SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Jakarta, kmhdi.org (12/10)- Pengurus Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) mendesak Akademisi Ida Ayu Made Gayatri melakukan permohonan maaf secara terbuka di media sosial.

Hal ini dilakukan setelah Ida Ayu Gayatri menyampaikan statement dalam kegiatan zoom meeting, yang menyatakan KMHDI berafiliasi dengan Vishva Hindu Parishad (VHP).

Dalam Surat terbuka yang dikeluarkan Selasa, (12/10/2021), PP KMHDI menepis tuduhan yang menyatakan KMHDI berafiliasi dengan Vishva Hindu Parishad (VHP) yang dikategorikan sebagai organisasi teroris.

“Berdasarkan Anggaran Dasar KMHDI Bab II tentang Asas, Sifat dan Tujuan, pasal 2 menyatakan KMHDI berasaskan Pancasila dan pasal 4 ayat (2) menyatakan KMHDI bertujuan untuk memelihara dan mengembangkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berkeadilan sosial,” ungkap Ketua Presidium PP KMHDI, I Putu Yoga Saputra.

Selain itu, Yoga Saputra menegaskan bahwa Garis-Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) tentang Pola Dasar Pengembangan Organisasi mengacu pada Undang-Undang Dasar 1945.

Melalui aturan-aturan tersebut, Yoga Saputra menilai tuduhan yang dilakukan Dayu Gayatri tidak berdasar. Pihaknya pun merasa dirugikan terhadap statement tersebut.

“Pernyataan yang dikeluarkan oleh Ibu Gayatri, terkait KMHDI berafiliasi dengan organisasi yang dikategorikan teroris berpotensi merugikan KMHDI. Stigma-stigma tersebut akan rentan mengganggu proses organisasi di cabang Dan daerah,” ungkap Yoga Saputra.

Berdasarkan pertimbangan tersebut pihaknya meminta dan mendesak agar Ida Ayu Gayatri mengklarifikasi dan memohon maaf secara terbuka melalui media sosial (maksimal 2×24 jam). Apabila tidak diindahkan, maka KMHDI akan menempuh jalur hukum.

Share:

administrator