![]()
Bangli, kmhdi.org – Kehadiran Program Studi Kedokteran Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa (UHN IGBS) di Kabupaten Bangli menjadi angin segar bagi perkembangan dunia pendidikan di daerah. Namun, momentum ini dinilai perlu diikuti dengan kesiapan daerah, khususnya dalam penyediaan sarana dan prasarana pendukung (09/02).
Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Bangli menilai bahwa kehadiran Program Studi Kedokteran di Bangli merupakan peluang besar untuk mendorong Bangli sebagai salah satu pusat pendidikan di Bali. Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan lebih peka dan responsif dalam menyiapkan kebutuhan pendukung yang akan menunjang aktivitas mahasiswa ke depannya.
Ketua PC KMHDI Bangli yang sering disapa Gung Danan, menyampaikan bahwa kehadiran Prodi Kedokteran di UHN IGBS harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk membangun ekosistem pendidikan yang berdaya saing tinggi di Bangli.
“Kehadiran Prodi Kedokteran ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah harus melihat ini sebagai peluang besar untuk membangun Bangli sebagai kota pendidikan berbasis nilai dan budaya. Dukungan terhadap sarana, prasarana, serta lingkungan belajar yang aman dan nyaman harus menjadi prioritas,” ujar Gung Danan.
Ia juga menegaskan bahwa sarana dan prasarana di sekitar kawasan kampus harus mampu mendukung kebutuhan mahasiswa yang akan datang dan beraktivitas di Bangli. Kehadiran mahasiswa dalam jumlah besar tentu memerlukan fasilitas umum yang layak, aman, serta menunjang kenyamanan proses pendidikan.
Selain itu, kondisi infrastruktur juga menjadi perhatian penting. Salah satu persoalan yang masih dirasakan adalah minimnya lampu penerangan jalan menuju kawasan kampus UHN IGBS, yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan keamanan mahasiswa, terutama saat aktivitas malam hari. Perbaikan infrastruktur dasar dinilai perlu segera menjadi perhatian pemerintah daerah.
Lebih jauh, Gung Danan menilai bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap fasilitas pendukung pendidikan bukan hanya menguntungkan mahasiswa, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
“Jika ekosistem pendidikan di Bangli berkembang, maka sektor ekonomi masyarakat pun ikut tumbuh. Mahasiswa akan menjadi bagian dari perputaran ekonomi lokal—mulai dari kos, kuliner, transportasi, hingga usaha kecil yang melayani kebutuhan mereka. Ini dampak positif yang seharusnya disiapkan sejak dini oleh pemerintah daerah,” tambahnya.
PC KMHDI Bangli juga mendorong agar pemerintah daerah tidak hanya menjadikan Bangli sebagai kota pendidikan sebatas wacana, melainkan diwujudkan melalui program konkret. Salah satunya dengan memperbanyak kegiatan pendidikan, seminar, festival budaya, maupun event kreatif yang melibatkan mahasiswa secara aktif sehingga Bangli dapat dikenal sebagai daerah tujuan kegiatan akademik dan kepemudaan.
Dengan hadirnya Program Studi Kedokteran di Bangli, PC KMHDI Bangli berharap pemerintah daerah dapat melihat peluang ini sebagai langkah strategis untuk mempercepat kemajuan daerah melalui sektor pendidikan, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah demi pembangunan Bangli yang lebih progresif.
