![]()
Mataram, kmhdi.org – Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Mataram menggelar pembukaan Sabha XXXIII pada Jumat, 20 Februari 2026, bertempat di Aula Mandalika STP Mataram dengan mengangkat tema “Refleksi Kepengurusan Menuju Regenerasi Visioner yang Berlandaskan Dharma.” Kegiatan ini menjadi forum tertinggi tingkat cabang dalam mengevaluasi kepengurusan sekaligus menentukan arah organisasi ke depan (20/02).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Pusat KMHDI, Pimpinan Daerah KMHDI NTB, Parisada Hindu Dharma Indonesia, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia, organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung Plus, serta mahasiswa dan siswa Hindu di Mataram.
Dalam sambutannya, PLT Ketua PD KMHDI NTB, Ni Kadek Ayu Indah Artiwi, menegaskan bahwa Sabha bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan.
“Sabha adalah ruang refleksi, konsolidasi, dan ruang untuk meneguhkan kebenaran melalui evaluasi yang jujur agar organisasi dapat berkembang demi keberlangsungan nilai-nilai organisasi,” tegasnya. Ia juga berharap melalui forum ini dapat lahir kader yang visioner dan berpijak pada Dharma.
Ketua Forum Alumni yang diwakili oleh Ida Bagus Widiadnyana, S.Pd., S.Fil., M.Pd., menekankan bahwa KMHDI merupakan organisasi berbasis kaderisasi dengan arah jangka panjang.
“KMHDI bukan hanya sekadar organisasi pergantian pengurus, tetapi memiliki semangat dan spirit dalam menentukan ke mana arah organisasi ini ke depan,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan bahwa Sabha adalah forum sakral yang harus dijaga dengan kesucian hati, karena dari sinilah masa depan organisasi ditentukan.
Mengutip teori hierarki kebutuhan dari Abraham Maslow, Widiadnyana menuturkan bahwa KMHDI harus mampu menjadi ruang yang memberikan rasa aman, penghargaan, dan kesempatan aktualisasi bagi setiap kader.
Sementara itu, perwakilan Ketua Pimpinan Pusat KMHDI yang diwakili oleh Kepala Departemen Litbang, I Gusti Ayu Ira Apriyanti, menyoroti posisi mahasiswa di tengah tantangan zaman.
“Berada di dunia pendidikan tinggi bukan hal yang biasa, itu adalah keistimewaan yang harus dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya. Ia juga mengingatkan agar organisasi tidak hanya menjalankan seremonial tanpa menghidupkan ideologi dan kompetensi setiap kader.
Menurutnya, KMHDI Mataram harus menjadi ruang pembentukan intelektualitas dan profesionalisme kader agar mampu menjawab tantangan krisis ekonomi, lingkungan, dan pendidikan.
Rangkaian pembukaan Sabha XXXIII PC KMHDI Mataram berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Melalui momentum ini, PC KMHDI Mataram menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan memperkuat sistem kaderisasi demi menghadirkan regenerasi yang visioner, progresif, serta tetap berlandaskan Dharma sebagai nilai utama perjuangan organisasi.