SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Jakarta, kmhdi.org – Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) menggelar Rembuk Bulanan KMHDI edisi September yang membahas buku karya Paulo Pierre berjudul Pendidikan Kaum Tertindas.

Kegiatan Rembuk Bulanan ini menghadirkan Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan PC KMHDI Badung, I Gusti Arya Dhyananda sebagai pemabahas buku, yang diikuti oleh seluruh Pimpinan Cabang dan Daerah KMHDI secara daring pada Rabu, (29/09).

Arya Nanda, menjelaskan buku ini sangat membuka nalar kritis, karena kita dihadapkan dengan situasi yang ada di lingkungan kita dan kita tidak sadari sebenarnya itu adalah masalah besar.

“Konsep pendidikan hadap-masalah yang diterapkan sebagai pendidikan partisipatif mengedepankan bahwa pendidikan seharusnya didasari oleh masalah yang ada, nyata dan dirasakan. Buku ini menjabarkan bagaimana pendidikan itu yang seharusnya membebaskan akan tetapi justru menjadi instrumen untuk mengatur dan mengendalikan manusia lain,” jelas Arya Nanda saat membahas buku Pendidikan Kaum Tertindas

Arya Nanda juga menambahkan buku Pendidikan Kaum Tertindas yang menawarkan metode dialog kritis sangat relevan dengan sistem kaderisasi KMHDI yang outputnya adalah membentuk kader menjadi seorang pemikir, penggagas dan penggerak. Ia pun berpesan agar buku ini menjadi bacaan wajib bagi seluruh kader KMHDI.

Hal serupa juga disampaikan Putu Andre Juliana, mengatakan buku ini bisa menjadi referensi bagi cabang dan daerah dalam melakukan sistem kaderisasi. Hal ini karena buku ini menawarkan metode-metode yang bisa menggugah nalar kritis kita dalam berproses di KMHDI.

“Buku ini menawarkan metode-metode pendidikan yang saya kira bisa diaplikasikan teman-teman daerah dan cabang dalam proses kaderisasi,” ungkap Andre

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang KMHDI Palopo, Komang Jordi mengatakan buku ini sebetulnya memberitahu bahwa sistem pendidikan di Indonesia harus dievaluasi. Hal ini karena sistem pendidikan Indonesia pada prakteknya sangat berorientasi pada mencetak pekerja untuk memenuhi kebutuhan Industri.

“Pada prakteknya sistem pendidikan kita sangat berorientasi pada pemenuhan kebutuhan Industri. Sehingga pendidikan membebaskan sebagaimana konsep Paulo Pierre dalam bukunya tidak diejawantahkan dalam sistem pendidikan Indonesia,” terang Jordi

Terakhir, Ketua Departemen Kajian dan Isu PP KMHDI, Teddy Chrisprimanata Putra mengatakan kegiatan Rembuk Bulanan edisi September dengan membahas buku Pendidikan Kaum Tertindas merupakan kelanjutan dari edisi Agustus.

Ia juga menambahkan kegiatan Rembuk Bulanan ini nantinya akan bermuara pada mengajak kader menulis essay dengan berlandaskan konsep-konsep pemikiran buku Pendidikan Kaum Tertindas.

“Rembuk Bulanan Edisi September adalah lanjutan dari edisi Agustus kemarin. Apa yang kemudian didiskusikan pada Rembuk Bulanan ini bisa dijadikan referensi dan rujukan nantinya bagi kader-kader KMHDI di cabang dan daerah. Hal ini karena sesuai dengan Program Kerja yang ditetapkan dalam Rakernas kemarin, bahwa akan ada program penulisan Essay,” terang Teddy Chrisprimanata Putra saat menutup acara Rembuk Bulanan.

Share:

administrator