SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Oleh : I Made Dwipayana – PC KMHDI Bandar Lampung

PENDAHULUAN

Pasraman adalah lembaga pendidikan khusus bidang agama Hindu. Lembaga ini merupakan alternatif, karena pendidikan agama Hindu yang diajarkan di sekolah formal dari tingkat sekolah dasar sampai dengan di sekolah tinggi agama Hindu. Pada sekolah formal agama Hindu diajarkan sebagai ilmu pengetahuan, sedangkan di pasraman tidak sebatas ilmu pengetahuan, melainkan sebagai bentuk latihan disiplin spiritual dan latihan menata hidup yang baik.

Berdasarkan UU Sistem Pendidikan Nasional No.20 tahun 2003 terutama dalam pasal 12 ayat 4, pasal 30 ayat 5, dan pasal 37 ayat 3, maka Pemerintah RI telah menetapkan PP nomor 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan. Kemudian kalau dicermati kandungan isi pp nomor 55 tahun 2007 pada pasal 1 poin angka 5 ada dijelaskan “Pasraman adalah satuan pendidikan keagamaan Hindu pada jalur pendidikan formal dan non formal”. Kemudian dalam pasal 8 ayat 1 dan 2 ditegaskan tentang pendidikan keagamaan, bahwa “pendidikan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu agama yang berwawasan luas, kritis,kreatif,inovatif, dan dinamis dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia”.

Dalam konteks ini, Pasraman yang ada baik formal maupun non formal masih mengalami kendala dalam hal kuantitas. Hal ini disebabkan oleh minimnya pihak masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan keagamaan melalui Pasraman. Namun demikian upaya kea rah untuk membangkitakan dan menumbuhkan perkembangan pasraman oleh masyarakat secara non formal maupun oleh pemerintah secara formal, telah memberikan peluang yang positif dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Hindu di Indonesia. Belum tuntas terkait permasalahan tersebut Indonesia dilanda oleh pandemic Covid-19 yang menyebabkan terjadinya pembatasan-pembatasan sosial untuk menekan angka penyebaran virus ini, hal ini sangat berdampak terhadap pelaksanaan belajar mengajar di Pasraman karena keterbatasan situasi yang menghalangi, dan secara infrastruktur yang belum mencukupi untuk melaksanakan kegiatan dilakukan secara online, keadaan ini menjadi dilema karena dengan berhentinya proses pembelajaran di Pasraman akan menyebabkan matinya pendidikan agama Hindu bagi anak-anak maupun generasi muda yang sedang menimba ilmu di masa Brahmacari ini.

PEMBAHASAN

Apakah secara infrastruktur kita siap?

Pandemi telah mengubah tatanan kehidupan bermasyarakat khususnya di umat Hindu, pengetahuan dan pengamalan nilai-nilai agama yang harusnya dipegang oleh umat terlebih generasi muda sangat penting untuk tetap dipegang teguh dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ruang teknologi informasi juga membawa dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mempengaruhi semua sendi kehidupan termasuk kehidupan beragama. Jika pemeluk agama, termasuk agama Hindu tidak  mengantisipasi kemajuan IPTEK dengan memperkuat nilai-nilai agama, tradisi, budaya bagi pemeluknya, maka nilai-nilai tersebut akan tergerus, terpinggirkan dari kehidupan.

Pasraman sebagai satuan pendidikan keagamaan sangat terdampak akibat pandemic Covid-19 karena proses pembelajaran harus dilaksanakan dari jauh dan tidak tatap muka untuk mengurangi resiko penyebaran virus, namun permasalahan yang dihadapi ketika pembelajaran dilakukan secara daring dengan infrastruktur yang tidak memadai ini akan menjadi bumerang bagi Pasraman baik pendidik maupun peserta didiknya.

Topografi Indonesia yang berupa kepulauan dan pegunungan membutuhkan pengadaan internet dan telekomunikasi seluler. Akan tetapi, jangkauan 4G kebanyakan terkonsentrasi di Pulau Jawa karena penyedia layanan telekomunikasi seluler, yang sangat bergantung pada pasar, tentu saja memprioritaskan daerah-daerah perkotaan ketimbang daerah pedesaan yang populasinya lebih sedikit. Terjadi ketidakseimbangan distribusi internet rumah tangga di seluruh wilayah yang ada. Kesenjangan konektivitas tersebut membuat siswa yang berasal dari keluarga prasejahtera di daerah pedesaan di luar Jawa sangat tidak diuntungkan.

Bagaimana respon pemerintah?

Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu mengucurkan anggaran sebesar Rp15,2 miliar untuk membantu Pasraman atau satuan pendidikan keagamaan Hindu, dalam upaya meningkatkan aksesibilitas bagi tenaga pengajar maupun peserta didik. Bantuan ini disalurkan bagi 110 Pasraman yang tersebar di 10 provinsi di Indonesia. Namun bentuk bantuan yang diserahkan pada pasraman lebih ke sarana dan prasarana yang dapat digunakan ketika proses pembelajaran dilaksanakan luar jaringan, sedangkan kebutuhan kita saat ini adalah bagaimana Pasraman yang berada jauh di pelosok negeri tetap bisa dapat menggunakan fasilitas yang menunjang dalam kegiatan pembelajaran dalam jaringan.

Efektivitas proses pembelajaran di era pandemic

Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi Zoom sebagai pembelajaran tatap muka dan WhatsApp untuk tutorial dan penugasan maka didapat hasil efektivitas belajar daring pada matakuliah teori menempati peringkat pertama sebesar nilai 0.88, pelajaran teori dan praktikum pada posisi ke dua dengan nilai 0.70, pelajaran  praktikum pada urutan ke tiga dengan nilai 0.42 dan pelajaran di lapangan urutan ke empat dengan nilai 0.20. Pembelajaran daring hanya efektif untuk pelajaran teori, sementara untuk praktikum tidak efektif dilakukan secara daring. Hal ini terkadang juga membuat para peserta didik bersikap apatis karena tidak terjalinnya ikatan emosional antara pengajar dan peserta didik, sehingga banyak terjadi kegiatan pembelajaran hanya menjadi sebuah formalitas belaka di era pandemi ini.

Apa yang perlu dibenahi

Banyak hal yang harus dibenahi untuk tanggap terhadap situasi yang melanda saat ini, baik itu terkait infrastruktur maupun minat dari para peserta didik untuk tetap aktif mengikuti pasraman walaupun diselenggarakan secara online atau daring. Jumlah tenaga pendidik Hindu pun masih menjadi dinamika yang tak kunjung tuntas sampai saat ini, untuk itu jumlah pendidik Hindu sangat perlu untuk ditingkatkan sehingga pemerataan bisa terealisasi, pasraman pun dapat berjalan dengan kondisi apapun.

PENUTUP

Pandemi covid-19 yang saat ini masih berdampak pada proses pembelajaran secara tatap muka secara langsung di Pasraman. Proses pembelajaran yang semula di dalam dilaksanakan secara luring, namun sekarang beralih menjadi pembelajaran secara daring. Pembelajaran daring tersebut diperlukan adanya inovasi dalam memanfaatkan media pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu. Perlu adanya transformasi media pembelajaran dalam menyikapi pandemi covid-19 ini, sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun peserta didik berada di rumah. Solusinya, pendidik dituntut mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online). Dengan adanya transformasi media pembelajaran pendidikan agama Hindu seperti dengan memanfaatkan aplikasi Zoom, Google Classroom, dan google meet sangat membantu pendidik penyampaian materi pelajaran dalam proses pembelajaran pendidikan agama Hindu melalui tatap muka langsung secara daring. Pemanfaatan media WhatsAap Group untuk diskusi dan penugasan serta penggunaan youtube untuk eksplorasi materi pendidikan agama Hindu secara visual terkait pendalaman materi pelajaran pendidikan agama Hindu.

DAFTAR PUSTAKA

Abas, “Problematika Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid 19”. https://banten.kemenag.go.id/det-berita problematika-dunia-pendidikan-pada-masa-pandemi-covid-19.html

Nuryana, Agus, “Dampak Pandemi Covid -19 Terhadap Dunia Pendidikan” https://jabar.kemenag.go.id/portal/read/dampak-pandemi-covid-19-terhadap-dunia-pendidikan

Gunawan, Dharmawan, “Transformasi Media Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Masa Pandemi Covid-19” https://prosiding.iahn.ac.id

Mertayasa, Komang, “Efektivitas Pembelajaran Daring Pendidikan Agama Hindu Pada Masa Pandemi Covid-19” https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/bawiayah

Share:

administrator