SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Loading

Buleleng, kmhdi.org — Kader Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) menyuarakan keprihatinan atas kondisi kepemimpinan umat Hindu di Jawa yang dinilai sedang mengalami krisis arah dan keteladanan. Isu ini mencuat seiring minimnya ruang partisipasi generasi muda Hindu dalam pengambilan keputusan strategis keumatan di Jawa.

“Kami melihat ada jarak yang cukup lebar antara pemimpin umat dan realitas yang dihadapi pemuda Hindu hari ini. Banyak kebijakan dan agenda keumatan yang tidak melibatkan mahasiswa dan pemuda secara substantif,” ungkap Tri Budi Santoso.

Berdasarkan fakta, jumlah umat Hindu di beberapa wilayah Jawa memang relatif minoritas, namun potensi generasi mudanya cukup besar. Sayangnya, potensi ini belum diimbangi dengan pola pembinaan dan kaderisasi yang berkelanjutan. Program penguatan pendidikan keagamaan, peningkatan kualitas SDM Hindu, hingga advokasi hak-hak umat masih berjalan sporadis dan cenderung seremonial.

“Kepemimpinan Hindu di Jawa masih terlalu elitis dan tidak membentuk ruang pembinaan berkelanjutan bagi pemuda. Banyak kegiatan bersifat simbolik, tetapi kurang menyentuh kebutuhan riil umat, khususnya pemuda dan mahasiswa Hindu yang sedang mencari ruang pengabdian,” lanjutnya.

KMHDI menilai, tantangan umat Hindu di Jawa ke depan semakin kompleks. Mulai dari persoalan identitas, akses pendidikan keagamaan, hingga keberanian bersuara di ruang publik. Kondisi ini menuntut hadirnya pemimpin yang visioner, terbuka, dan mau berjalan bersama generasi muda.

“Kalau kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin generasi muda Hindu akan semakin menjauh dari organisasi dan lembaga keumatan yang hanya dianggap sebagai organisasi ngayah. Ini berbahaya bagi estafet kepemimpinan umat ke depan,” tegas kader tersebut.

Atas dasar itu, KMHDI mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap pola kepemimpinan Hindu. Konsolidasi antar tokoh agama, lembaga keumatan, dan organisasi kepemudaan dinilai menjadi langkah mendesak untuk menyatukan arah gerak dan visi perjuangan umat.

“Kepemimpinan Hindu ke depan harus kembali pada nilai dharma, menjunjung integritas, dan benar-benar membuka ruang kaderisasi. Bukan hanya menjadikan pemuda sebagai pelengkap acara, tapi sebagai subjek perubahan,” tambahnya.

KMHDI menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam menyuarakan kepentingan umat Hindu, khususnya generasi muda, serta siap mengambil peran strategis dalam membangun kepemimpinan Hindu yang kuat, berkarakter, dan relevan dengan tantangan jaman terkhususnya di Jawa.
Satyam Eva Jayate

Penulis : Tri Budi Santoso (Kader PC KMHDI Buleleng)

Share:

administrator