![]()
Denpasar, kmhdi.org – Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Denpasar melaksanakan audiensi dengan Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, pada Selasa, 25 Februari 2026, di Kantor Wali Kota Denpasar (25/02). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara organisasi mahasiswa Hindu dan Pemerintah Kota Denpasar dalam menjawab tantangan pembangunan kota.

Ketua PC KMHDI Denpasar, Panca Kusuma Ramadi, menegaskan bahwa arah gerak organisasi ke depan akan difokuskan pada isu keagamaan dan bertumpu pada tiga sektor strategis, yakni pendidikan, kemandirian ekonomi, dan teknologi.
“Kami melihat Denpasar ke depan membutuhkan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif,” ujarnya. “Karena itu, PC KMHDI Denpasar akan memfokuskan program pada penguatan pendidikan, kemandirian ekonomi, serta pemanfaatan dan pengembangan teknologi. Ini akan kami gunakan untuk menciptakan SDM Hindu yang lebih baik,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai agen kontrol sosial, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi.
“Kami mengajak Pemerintah Kota Denpasar untuk berkolaborasi secara konkret. Sinergi ini penting agar gagasan kritis mahasiswa dapat terimplementasi dalam bentuk kegiatan maupun kontribusi kebijakan yang nyata,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi atas semangat dan visi yang dibawa KMHDI Denpasar. Ia menilai KMHDI sebagai organisasi mahasiswa yang progresif dan memiliki daya pikir kritis.
“KMHDI adalah mahasiswa yang progresif dan kritis dalam berpikir. Pemerintah tentu membutuhkan energi dan masukan konstruktif dari mahasiswa untuk pembangunan kota,” ujarnya.
Terkait fokus KMHDI pada bidang pendidikan, teknologi, dan ekonomi, ia memastikan bahwa Pemerintah Kota Denpasar terbuka terhadap berbagai inisiatif yang digagas mahasiswa.
“Baik Wali Kota maupun saya sebagai Wakil Wali Kota selalu terbuka menerima KMHDI jika mengadakan kegiatan di bidang pendidikan, teknologi, maupun ekonomi. Silakan bersinergi, kami siap mendukung,” katanya.
Ia juga menawarkan ruang partisipasi yang lebih luas bagi KMHDI dalam berbagai agenda resmi kota.
“Kami mendorong KMHDI untuk ikut tampil dan berpartisipasi dalam festival-festival Kota Denpasar. Ini menjadi ruang aktualisasi sekaligus kontribusi nyata mahasiswa bagi masyarakat,” tambahnya.
Meski demikian, Arya Wibawa menekankan bahwa kolaborasi yang terjalin tidak boleh mengurangi independensi dan kekritisan kader KMHDI.
“Kolaborasi itu penting, tetapi jangan sampai mengurangi kekritisan. Mahasiswa harus tetap kritis dan objektif. Justru sikap kritis itulah yang membuat pembangunan menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat komunikasi dan kerja sama antara PC KMHDI Denpasar dan Pemerintah Kota Denpasar untuk mendorong pembangunan berbasis pendidikan, penguatan ekonomi, serta transformasi teknologi di Kota Denpasar.