SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Jakarta, kmhdi.org – Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) mengecam aparat kepolisian yang sangat represif terhadap warga Desa Wadas saat proses pengukuran lahan yang akan dijadikan tambang batu andesit. Batu andesit ini nantinya akan dijadikan bahan dasar untuk pembangunan Bendungan Bener yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional Pemerintah Pusat.

Konflik antara warga Desa Wadas dengan aparat kepolisian terjadi pada Selasa, (8/2/2022). Desa Wadas dikepung aparat kepolisian yang bertugas mengamankan jalannya proses pengukuran lahan yang nantinya dimanfaatkan untuk tambang batu andesit. Sebanyak 40 orang warga Desa Wadas diduga diamankan aparat.

Konflik agraria yang terjadi di Desa Wadas ini tidak terlepas dari penetapan pembangunan Bendungan Bener sebagai Proyek Strategis Nasional melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, lalu terbitnya Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor: 509/41 Tahun 2018 Tentang Persetujuan Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Wonosobo yang kemudian diperbarui melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengan Nomor: 590/20 Tahun 2021.

Dilansir dari laman Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak Direktorat Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan bahwa pembangunan Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, antara lain: suplai air untuk lahan sawah beririgasi untuk 13.589 Ha daerah irigasi eksisting dan 1.110 Ha daerah irigasi baru, kemudian sumber pemenuhan air baku untuk masyarakat sekitar 1.500 liter/detik, Bendungan Bener juga bermanfaat untuk pembangkit listrik untuk Kabupaten Purworejo sekitar 6 Mega Watt, mengurangi potensi banjir untuk Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kulonprogo dengan nilai reduksi banjir 8,73 juta m3, serta berpotensi mengembangkan pariwisata yang dapat meningkatkan perekonomian setempat.

I Putu Yoga Saputra selaku Ketua Presidium PP KMHDI menyayangkan aksi represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap warga Desa Wadas yang menolak adanya tambang di wilayahnya. Ia juga mengecam kekerasan yang terjadi dan mendesak agar aparat dapat menggunakan cara-cara humanis, mengutamakan dialog dalam setiap penyelesaian masalah, termasuk konflik yang terjadi di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah.

“Tentu kami sangat menyayangkan kekerasan yang dilakukan oleh aparat terharap warga Desa Wadas. Semestinya aparat mengutamakan cara-cara yang humanis seperti dialog, bukannya menggunakan kekerasan dan menangkap warga lalu dibawa ke kantor polisi,” tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah, mulai dari pusat hingga daerah untuk memerhatikan dan mempertimbangkan dampak ekologi yang diterima oleh warga. Karena jika tambang ini berlangsung, maka warga Desa Wadas yang akan menanggung dampaknya.

“Konflik ini tentu menjadi PR buat pemerintah, bahwa proyek ini belum mendapat dukungan dari warga setempat. Kami juga meminta agar pemerintah pusat dan daerah agar memperhatikan dan menyiapkan solusi jika proyek tambang batu andesit yang nantinya akan menjadi bahan dasar Bendungan Bener. Karena tidak bisa kita pungkiri bahwa jika proyek ini berjalan, yang akan menerima dampak langsung ya warga setempat,” pungkas Yoga Saputra.

Merespon konflik agraria yang terjadi di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, PP KMHDI mengeluarkan sikap, sebagai berikut: 1). Mengecam tindakan represif aparat kepolisian kepada warga Wadas, 2). Mendesak aparat untuk ke depannya menggunakan cara-cara humanis kepada masyarakat, 3). Meminta pemerintah pusat dan daerah untuk memperhatikan dan menyiapkan solusi atas dampak ekologis dari proyek tambang batu andesit sebagai bahan dasar pembangunan Bendungan Bener yang akan diterima oleh warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah.

Share:

administrator