Siswa                               : 187103310890003/23-2012-079

Nama dan alamat kampus  (Br, Desa, Kec, Kab)       : Institut Teknologi Nasional (Itenas) jalan PKH  Mustafa No.23 Kota Bandung

Nomor Tlp/Hp yang bisa dihubungi                           : 085789971737

 

 

Share:

administrator