![]()
Tabanan, kmhdi.org – Organisasi Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Kabupaten Tabanan mengeluarkan pernyataan resmi terkait kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Tabanan dan sekitarnya sepanjang Januari 2026 (25/01).
Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Bali — termasuk Tabanan dan Bedugul — mengalami peningkatan curah hujan intens disertai angin kencang. Fenomena ini telah diperingatkan sejak akhir Januari 2026 karena pertumbuhan awan konvektif dan sistem cuaca labil yang memicu hujan lebat dan angin kuat di Bali hingga akhir bulan.
Cuaca ekstrem tersebut berdampak pada berbagai sektor, terutama pertanian sayur-mayur di dataran tinggi Bedugul. Petani setempat melaporkan gangguan produksi akibat hujan deras yang terus menerus serta angin kencang yang menghambat masa tanam dan panen. Dampak ini dinilai signifikan terutama pada komoditas hortikultura yang sensitif terhadap perubahan cuaca dan angin kuat.
Selain berdampak pada sektor pertanian, curah hujan tinggi yang berlangsung secara intens juga meningkatkan volume air di wilayah lereng dan kawasan perbukitan. Di Banjar Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, hujan deras menyebabkan luapan saluran irigasi yang memicu terjadinya air bah dan menerjang permukiman warga di sekitar aliran sungai.
Peristiwa tersebut mengakibatkan satu keluarga terdampak secara langsung, di mana rumah yang mereka tempati mengalami kerusakan berat akibat terjangan arus. Dua anggota keluarga berhasil menyelamatkan diri, sementara seorang ibu dan bayi berusia 18 bulan dinyatakan hilang dan kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan upaya pencarian oleh tim gabungan. Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi masyarakat setempat sekaligus pengingat akan besarnya risiko cuaca ekstrem terhadap keselamatan warga.
Kondisi cuaca ekstrem secara umum juga tercatat oleh BPBD Bali dalam jumlah kejadian bencana yang cukup tinggi pada awal tahun ini akibat hujan lebat, termasuk longsor, pohon tumbang, banjir lokal, dan angin kencang di beberapa wilayah Bali, termasuk Tabanan.
“Cuaca ekstrem bukan hanya tantangan meteorologis tetapi juga ujian ketangguhan sosial dan ekonomi masyarakat. Kami menyerukan solidaritas dan kerja sama semua pihak untuk membantu meringankan beban saudara–saudara kita yang terdampak,” ujar Ketua PC KMHDI Tabanan.
Melalui rilis ini, PC KMHDI Tabanan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban serta seluruh masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. PC KMHDI Tabanan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, saling menguatkan, dan memperkuat solidaritas sosial di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.
PC KMHDI Tabanan juga menghimbau masyarakat agar senantiasa mengikuti informasi resmi dari BMKG dan arahan pemerintah setempat, serta berharap adanya langkah cepat dan kolaboratif dari berbagai pihak dalam upaya penanganan dan pemulihan bagi warga terdampak.
