SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Oleh : Tri Kinarsih – PC KMHDI Surabaya

Pendahuluan

Dunia telah dilanda problem yang sangat mengejutkan dengan menyebarnya pandemik virus bernama COVID-19 atau Coronavirus Disease 2019 yang sampai saat ini telah menjadi perbincangan di seluruh pelosok negeri. Berawal dari kota Wuhan, China telah membuat sebuah kejadian luar biasa yang tidak terbayangkan sebelumnya. Fenomena yang mematikan banyak sektor di suatu negara, bukan perang senjata, melainkan berperang dengan mikroorganisme, sehingga manusia dipaksa untuk membiasakan gaya hidup sehat.

Adanya pandemi virus corona menjadi sebuah penghambat yang sangat merugikan khususnya dalam dunia pendidikan. Banyak kendala dialami oleh peserta didik maupun pendidik dalam pembelajaran di masa pandemi ini yang memberikan pengalaman luar biasa. Pendidik yang sebelumnya mengabaikan tentang pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi kini harus belajar menggunakan teknologi tersebut sebab pembelajaran dilakukan secara daring dan luring yang tentu saja tidak lepas dari media pembelajaran seperti: Google Class Room, Zoom, Google Meet, Whatsapp dan lain-lainnya. Lantas bagaimana pengaruh perubahan pembelajaran tersebut dengan pendidikan agama hindu saat ini?

Pembahasan

Akhir – akhir ini medsos dibanjiri dengan adanya endemi pandemi covid-19 atau lebih dikenal dengan istilah virus corona. Karena kemunculannya yang menggegerkan dalam global, pendidikan pun ikut serta mengalami polemic yang signifikan. Ditengah hantaman keras virus corona yang ada, permasalahanpun timbul satu – persatu. Diketahui bahwa pendidikan adalah ujung tombak dalam mencetak kualitas sumber daya insan yang unggul serta bermartabat dalam membuat generasi berkarakter. Dengan merebaknya pandemi covid-19 tanpa sadar problem pendidikan sudah diabaikan. Walaupun pandemi covid-19 semakin menggila, tentu pembelajaran harus tetap dilaksanakan walaupun terdapat banyak tantangan serta konsekwensi. Permasalahan tenaga kependidikan yang ada di instansi sekolah Negeri maupun Swasta diwajibkan menjalankan swadharmanya dari tempat tinggal masing – masing. Mulai taraf Paud sampai perguruan tinggi yang mempunyai pertarungan bervariasi.

Keterbatasan orang tua peserta didik dalam mengakses kecanggihan teknologi berbasis online yang diberikan oleh pengajar dari sekolah menjadi permasalahan utamanya. Dalam hal ini Tri Sentral pendidikan tidak dapat beroperasi maksimal karena dampak virus corona. Peranan Pendidikan agama Hindu menggunakan basic Tripitama (tigs pilar utama) dan Tri Hita Karana yang mempunyai efek pada dunia pendidikan akibat corona saat ini. Tiga pilar utama yaitu Tattwa (Pengetahuan), Susila (Penerapan) dan Acara (Daya Kreatifitas). Ketiga pilar ini tidak menyurutkan niat peserta didik untuk belajar dan niat guru untuk mengajar. Sehingga sistem komunikasi antara pengajar dan peserta didik terus terjalin secara efektif.

Dalam Tri Hita Karana memandang virus corona ini dapat dijalankan dengan adanya kesimbangan antara manusia dengan Sang Hyang Widhi (Parahyangan), selanjutnya adanya komunikasi yang solid antara sesama insan (Pawongan) untuk saling menjaga, serta adanya korelasi yang selalu padu antara insan dengan Alam (Palemahan). Dengan demikian untuk matakuliah teori dalam pembelajaran daring dapat berjalan efektif namun untuk matakuliah praktikum serta matakuliah lapangan sangatlah kurang efektif. Namun jika dibandingkan antara resiko dengan efektivitas pembelajaran tentu saja daring dalam pendidikan agama hindu tergolong cukup efektif dalam meminimalisir penyebaran virus. Karena masih terdapat beberapa problem yang timbul berbarengan dengan sistem pembelajaran pada masa pandemi ini. Pembelajaran online secara psikologis berdampak pada kurangnya terjalin korelasi psikologis antara pendidik dengan peserta didik. Sehingga taraf kedekatan antara guru dengan siswa berjalan secara mekanik, kurang melibatkan perasaan. Guru tidak mampu memantau atensi siswa terhadap materi yang diberikan, apakah peserta didik berfokus mengikuti pembelajaran atau sambil bermain.

Selain itu pembelajaran menggunakan media zoom, g-meet, ataupun youtube streaming memunculkan banyak gangguan mulai dari audio maupun visual apabila jaringan tidak stabil. Apalagi jika pembelajaran melalui google classroom, e-learning, dan WAG dimana komunikasi bersifat satu arah dari guru ke siswa, kurang memberikan kesempatan komunikasi siswa ke pengajar.  Karena pada dasarnya pembelajaran online adalah metode pembelajaran baru, serta dilaksanakan secara mendadak, maka bagi peserta didik maupun pendidik belum mempersiapkan segala sesuatunya secara matang karena semuanya dilakukan menggunakan persiapan seadanya serba meraba-raba.

Masih banyak sekali kendala dan kesulitan permanen, bahkan akhir-akhir ini terdapat dilema baru yakni kelelahan dan kejenuhan dari pihak pendidik maupun peserta didik. Dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu selain mengaplikasikannya dalam kegiatan pengembangan diri yang berkaitan dengan sradha dan bhakti, melalui aktivitas ini pendidik bisa membangun karakter peserta didik. Perubahan tingkah laku peserta didik untuk beradaptasi secara langsung memberikan pengetahuan serta pengalaman sehingga dengan pembelajaran daring diharapkan siswa dapat membantu orang tuanya dirumah ketika melaksanakan hari raya suci keagamaan. Selain itu juga menanamkan ajaran agama Hindu menjadi pedoman atau hukum dalam bertingkah laku yang baik pada kesehariannya.

Pendidikan Agama Hindu pada kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini dianggap penting karena pembelajaran pendidikan agama Hindu dalam menjelaskan dasar-dasar kebenaran, bahwa agama adalah norma yang mampu membentuk karakter beretika melaksanakan nilai-nilai kebenaran agama (dharma agama) dan aturan-aturan negara (dharma negara). Sistem pembelajaran yang terjadi sekarang hanya sebagai cara mentrasferkan ilmu pengetahuan anak secara intelektual saja, dari segi spiritual ataupun secara emosional dalam pembentukan karakter anak mengalami kesulitan untuk dibentuk dengan baik.

Penutup

Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan pada bagian sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa para guru, orang tua siswa dan pemerintah harus bersinergi dan bekerjasama di dalam mengupayakan terjadinya proses pembelajaran. Perubahan sistem pada dunia pendidikan sebagai akibat dari kebijakan pemerintah khususnya Menteri pendidikan dan kebudayaan yang membawa pengaruh terhadap system pembelajaran yang serba coba-coba, akibat maraknya penyebaran Covid-19. Pembelajaran pendidikan agama Hindu diartikan sebagai suatu upaya menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa belajar agama Hindu. Istilah pembelajaran pendidikan agama Hindu menggambarkan upaya untuk membangkitkan inisiatif dan peran siswa dalam keagamaan. Pembelajaran terus menekankan pada bagaimana upaya guru atau tenaga pendidik untuk mendorong atau memfasilitasi siswa belajar, dan tidak menekankan pada apa yang dipelajari siswa. Istilah pembelajaran lebih menggambarkan bahwa siswa lebih berperan dalam mengkontruksikan pengetahuan bagi dirinya.

DAFTAR PUSTAKA

(Anggreni, 2016)Anggreni, N. M. (2016). Konstruksi Budaya Mutu Relevansinya Dengan Manajemen Mutu Guru Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu. Jurnal Penjaminan Mutu, 2(2), 84. https://doi.org/10.25078/jpm.v2i2.75

Astawa, I. N. S. (2018). Pola Pendidikan dalam Perspektif Pendidikan Hindu. Satya Widya: Jurnal Studi Agama, 1(1), 88–110. https://doi.org/10.33363/swjsa.v1i1.40

Susi, S. (2021). Upaya Membentuk Karakter Anak Melalui Pendidikan Agama Hindu Di Masa Pandemi. Prosiding Seminar Nasional Institut Agama Hindu …, 5, 151–161. http://prosiding.iahntp.ac.id/index.php/seminar-nasional/article/view/155

Wiguna, I. B. A. A., & Dewi, K. A. T. R. (2020). Strategi Guru Dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran Etika Hindu. Jurnal Penjaminan Mutu, 6(2), 210–220.

Share:

administrator