SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Oleh : Ketut Wiranto – PC KMHDI Metro

Di tengah kemajuan teknologi yang semakin cepat Bangsa Indonesia tengah dihadapkan pada krisis karakter yang cukup meprihatinkan. Hal ini tidak terlepas dari proses pembelajaran yang cenderung mengajarkan pendidikan moral dan budi pekerti hanya sebatas teks dan kurang dipersiapkan pada siswa dalam menghadapi kehidupan yang kontradiktif. Permasalahan ini sebenarnya sangat strategis bicarakan pada kalangan intelektual muda Hindu khususnya Mahasiswa Hindu untuk mengetahui ralita pendidikan Indonesia.

Sebagai sebuah Negara berkembang yang tengah menghadapi kemajuan teknologi yang terus berkembang pula, Pemerintah Indonesia sangat berkewajiban dalam menjamin kualitas sumber daya manusianya. Melalui sekolah-sekolah, pelaksanaan pendidikan harus terus dimaksimalkan. Selain sebagai tempat mendapatkan ilmu pegetahuan secara umum, sekolah juga memiliki kewajiban dalam mengajarkan pendidikan karakter bagi seluruh siswanya guna terbentuknya sumber daya manusia yang berkarakter.

PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER

Pentingnya pendidikan karakter didalam proses pembelajaran di sekolah jelas tertulis pada Undang-undang No 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam pengertiannya karakter manusia adalah watak, tabiat, akhlak atau kepribadian yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan yang diyakini dan digunakan sebagai landasan cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak (UU Sisdiknas, 2003).

Seorang filsuf Yunani juga menyatakan tentang pentingnya pendidikan karakter. Menurut Plato, pendidikan adalah sesuatu yang dapat membantu perkembangan individu dari jasmani dan akal dengan sesuatu yang dapat memungkinkan tercapainya sebuah kesempurnaan. Dari pernyataan tersebut dapat meyakinkan kita semua bahwa pendidikan karakter sangat penting diberikan kepada peserta didik diberbagai jenjang pendidikan formal maupun non formal. Dan dalam pelaksanaannya pendidikan karakter dapat diberikan bersinergi dengan mata pelajaran tertentu atau diberikan berdiri sendiri. Lalu bagaimana pelaksanaan pendidikan karakter saat ini?

KRISIS KARAKETER DI ZAMAN KALIYUGA

Zaman kaliyuga atau juga disebut dengan zaman kegelapan merupakan kenyataan bahwa ajaran kebenaran dan kesadaran sebagai umat manusia lambat laun akan semakin berkurang. Hal tersebut dapat dilihat dari pelaksanaan pendidikan karakter di setiap jenjang pendidikan masih sangat jauh dari harapan kita semua. Merabahnya perilaku tidak jujur, meningkatnya khasus tindak kriminalitas yang terjadi di tengah masyarakat, serta lahirnya praktik korupsi yang ditandai dengan tereduksinya moralitas dan nurani sebagian dari kalangan birokrasi baik secara vertical dan horizontal. Hal ini merupakan sebagian contoh kecil yang menujukkan bahwa bangsa Indonesia sedang mengalami krisis karakter yang sangat parah.

Krisis karakter ini terjadi karena sistem sosial yang belum mampu mengatasi kebutuhan situasional yang muncul akibat dari perubahan sosial yang terjadi begitu cepat. Kemudian sistem pendidikan nasional yang sejatinya sudah sangat mendukung tujuan-tujuan pembentukan karakter kenyataannya gagal tercapai oleh karena kurang mampu terkondisikan disemua lingkungan sosial pendidikan. Sinergi dari lingkungan-lingkungan sosial pendidikan masih sangat perlu ditingkatkan. Karena keduanya memiliki peran sama besar dalam proses pembentukan karakter di tangah zaman kaliyuga ini.

PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI PANDIDIKAN AGAMA

Jika kita memiliki pemahaman yang sama, sejaitnya pendidikan karakter memiliki makna dan esensi yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi manusia supaya menjadi manusia yang lebih baik. Melalui pendidikan agama, karakter seseorang akan dapat dipengaruhi. Karena melalui pendidikan agama lah seseorang lebih termotivasi untuk berbuat yang lebih baik. Tanpa adanya ajaran agama, manusia tidak akan pernah mengerti untuk apa dia hidup dan apa tujuan mereka hidup.

Dalam Kitab Sarasamuscaya sloka 177 juga disebutkan tujuan dari mempelajari pustaka suci Weda adalah untuk mendapatkan ilmu pengetahuan untuk memperbaiki prilaku dan kebiasaan hidup. Hal tersebut dapat menunjukkan bahwa melalui pendidikan agama lah karakter seseorang bisa dibentuk menjadi lebih baik lagi. Sehingga kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini tidak akan merugikan manusia itu sendiri.

PASRAMAN SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN BERBASIS AGAMA HINDU

Selain menjadi agama tertua di Indonesia, Agama Hindu memiliki pemeluk yang tersebar di beberapa wilayang di Indonesia. Akan tetapi sebaran pemeluk agama Hindu yang tidak terbilang cukup banyak di beberapa wilayah tersebut berdampak dengan pendidikan agama Hindu yang didapat oleh setiap anak-anak yang beragama Hindu. Masih banyak sekali peserta didik yang berada pada berbagai jenjang pendidikan formal Negeri yang tidak mendapatkan Guru Pendidikan Agama Hindu. Hal tersebut tentunya akan berdampak kepada pendidikan karakter setiap peserta didik.

Keberadaan Pasraman sebagai sebuah lembaga pendidikan alternatif berbasis agama Hindu sangat di perlukan untuk menjawab persoalan di atas. Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan PP No. 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan menjelaskan bahwa “Pasraman adalah satuan pendidikan formal maupun non formal”. Selain itu, didalam peraturan tersebut juga menegaskan bahwa “pendidikan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu agama yang berwawasan luas, kritis, kreatif, inovatif dan dinamis dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia”. Oleh karenanya sangat menarik sekali untuk kita melihat pasraman sebagai lembaga pendidikan ditinjau dari sudut pandang sistem pendidikan nasional, fungsi dan tujuan pasraman sebagai lembaga pendidikan serta lembaga pengembangan umat Hindu.

Jika kita telaah secara baik, pasraman bukan hanya sekedar lembaga pendidikan keagamaan semata. Namun di dalam pendidikan pasraman juga merupakan sebagai media transformasi kebudayaan serta sebagai media pembentuk keperibadian dan pengembangan karakter. Maka dari itu pasraman sejatinya menjadi lembaga yang menyiapkan umat Hindu untuk dapat menjadi warga Negara yang baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang berideologikan Pancasila.

KADER KMHDI WAJIB MENGAMBIL PERAN

Sebagai seorang kader KMHDI yang memiliki empat jati diri KMHDI yaitu Religius, Humanis, Nasionalis, dan Progresif sudah seharusnya mengambil peran dalam membantu menghadapi permasalahan yang ada dalam dunia Pendidikan. Berbekal ilmu pengetahuan yang didapatnya dari bangku perkulihan dan pendidikan kaderisasi di dalam organisasi KMHDI menjadikan suatu alasan mengapa peran kader KMHDI sangat dibutuhkan.

Pengembangan pasraman formal mulai dari setingkat TK yang disebut Pratama Widya Pasraman hingga setingkat perguruan tinggi yang disebut Maha Widya Pasraman sangat di perlukan dalam upaya penanggulangan krisis pendidikan karakter di zaman kaliyuga ini. Selain itu juga, pengembangan pasraman non formal atau biasa kita sebut dengan pasraman minggu menjadi alternatif untuk wilayah yang tidak memungkinkan dibentuknya pasraman formal.

Melalui lembaga pendidikan berbasis agama Hindu inilah kekhawatiran akan krisis pendidikan karakter dan keseimbangan hidup manusia akan tetap terjaga. Dan kita sebagai mahasiswa Hindu dan kader KMHDI yang sering disebut juga dengan sebutan agent of change memiliki peran besar dalam mebangun kehidupan berbangsa dan bernegara.

DAFTAR PUSTAKA

Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Di akses dari https://pusdiklat.perpusnas.go.id/regulasi/download/6 pada tanggal 18 Februari 2022

Pendidikan adalah Proses Pengubahan Sikap. Di akses dari https://upttikp.dindik.jatimprov.go.id/web/index.php/berita/141-pendidikan-adalah-proses-pengubahan-sikap-kenali-pengertiannya-menurut-para-ahli pada tanggal 18 Februari 2022

Dr. Drs. I Wayan Suwendra, S.Pd., M.Pd. 2018. Bunga Rampai Pendidikan Karakter Model Agama Hindu. Badung: Nilacakra

I Nyoman Kajeng, DKK. SARASAMUSCAYA Dalam Bahasa Indonesia.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan. Di akses dari https://simpuh.kemenag.go.id/regulasi/pp_55_07.pdf pada tanggal 18 Februari 2022

I Wayan Agus Gunada.2021. Pasraman : Pendidikan Keagamaan Hindu dalam Sistem Pendidikan Nasional Posisi, Tujuan dan Fungsinya. Di akses dari https://prosiding.iahntp.ac.id/index.php/seminar-nasional/issue/view/9 pada tanggal 18 Februari 2022

Share:

administrator