SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Bangli, kmhdi.org – Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Bangli laksanakan Ngobrol dan Mengoreksi Informassi (Ngoreksi) kelima secara daring melalui Google meet pada Kamis, (28/10).

Mengusung tema “Peran Generasi Muda untuk Menghadapi Tantangan 100 Tahun Kedepan” diskusi yang dilaksanakan 28 Oktober ini bertujuan untuk mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam bersatu, bangkit dan tumbuh di tengah pandemic covid-19.

“Pemuda adalah agent of change yang memiliki peranan sangat penting dalam memperjuangkan harkat dan martabat bangsa. Namun, dizaman sekarang masih saja dijumpai berbagai fenomena degradasi moral yang harus diperhatikan dan diwaspadai agar tidak mengganggu peran kita sebagai agent of change” ucap Ketua PC KMHDI Bangli Ni Luh Noviani melalui sambutannya.

Selaras dengan itu, I Kadek Nova Semadi selaku pemantik  dalam diskusi ini menyampaikan bahwa perkembangan dunia dan kemajuan teknologi menjadi tantangan dan peluang yang dibebankan kepada pemuda sebagai generasi penerus bangsa.

“Generasi muda harus siap dengan tantangan yang mungkin akan dihadapi dimasa depan. Oleh karena itu, perkembangan teknologi bukan lagi dianggap kemewahan, namun sebagai sebuah normalitas. Pemuda harus selalu berkarya dan belajar untuk menguasai teknologi” Ungkap Nova panggilan akrabnya.

Antusias keikutsertaan peserta dalam diskusi sangat luarbiasa, mulai dari munculnya pertanyaan-pertanyaan yang dikumandangkan membuat diskusi semakin seru. Salah satunya Ketua Demisioner PC KMHDI Badung, Bung Suki bertanya tentang mayoritas masyarakat Indonesia enggan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Yoga Siwananda selaku Pemantik kedua dalam diskusi ini menyampaikan bahwa biaya yang relative besar dan dunia industry lebih membutuhkan keterampilan pekerja dengan pengalaman yang mempuni walaupun menamatkan pendidikan hanya pada jenjang SMK.

“Kebanyakan masyarakat Indonesia berasal dari beragam background yang berpendapat bahwa tidak selamanya sekolah tinggi dengan gelar yang menterang dibutuhkan di dunia industri. Selama orang tersebut mau meningkatkan diri dan mengasah kemampuan serta memiliki kemampuan yang dibutuhkan di industri, maka individu tersebut dapat bersaing di dunia industri” Ujar yoga Siwananda.

Sementara itu, I Kadek Nova Semadi selaku pemantik pertama juga menambahkan bahwa selain biaya dan waktu, di Indonesia paradigma tentang tujuan Pendidikan adalam untuk mendapatkan Kerja.

“Kebutuhan di dunia kerja yang tidak hanya mementingkan gelar. Namun, kemampuan praktis menyebabkan banyak orang beranggapan bahwa kuliah selama 1 tahun sudah cukup karena tujuan akhir dari Pendidikan adalah mendapatkan pekerjaan” Imbuhnya pada pertanyaan Bung Suki.

Share:

administrator