![]()
Lampung Selatan, kmhdi.org – Dinamika kehidupan kampus hari ini menyajikan tantangan yang tak ringan bagi dunia pergerakan. Ada fenomena menarik sekaligus menggelisahkan, di mana antusiasme generasi muda untuk berhimpun dalam organisasi kemahasiswaan perlahan surut. Keraguan ini bukan tanpa alasan; ia lahir dari bayang-bayang trauma masa lalu akan “budaya organisasi lama” yang kerap dicitrakan kaku, keras, dan minim substansi.
Sayangnya, skeptisisme ini seringkali dipukul rata. KMHDI, sebagai wadah kaderisasi mahasiswa Hindu, tak jarang terkena imbas generalisasi tersebut. Calon kader kerap memandang ragu, khawatir akan terjebak dalam pola interaksi yang feodal atau kegiatan yang tidak berdampak nyata bagi pengembangan diri mereka. Padahal, stigma tersebut belum tentu mencerminkan realitas yang ada di dalam tubuh KMHDI saat ini.
Menyadari hal ini, KMHDI tidak boleh hanya berdiam diri atau sekadar menyalahkan keadaan. Organisasi ini harus berani mengambil langkah revolusioner untuk memastikan arah geraknya tetap relevan dengan tantangan zaman. Visi dan misi KMHDI harus diterjemahkan ke dalam metode pergerakan yang lebih segar dan adaptif. Kita tidak sedang bersaing untuk menjatuhkan kultur organisasi lain, namun kita sedang berjuang untuk membuktikan bahwa KMHDI memiliki “warna” dan karakternya sendiri yang berbeda.
Di sinilah peran vital kita sebagai kader. Tugas kita hari ini adalah memoles kembali citra organisasi ini—bukan dengan janji manis, melainkan dengan bukti nyata bahwa KMHDI adalah antitesis dari stigma negatif tersebut. Kita harus menonjolkan identitas asli KMHDI yang menjunjung tinggi nilai pendidikan dan intelektualitas. Sistem kaderisasi kita dirancang bukan untuk menciptakan pengikut, melainkan melahirkan pemimpin yang berkualitas, kritis, dan berkarakter.
Nilai luhur Dharma Agama dan Dharma Negara adalah fondasi utama yang menjadi ciri khas kita. Kedua nilai ini harus kita kemas menjadi tawaran yang menarik bagi mahasiswa modern: bahwa di sini, spiritualitas dan nasionalisme bisa tumbuh beriringan dalam suasana yang ilmiah dan kekeluargaan.
Sudah saatnya kita tampil beda. Kita perlu meyakinkan generasi muda bahwa KMHDI adalah rumah yang aman dan progresif untuk bertumbuh. Dengan menonjolkan sisi humanis, nasionalis, dan religius yang cerdas, kita optimis dapat menarik hati calon-calon kader terbaik. Mari kita buktikan bahwa budaya pendidikan di KMHDI adalah jawaban atas kegelisahan mereka, melahirkan generasi emas yang siap membangun bangsa tanpa harus kehilangan jati diri.
Mari kita bangun kembali kepercayaan itu. Karena jika bukan kita yang menjaga dan meninggikan marwah KMHDI, lalu siapa lagi?
Satyam Eva Jayate.
Penulis : Ni Putu Widiya Astari (Kabid Kaderisasi PC KMHDI Lampung Selatan)
