SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Loading

Buleleng, kmhdi.org – Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Buleleng menilai bahwa kondisi pariwisata Bali dalam beberapa waktu terakhir sedang berada pada fase yang tidak stabil, khususnya pada periode tertentu yang menunjukkan penurunan kunjungan wisatawan, terutama wisatawan nusantara. Kondisi ini bukan semata persoalan musiman, melainkan berkaitan dengan sejumlah persoalan struktural yang selama ini belum tertangani secara serius (1/01).

Berdasarkan data dan fakta, penurunan kunjungan wisatawan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari harga pariwisata yang semakin tidak terjangkau, persoalan sampah dan lingkungan yang masih berulang, kemacetan lalu lintas yang kian parah, hingga adanya kesan perlakuan yang tidak adil terhadap wisatawan lokal. Persoalan-persoalan ini secara langsung memengaruhi kenyamanan dan minat masyarakat untuk berwisata ke Bali.

Dampak dari kondisi tersebut terasa jauh lebih berat di Kabupaten Buleleng, terutama di tengah situasi low season pariwisata Bali Utara. Berkurangnya arus wisatawan ke Bali menyebabkan penurunan kunjungan ke kawasan Bali Utara, rendahnya tingkat hunian akomodasi, serta melemahnya pendapatan pelaku UMKM pariwisata yang menggantungkan hidup pada sektor ini.

Situasi ini semakin diperparah oleh menurunnya daya beli masyarakat sebagai dampak dari kebijakan efisiensi yang dicanangkan pemerintah. Efisiensi tersebut berdampak pada berkurangnya aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat, sehingga sektor pariwisata dan UMKM di daerah seperti Buleleng berada dalam tekanan yang cukup berat.

Ketua PC KMHDI Buleleng, Komang Dia Damayanti, menilai bahwa Bali Utara berada pada posisi paling rentan ketika terjadi perlambatan pariwisata Bali secara keseluruhan. Ketimpangan pembangunan pariwisata antara Bali Selatan dan Bali Utara menjadi semakin nyata dalam kondisi seperti saat ini.

“Saya meyakini bahwa Buleleng tidak seharusnya terus-menerus diposisikan sebagai daerah penyangga, melainkan perlu diperkuat sebagai destinasi pariwisata yang mandiri, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi masyarakat lokal,” ungkapnya.

Oleh karena itu, PC KMHDI Buleleng mendorong agar arah kebijakan pemulihan pariwisata Bali tidak lagi berfokus pada kawasan pariwisata utama semata. Bali Utara harus mendapatkan perhatian yang lebih serius melalui penguatan promosi destinasi, peningkatan konektivitas, perlindungan terhadap pelaku pariwisata lokal, serta kebijakan ekonomi yang berpihak pada masyarakat.

Sikap ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral untuk mengawal arah pembangunan pariwisata Bali agar tidak semakin timpang dan menjauh dari kepentingan rakyat. Penurunan pariwisata Bali bukan sekadar isu sektor pariwisata, tetapi persoalan keadilan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Bali Utara.

Share:

administrator