SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Mataram, kmhdi.org – Keresahan warga akibat maraknya kasus kriminal yang terjadi di kota mataram melatarbelakangi PC KMHDI Mataram untuk mengambil andil dalam tindakan pencegahan. Sebagai bentuk Tindak lanjut, PC KMHDI Mataram adakan audiensi dengan Polresta Kota Mataram pada (22/7).

I Gusti Ira Apryanthi selaku Ketua PC KMHDI Mataram mengungkapkan keprihatian saat mewakili kader dalam penegakan kasus narkoba bersama organisasi kepemudaan lain yang ada di Mataram.

“Angka kriminalitas di Kota Mataram maupun NTB meningkat hampir 2,34 persen yang dimana didominasi oleh kejahatan asusila, terutama kasus pelecehan. Hal ini bahkan terjadi di lingkungan sekolah dan kampus,” kata Ira.

Audiensi dengan Polresta Mataram dilakukan sebagai langkah awal mencegah kasus kriminal disambut baik oleh Kapolresta Mataram, Bapak Kombes Pol Mustofa SIK MH. Didampingi oleh Kasat Intelkam Kompol Refindo Pradikta Rulando,SIK., beliau menekankan bahwa pentingnya peran aktif pemuda dalam penegakan hukum di Kota Mataram.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan kunjungan yang dilakukan oleh teman-teman PC KMHDI Mataram. Ide luar biasa mengenai kebangsaan terutama dalam upaya menjaga kerukunan umat beragama maka kepolisian akan mendukung sepenuhnya. Tak lupa, suatu kewajiban bagi kita bersama untuk membrantas tindak kriminal di Kota Mataram agar kota ini senantiasa selalu aman dan damai” ujar Kapolres Mataram.

Kombes Pol Mustofa menambahkan bahwa Pihak Polresta akan senantiasa mengajak rekan-rekan KMHDI agar memberikan pemahaman tentang heterogenitas kepada masyarakat khususunya warga Hindu di Kota Mataram.

“Keragaman suku, rasa, dan agama seringkali menjadi akar perpecahan di masyarakat. Terlebih Indonesia akan memasuki tahun politik yang mana permasalahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk dijadikan politik identitas. Maka penting untuk membangun kesadaran diantara masyarakat tentang arti penting keberagaman itu sendiri,” imbuhnya.

Share:

administrator