SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Oleh : Desak Gede Desita Pramesti Cahyani – PC KMHDI Denpasar

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan hal yang sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Pendidikan sangat mempengaruhi perkembangan setiap manusia dalam menjalani kehidupan. Manusia membutuhkan pendidikan untuk merubah kualitas diri agar menjadi lebih baik serta memahami hal yang salah dan benar. Pada lingkup keluarga, pendidikan sangat berarti pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Pembentukan karakter dimulai pada keluarga sehingga proses psikis anak terpengaruhi oleh pola asuh keluarga. Pada lingkup sekolah, pengetahuan yang diajarkan lebih bersifat sains ataupun teori yang lebih menekankan pada aspek kognitif tetapi masih disayangkan pendidikan karakter lebih banyak banyak hanya terekspos pada mata pelajaran Agama Hindu. Pendidikan Agama Hindu merupakan mata pelajaran yang wajib diajarkan dari jenjang terkecil hingga perguruan tinggi.

Paradigma yang terjadi pada pendidikan agama Hindu di Indonesia adalah ketidaksinambungan pembelajaran di beberapa daerah mengingat umat Hindu yang menyebar diseluruh Indonesia. Fenomena tersebut  terjadi sebab masih kurangnya tenaga pendidik yang serta pengetahuan dasar agama pada keluarga masih kurang. Beberapa dari siswa diluar bali, biasanya mengikuti kegiatan pasraman yang dilakukan pada hari tertentu, beberapa dari mereka belajar secara otodidiak hingga ada yang tidak pernah merasakan pendidikan Agama Hindu. Keterbatasan yang masih menimpa saat ini masih menjadi tantangan terhadap eksistensi pendidikan agama Hindu di Nusantara.

Konsep pendidikan agama Hindu seharusnya memiliki acuan serta struktur yang jelas. Acuan agar pendidikan agama Hindu dapat dinikmati oleh seluruh siswa Hindu di Nusantara. Struktur yang jelas agar pembelajaran agama Hindu terarah dengan baik agar tidak terjadi ketimpangan. Dalam pelaksanaan pengajaran pendidikan agama Hindu, perlu diperhatikan bahwa karakteristik peserta didik yang berasal dari berbagai status sosial, latar belakang, kepercayaan, serta budaya. Perlu adanya sebuah sistem baru bagi pendidikan agama Hindu yaitu implementasi teori multiple intelligences pada pendidikan agama Hindu.

TEORI MULTIPLE INTELLIGENCES (KECERDASAN MAJEMUK)

Kecerdasan menurut arti bahasa merupakan pemahaman, kecepatan, dan kesempurnaan sesuatu (Indria, n.d.). Dalam dunia pendidikan, teori multiple intelligences mulai diterima lebih melayani semua kecerdasan yang dimiliki anak. Konsep multiple inteligences berdampak pendidik lebih arif dalam menghadapi perbedaan anak-anak. Menurut Howard Gardner, terdapat delapan kecerdasan majemuk atau multiple intelligences, di antaranya:

  1. Kecerdasan Verbal Linguistik, Kecerdasan verbal-linguistik menekankan pada bidang lingustik, menyerap informasi, hingga mengimplementasikan fungsi bahasa.
  2. Kecerdasan Logis Matematis, Kecerdasan logis matematis menekankan pada kemampuan pada ilmu hitung, permainan logika dalam berbagai pola.
  3. Kecerdasan Spasial Visual, Kecerdasan spasial visual menekankan pada mengekspresikan imajinasi dalam bentuk karya.
  4. Kecerdasan Kinestik Jasmani, Kecerdasan ini menekankan pada koordinasi anggota tubuh dalam melalukan aktivitas fisik.
  5. Kecerdasan Musikal, Kecerdasan musikal menekankan pada kemampuan pada dunia musik dari memahami dan membuat melodi, irama, nada, vibrasi, suara, hingga memainkan alat musik.
  6. Kecerdasan Intrapersonal, Kecerdasan Intrapersonal menekankan kemampuan memahami diri sendiri atau love lyself.
  7. Kecerdasan Interpersonal, Kecerdasan Interpersonal menekankan pada kemampuan memahami dan berinteraksi dengan orang lain.
  8. Kecerdasan Naturalis, Kecerdasan naturalis menekankan pada kemampuan untuk mengenali dan mengkategorikan tanaman, hewan, dan benda-benda lain di alam, serta tertarik mempelajari yang baik untuk melihat perubahan yang terjadi di lingkungannya.

Dengan berkembangnya dan diterimanya konsep multiple intelligences dalam dunia pendidikan, para pendidik perlu untuk membantu dan mengamati tumbuh kembang anak dalam berbagai rencana, pelaksanaan dan evaluasi. Dalam konsep multiple intelligences, perbedaan setiap peserta didik tetap diterima dan dilayani. Horward Gardner mengakatakan ‘kita semua begitu berbeda karena pada hakekatnya kita memiliki kombinasi inteligensi yang berbeda. Jika kita sadari hal ini, setidaknya kita lebih berpeluang untuk mampu mengatasi secara tepat berbagai problem yang kita hadapi dalam hidup di dunia (Indria, n.d.). Dengan penerapan teori multiple intelligence, para pendidik lebih bijaksana dan menghargai untuk memfasilitasi perkembangan anak.

IMPLEMENTASI TEORI MULTIPLE INTELLIGENCE PADA PENDIDIKAN AGAMA HINDU

Setiap proses pembelajaran, seorang guru menginginkan agar proses pembelajaran berjalan dengan baik untuk meningkatkan kecerdasan. Pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, perlunya memiliki kecerdasan spiritual dalam upaya meningkatkan sradha bhakti. Masalah pendidikan agama Hindu yang masih belum tuntas yaitu ketidaksinambungan pembelajaran pada beberapa daerah. Fenomena ini membutuhkan adanya rekontruksi untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki siswa Hindu. Berikut ini adalah implementasi teori multiple intelligence dalam proses pembelajaran Pendidikan agama Hindu sebagai berikut :

  1. Kecerdasan Verbal Linguistik, Kecerdasan yang menekankan pada penggunaan bahasa. Dalam pembelajaran agama Hindu dapat menggunakan konsep dharma wacana. Dharma wacana merupakan media pembelajaran berbasis lisan dimana peserta didik berfokus pada guru yang sedang menjelaskan. Selain itu, dharma wacana juga mengajarkan public speaking pada peserta didik khususnya topik yang bernafaskan agama. Selanjutnya dengan konsep dharma tula sebagai wadah pertukaran ide, pendapat tentang pemahaman ajaran agama Hindu.
  2. Kecerdasan Logis Matematis, Pada ajaran agama Hindu, terdapat ajaran wariga yang melibatkan perhitungan urip, dsb. Dengan mengetahui ajaran wariga, kita bisa menentukan hari baik maupun tidak baik bagi kita untuk melaksanakan suatu acara.
  3. Kecerdasan Spasial Visual, Pada pendidikan agama Hindu, terdapat kitab Sulwasutra yang memuat berbagai ajaran mengenai peraturan-peraturan tata cara membuat tempat peribadatan dimana jika dikolaborasikan pada kebutuhan sekarang, imajinasi tersebut menjadi pembuatan sketsa rumah.
  4. Kecerdasan Kinestik Jasmani, Kecerdasan ini menekankan pada koordinasi anggota tubuh dalam melalukan aktivitas fisik. Pada pendidikan agama Hindu, seperti Yoga yang menjadi trend olahraga dunia. Selain itu seni tari yang beraneka ragam. 
  5. Kecerdasan Musikal, Pada pendidikan agama, konsep Kirthanam dapat diterapkan dalam meningkatkan sradha dan bhakti kepada Tuhan yang Maha Esa dengan melantunkan tembang-tembang suci/kidung.
  6. Kecerdasan Intrapersonal, Kecerdasan ini menekankan kemampuan memahami diri sendiri. Pada pengajaran agama Hindu, konsep meditasi sebagai upaya self-healing dari pikiran yang jenuh. Selain itu dengan kegiatan melukat untuk menyegarkan pikiran dan badan. Konsep Susila yang berlandaskan Tri Kaya Parisudha dan Tri Hita Karana.
  7. Kecerdasan Interpersonal, Kecerdasan ini menekankan pada kemampuan memahami dan berinteraksi dengan orang lain. Pada pengajaran agama Hindu, konsep Asta Brata, Panca Pramiteng Prabhu dan konsep kepemimpinan Hindu lainnya, konsep Tat Twam Asi.
  8. Kecerdasan Naturalis, Kecerdasan ini menekankan pada kemampuan adaptasi pada lingkungan. Pada pengajaran agama Hindu, konsep Tri Hita Karana sebagai tiga konsep manusia terhadap ciptaan alam yang saling berhubungan.

PENUTUP

Dari beberapa konsep Agama Hindu yang sesuai pada delapan kecerdasan berdasarkan Howard Gardner menjadikan pengajaran Pendidikan Agama Hindu membentuk kecerdasan spiritual. Penerapan teori Multiple Intelligences dapat memberikan solusi pada pendidikan agama Hindu kepada siswa Hindu di Nusantara. Kecerdasan spiritual memiliki peran yang penting dalam perkembangan anak agar menjadi generasi yang berkarakter. Oleh karena itu kita patut bangga menjadi umat Hindu Dharma sebagai agama yang mengajarkan segala dinamika pengetahuan.

DAFTAR PUSTAKA

Indria, A. (n.d.). MULTIPLE INTELLIGENCE.

https://revolusimental.go.id/kabar-revolusi-mental/detail-berita-dan-artikel?url=howard-gardner-dan-teori-kecerdasan-majemuk diakses pada 18 Februari 2022

Share:

administrator