SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Keberadaan PHDI ( Parisada Hindu Dharma Indonesia ) dinilai umat Hindu Nusantara sangat penting dan vital bagi kemajuan Hindu Nusantara. Hal ini terungkap dalam survei aspirasi generasi muda Hindu dalam rangka Mahasabha Parisada Hindu Dharma Indonesia Tahun 2021, yang dilakukan atas kerjasama lintas ormas Hindu Nasional, yaitu DPN Peradah Indonesia, PP KMHDI, DPP ICHI, DPP Persadha Nusantara dan Media Hindu, yang dilakukan selama 4 bulan, sejak April sd Juli 2021. 

Survei ini dilakukan dalam rangka menyambut Mahasabha Parisada Hindu Dharma Indonesia 2021, kami dari lintas ormas kepemudaan Hindu menginisiasi aspirasi bagi generasi muda dan umat hindu Nusantara, terhadap calon pemimpin PHDI di periode berikutnya dan juga berbagai masukan dan harapan untuk kemajuan Hindu Nusantara. 

Survei ini tidak hanya memunculkan nama-nama calon ketum PHDI Pusat, tapi berisi juga kriteria dan harapan bagaimana sosok yang cocok untuk memimpin majelis tertinggi umat Hindu selama 5 tahun ke depan. Sehingga harapanya kedepan umat dapat memiliki pemimpin majelis yang sesuai dengan kebutuhan dalam dinamika keumatan di Indonesia saat ini dan kedepan, yang kami prediksi akan lebih kompleks dan berdinamika, baik daerah, nasional maupun Global. 

Harapan Umat Hindu Terhadap PHDI Pusat. 

Mayoritas umat Hindu menaruh harapan besar terhadap PHDI dalam berbagai permasalahan yang ada, seperti 11,09 persen umat berharap PHDI lebih memperhatikan kondisi umat di daerah khususnya daerah di pelosok Nusantara, 8,65 persen umat berharap PHDI merespon dengan cepat segala permasalahan umat, 7,54 persen umat berharap PHDI lebih banyak lagi mengayomi dan melakukan pembinaan umat dibidang Agama, sebanyak 6,43 persen umat berharap PHDI melakukan pembinaan dalam bidang SDM dan ekonomi umat, sebanyak 6,21 persen umat berharap PHDI tetap mengayomi seluruh komponen Hindu yang berdasarkan ajaran weda (sekte, sampradaya ataupun aliran lainnya), sebanyak 5,99 persen umat berharap PHDI harus tegas menyikapi permasalahan umat, sebanyak 5,10 persen umat berharap PHDI harus independen, mandiri dan memiliki dana organisasi yang kuat. 

Harapan lainnya, umat berharap PHDI Membina dan memberi kebijakan tentang keberagaman adat / kearifan lokal tiap daerah, Mampu menjadi pelayan penegak dan pengayom umat Hindu Indonesia, PHDI agar dapat memfasilitasi semua permasalahan warga Hindu, Bekerjasama dengan lembaga Hindu yang lain untuk mewujudkan database umat Hindu yang valid yang sampai hari ini belum terwujud, Membina dan memberi kebijakan tentang keberagaman adat / kearifan lokal tiap daerah, pendidikan umat bisa lebih maju sehingga tidak tertinggal dari umat non hindu, PHDI harus mempersatukan umat agar tetap guyub. 

Harapan lainnya, PHDI diminta mensosialisasikan setiap keputusan, program dan kebijakan secara berjenjang, PHDI harus menjadi problem solve dan mampu mencari jalan tengah setiap permasalahan umat, PHDI harus gandeng anak muda untuk publikasi dan meningkatkan eksistensi, PHDI agar membentuk lembaga pendidikan formal Hindu tiap daerah dan memperbanyak guru agama, harus ada sinergi tiga organ PHDI (sabha pandita, sabha walaka dan pengurus harian), PHDI Pusat agar proaktif meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan PHDI Daerah, PHDI agar Lebih aktif melibatkan organisasi pemuda. 

Merangkul seluruh umat Hindu Nusantara tidak hanya Hindu Bali, Aktif sebagai kontrol kebijakan dan sinergi Pemerintah agar meningkatkan keberpihakan kepada umat Hindu khususnya anggaran, Harus lebih aktif dan inovatif serta memanfaatkan media sosial sebagai sosialisasi ajaran agama, PHDI diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan sulinggih yang banyak muncul akhir-akhir ini, PHDI agar mengayomi seluruh elemen umat Hindu di Indonesia tanpa diskriminasi, PHDI agar membuat pedoman upakara sehingga dapat diikuti seluruh umat dimanapun, PHDI memberi penyuluhan tentang sampradaya agar tidak salah tafsir, PHDI Harus bisa menyatukan segala ormas atau perkumpulan yg berbasis hindu  dan kolaborasi antar ormas, PHDI diharapan bersama organisasi atau lembaga terkait untuk mendorong pemerintah menjadikan Candi Prambanan sebagai tempat ibadah umat Hindu Nasional dan Internasional, 

Ada juga hal yang disampaikan umat kepada PHDI, seperti calon ketum PHDI sebaiknya tidak mantan prajurit sehingga lebih independen yang disampaikan 0,67 persen, sebanyak 2,22 persen meminta PHDI mencabut pengayoman terhadap sampradaya asing ( Hare Krisna dan Sai Baba), dan sebanyak 3,33 persen meminta PHDI tidak lagi mengayomi sampradaya. 

Karakteristik responden.

Umat hindu yang berpartisipasi dalam survey aspirasi ini didominasi usia 21 sd 30 tahun sebanyak 30,64 persen, responden dibawah 20 tahun sebanyak 21,75 persen, responden berusia diatas 31 sd 40 tahun sebanyak 23,51 persen, responden usia 41 sd 50 tahun sebanyak 16,57 persen dan responden diatas 50 tahun sebanyak 17,53 persen. Hal ini menujukan, generasi muda Hindu memiliki kepedulian yang cukup tinggi terhadap PHDI dan keumatan, sehingga sangat penting dilibatkan, sebagai generasi penerus pembangunan bangsa, negara dan Hindu Nusantara. 

Dari sisi pendidikan, mayoritas responden berpendidikan S1 sebanyak 54,53 persen, responden S2 dengan 21,97 persen, disusul SMA 13,49 persen, D1 sd D3 sebanyak 6,74 persen, S3 sebanyak 2,89 persen dan SMP 0,39 persen. Dari sisi jenis kelamin, 74,37 persen laki-laki dan 25,53 persen perempuan. Tingkat pendidikan ini memberikan pekerjaan penting buat kita bersama, untuk meningkatkan potensi kemajuan SDM umat, khususnya dari sisi pendidikan, agar sarjana – sarjana Hindu terus bertambah, baik yg S1, S2 dan S3. 

Dari keterwakilan wilayah atau provinsi, didominasi dari Bali sebanyak 48,36 persen, Jawa Timur 7,51 persen, DKI Jakarta 4,82 persen, Lampung 4,82 persen, Banten 4,43 persen, Nusa Tenggara Barat 4,24 persen, Jawa Barat 3,66 persen, Kalimantan Tengah 3,66 persen, Sulawesi Tenggara 2,70 persen, Jawa Tengah 2,50 persen, Sulawesi Selatan 2,12 persen, Sulawesi Tengah 2,12 persen, Sumatera Selatan 1,16 persen dan provinsi lainnya dibawah 1 persen. 

Informasi Mahasabha dan Internal PHDI Pusat. 

Mayoritas responden mengetahui dalam waktu dekat akan ada pelaksanaan Mahasabha, sebanyak 76,30 persen tau aka nada Mahasabha, dan 23,70 persen tidak tau. Terkait pengurus atau personalia PHDI Pusat, sebanyak 59,73 persen tidak tau, dan 40,27 persen tau personalia PHDI Pusat.

Terkait keterlibatan umat dalam kegiatan keumatan yang diadakan PHDI, sebanyak 51,64 persen terlibat dan sebanyak 48,36 persen tidak terlibat. Terkait peranan Ketua Umum PHDI Pusat dalam menyikapi persoalan keumatan saat ini, sebanyak 53,18 persen menyatakan berperan, 40,08 persen kurang berperan dan 6,74 persen tidak berperan. 

Kebijakan yang dibuat oleh pengurus harian PHDI Pusat dalam menyikapi persoalan keumatan, sebanyak 47,01 persen menyatakan sesuai dengan kebutuhan umat, sebanyak 45,66 persen menyatakan kurang sesuai dengan kebutuhan umat dan sebanyak 7,32 persen menyatakan tidak sesuai dengan kebutuhan umat. 

Aspirasi Umat Terkait Calon Ketua Umum PHDI Pusat. 

Responden mayoritas menyampaikan, sebanyak 13,76 persen responden meminta calon ketum PHDI Pusat bebas dari sampradaya, 9,17 persen tegas dan berintegritas, 8,26 persen calon Ketum netral, sebanyak 7,34 persen calon ketum cinta dengan adat budaya tradisi dan kearifan lokal Nusantara, 7,34 persen harus mapan dari sisi finansial, sebanyak 6,42 persen calon ketum paham teologi Hindu Nusantara, menjunjung tinggi pluralism dan nasionalisme, serta inovatif dan kreatif.

Sebanyak 4,59 persen calon Ketum PHDI pusat tidak harus dari Bali, sebanyak 3,67 persen responden menyampaikan calon Ketum PHDI Pusat agar sering kelapangan/kunjungan kerja kedaerah dan tidak harus dari kalangan meliter. 

Sebanyak 2,75 persen responden menyampaikan, calon Ketum PHDI memiliki akses ke Istana/parlemen dan pemerintah pusat, dan syarat lainnya yang harus dimiliki calon ketum PHDI Pusat, yaitu; Mampu menjadi figur pemersatu umat, Memahami Hindu Bali, Berpikiran terbuka & fleksible, Sudah masuk organisasi PHDI / berpengalaman dalam PHDI, Mampu mencari sumber dana PHDI, Memiliki dana pribadi untuk dana talangan minimal Rp 5M, Punya akun sosmed, Minimal pendidikan S2, Umur maksimal 60 tahun, Bersedia mengurus organisasi secara penuh waktu, Harus di gaji dan professional, Peduli pemuda / dekat degan pemuda. 

Calon Ketua Umum PHDI Pusat

Sesuai aspirasi responden, berikut tokoh-tokoh Hindu baik daerah maupun nasional yang dicantumkan dalam survei untuk dimintakan pendapat responden, juga diberikan kebebasan umat atau responden untuk menyampaikan nama-nama tokoh Hindu yang dirasa mampuni mejadi calon Ketua Umum PHDI Pusat. 

Dari total 60 nama Tokoh Hindu yang direkomendasikan responden, didapat 10 nama teratas, yaitu;

  1. Gede Pasek Suardika dengan, 14,26%
  2. Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, 10,06%
  3. Made Mangku Pastika, 9,93 %
  4. AAGN Ari Dwipayana, 7,42%
  5. Ida Bagus Yudha Triguna, 7,29%          
  6. IB. Rai Mantra, 6,45%
  7. I Gusti Ngurah Sudiana, 3,87%
  8. Ketut Untung Yoga Ana, 3,48%
  9. I Ketut Donder, 3,29%
  10. Prabu Dharmayasa, 2,71%. 

Metodologi Survei Aspirasi Generasi Muda Hindu. 

Mengingat keterbatasan yang ada, baik SDM, juga kondisi pandemic covid-19, sehingga terjadi pembatasan aktivitas hampir seluruh wilayah Indonesia, sulit mengandalkan survei tatap muka langsung dengan responden. 

Oleh karena itu, survey mengguakan Google Form yang menggandalkan media social, baik lewat WA, group WA, FB, IG, email, dan juga kontak telepon kepada responden seluruh Indonesia, juga mengirimkan link  ke kampus-kampus Hindu, Organisasi Hindu, dengan, sampel sebanyak 1.550 responden yang langsung berpartisipasi secara sukarela, tanpa ada metode pemilihan atau penentuan karakterisstik responden, pada rentang April hingga Juli 2021. 

Tim Survei Aspirasi Generasi Muda Hindu Dalam Rangka Mahasabha Parisada Hindu Dharma Indonesia Tahun 2021. 

  1. Yan Mitha Djaksana ( DPN Peradah Indonesia);
  2. Putu Yoga Saputra ( PP KMHDI );
  3. I Gde Dharma Nugraha ( DPP ICHI);
  4. D.Sures Kumar (DPP Persadha Nusantara);
  5. Ananta Wijaya (Media Hindu)
  6. Wisnu Oka Wirawan
  7. Putu Nopa Gunawan.

Cp :       Sures                : 0821 1304 3997

            Dede                 : 0815 5880 5505

            Yan Mitha          : 0819 1655 4091

            Yoga                 : 0853 8024 2498

            Oka                  : 0858 8844 8458

            Nopa                 : 0853 9969 3332

Share:

administrator