![]()
Bangli, kmhdi.org – Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Bangli menghadiri rapat koordinasi bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangli dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Kabupaten Bangli. (03/03)
Kehadiran KMHDI Bangli dalam forum tersebut merupakan bentuk partisipasi aktif mahasiswa Hindu dalam mendukung terciptanya pelaksanaan Nyepi yang khusyuk, tertib, dan penuh makna spiritual.
Ketua Pimpinan Cabang KMHDI Bangli menegaskan bahwa KMHDI berkomitmen mendukung penuh seluruh kegiatan yang berkaitan dengan nilai-nilai Tri Hita Karana sebagai landasan harmoni kehidupan, khususnya dalam momentum menjelang Hari Raya Nyepi. Menurutnya, perayaan Nyepi bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga refleksi mendalam untuk memperkuat hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.
Selain itu, KMHDI Bangli siap membuka ruang-ruang sosialisasi bagi generasi muda Hindu terkait pemahaman makna serta pengimplementasian Catur Brata Penyepian dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini dinilai penting agar Nyepi tidak hanya dimaknai sebagai hari tanpa aktivitas, tetapi sebagai proses penyucian diri melalui amati geni, amati karya, amati lelungan, dan amati lelanguan.
Dalam rapat koordinasi tersebut juga dibahas bahwa perayaan Nyepi tahun ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Menyikapi hal tersebut, KMHDI Bangli mendorong terwujudnya sikap toleransi dan saling menghormati antarumat beragama di Kabupaten Bangli.
“Kebersamaan dalam keberagaman adalah kekuatan kita. Momentum Nyepi yang bertepatan dengan Idul Fitri harus menjadi contoh nyata bahwa Bangli mampu menunjukkan wajah toleransi yang dewasa dan harmonis,” tegasnya.
KMHDI Bangli berharap sinergi antara PHDI, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat dapat memastikan pelaksanaan Hari Raya Nyepi berjalan aman, damai, serta penuh kesadaran spiritual.
Sebagai organisasi kader umat dan bangsa, KMHDI Bangli akan terus mengambil peran aktif dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, kebudayaan, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
