![]()
Lombok Barat, kmhdi.org – Dalam rangkaian acara Dharma Camp XII yang diselenggarakan oleh PD KMHDI NTB, dialog kepemiluan menjadi salah satu sesi utama yang digelar untuk mengajak generasi muda Hindu berpartisipasi aktif dalam Pilkada mendatang dan menolak Golput. Acara ini berlangsung di Bale Pesamuan Suranadi, Narmada, Lombok Barat, NTB, pada Jumat, segera setelah pembukaan resmi Dharma Camp XII (6/9).
Kegiatan ini dihadiri oleh dua narasumber penting, yaitu Komisioner KPU NTB, Halidy, S.Pt, dan Komisioner Bawaslu NTB, Suhardi, S.IP., MH, yang memberikan materi edukatif terkait kepemiluan. Kedua narasumber tersebut menekankan pentingnya pemilu dalam kehidupan demokrasi dan peran penting pemilih, terutama generasi muda, dalam menentukan masa depan bangsa.
Komisioner KPU NTB, Halidy, S.Pt, dalam pemaparannya, membahas secara mendalam mengenai batas usia pemilih dan peran generasi muda dalam pemilu.
“Pemilu bukan hanya sekadar kewajiban, tapi hak untuk menentukan masa depan kita. Generasi muda, sebagai pemilih pemula, memiliki kekuatan yang sangat besar untuk membawa perubahan positif bagi negara. Usia pemilih minimal 17 tahun adalah usia yang tepat untuk mulai berpartisipasi aktif dalam demokrasi.” Ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemilu tidak hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga bentuk nyata dari perwujudan kedaulatan rakyat.
“Kita tidak boleh menyia-nyiakan hak suara kita. Setiap suara penting, dan dengan ikut serta dalam pemilu, kita berkontribusi pada pembangunan bangsa yang lebih baik,” ujar Halidy.
Komisioner Bawaslu NTB, Suhardi, S.IP., MH, menyampaikan materi tentang pentingnya pemilu yang bersih dan menekankan kepada generasi muda untuk tidak terpengaruh oleh politik uang atau golput.
“Golput bukan solusi. Ketika kita memutuskan untuk tidak memilih, kita justru menyerahkan masa depan kepada orang lain tanpa adanya kontrol dari diri kita. Partisipasi aktif dalam pemilu adalah wujud tanggung jawab kita sebagai warga negara,” tegas Suhardi.
Ia juga menjelaskan bahwa partisipasi aktif generasi muda dalam pemilu akan memberikan warna baru dalam perpolitikan lokal dan nasional.
“Generasi muda dengan semangatnya harus berperan aktif dalam mengawal jalannya pemilu. Jangan biarkan suara kalian hilang. Dengan memilih, kalian berkontribusi untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, adil, dan berpihak pada rakyat.” Imbuhnya.
Dialog ini diikuti dengan antusias oleh peserta Dharma Camp XII yang terdiri dari pemuda Hindu NTB. Dalam sesi tanya jawab, banyak peserta yang menanyakan isu-isu penting seputar pemilu, seperti bagaimana cara memastikan suara mereka benar-benar dihitung dan apa yang bisa mereka lakukan jika menemukan adanya kecurangan dalam proses pemilu.
Dengan diadakannya dialog kepemiluan ini, PD KMHDI NTB berharap dapat mendorong kesadaran politik di kalangan generasi muda Hindu. Dharma Camp XII kali ini tidak hanya menjadi ajang penguatan spiritual dan kebudayaan, tetapi juga wadah edukasi politik bagi generasi muda Hindu di NTB.
