![]()
Bangli, kmhdi.org — Pengurus Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Bangli sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Kebudayaan dengan tema “Kiprah Anak Muda Bangli dalam Melestarikan Adat, Seni, dan Kearifan Lokal”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu kemarin, bertempat di Balai Banjar Penglipuran, Desa Penglipuran, Kecamatan Bangli, dengan melibatkan yowana se-Kecamatan Bangli (4/1).
Seminar kebudayaan ini menjadi ruang edukasi sekaligus forum diskusi bagi generasi muda untuk memperkuat pemahaman mengenai peran strategis mereka dalam menjaga keberlangsungan adat, seni, dan kearifan lokal Bali. Pemilihan Desa Penglipuran sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada kuatnya nilai-nilai adat dan tradisi yang hingga kini masih dijaga secara konsisten oleh masyarakat setempat, sehingga relevan sebagai contoh nyata pelestarian budaya.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Dr. Ida Bagus Rai Darmawijaya Mantra, S.E., M.Si, Gede Adrian Maha Putra, serta I Nyoman Wandri, S.Ag., M.Ag. Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam melestarikan adat dan seni Bali, serta memperkuat kearifan lokal sebagai identitas budaya di tengah arus globalisasi dan perkembangan zaman.
Diskusi berlangsung secara kondusif dan interaktif dengan dipandu oleh Made Ayu Nisa Striratna selaku moderator. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab, penyampaian gagasan, serta pandangan kritis terkait langkah konkret yang dapat dilakukan yowana dalam menjaga eksistensi budaya Bali di lingkungan masing-masing.
Melalui pelaksanaan seminar kebudayaan ini, PC KMHDI Bangli berharap dapat menumbuhkan kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab generasi muda terhadap pentingnya pelestarian adat, seni, dan kearifan lokal sebagai warisan leluhur yang harus dijaga secara berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen KMHDI dalam membina yowana Hindu agar memiliki wawasan kebudayaan yang kuat, karakter yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal, serta peran aktif dalam menjaga identitas budaya Bali di Kabupaten Bangli.
