SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Oleh : Ni Kadek Eka Ariani – PC KMHDI Karangasem

PENDAHULUAN

Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang sangat besar bagi perkembangan kehidupan manusia. Semua aspek kehidupan sangat terpengaruh dengan adanya wabah Covid-19. Bidang pendidikan merupakan salah satunya yang merasakan dampaknya. Nampaknya kegiatan belajar mengajar di dalam kelas yang selama ini biasa dilaksanakan, mengalami perubahan seiring dengan adanya kebijakan pemerintah untuk bekerja, belajar dan beribadah dari rumah. Artinya dengan belajar dari rumah, menuntut para pendidik untuk memastikan kegiatan belajar tetap berjalan, meski peserta didik belajar dari rumah masing-masing (Gunawan, 2020:79).

Pendidikan Agama Hindu sebagai salah satu dari sejumlah mata pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah mulai dari pendidikan dasar menengah sampai di perguruan tinggi memiliki makna yang amat strategis. Pendidikan Agama Hindu memiliki karakteristik yang berbeda dengan pembelajaran yang lainnya. Secara sfesifik pembelajaran Pendidikan Agama Hindu berupaya membentuk manusia berbudi luhur, susila, dan bijaksana serta menpersiapkan kematangan dan daya risistensi siswa dalam beradaptasi diri terhadap lingkungan fisik dan sosial melalui keyakinan dan pengalaman ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Merunjuk pada kurikulum 2013 yang menekankan pada pembelajaran yang berkarakter dan bermakna maka pembelajaran Pendidikan Agama Hindu memiliki adil yang besar dalam mencapai harapan itu. Sebab ajaran Pendidikan Agama Hindu sebagai sekumpulan pengetahuan yang tidak bersifat dogmatik/doktrin yang kaku apabila melihat atau menilai segala sesuatu akan tetapi ajarannya lebih menekankan pada kaidah-kaidah yang kaya akan nilai-nilai spiritual dan bersifat universal, seperti dharma (kebaikan), ahimsa (tanpa kekerasan), Satyam (kebenaran), dan prema (cinta kasih).

Kurikulum 2013 menekankan pembelajaran yang sesuai dengan pengalaman siswa yang relevan berdasarkan tingkat kebutuhan dan perkembangan siswa tanpa menanggalkan jati diri mereka dengan lingkungan dalam implementasinya masih terkesan tumpang tindih. Internalisasi nilai-nilai kearifan lokal yang semestinya dimiliki oleh anak-anak bangsa masih bersifat parsial. Hal ini di karenakan model pembelajaran yang sering digunakan pada umumnya adalah model pembelajaran konvensional. Yang mana model pembelajaran tersebut cenderung pada teks book semata dan terfokus haya didalam kelas.

Ajaran Agama Hindu yang berbasis pada kearifan lokal perlu disampaikan dalam proses pembelajaran sebagai upaya mendorong peserta didik untuk mempelajari kurikulum Pendidikan Agama Hindu serta meningkatkan wawasan dan pengalaman siswa yang sesuai dengan daerah tempat tinggalnya melalui integrasi nilai-nilai kerarifan lokal. Nadlir (2014:232) menyatakan bahwa penerapan nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman dan menambah pengetahuan siswa untuk mengenal kearifan lokal dilingkungannya serta sebagai media untuk menanam rasa cita terhadap kearifan lokal di daerahnya dan membekali sikap dan prilaku sejajar dengan nilai dan aturan yang berlaku didaerah sekitar.

PEMBAHASAN

Pendidikaan agama hindu adalah suatu upanya dalam rangka turut serta menyukseskan pembangunan nasional dalam bidang keagamaan yang dilaksanakan secara luas, terencana dan terus menerus guna mengajak umat hindu untuk mempelajari, memahami, menghayati, mengamalkan ajaran agama sehingga dapat menumbuhkan sikap dan kepribadian umat hindu yang baik, berbudi pekerti yang luhur serta selalu berbhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Karena Pendidikan Agama Hindu proses penanaman dan mengajaran materi dan nilai-nilai ajaran Agama Hindu yang memberi daya dorong untuk berbuat baik yang jauh lebih memungkinkan dari pada orang yang tidak beragama. Oleh karena itu agama tidak cukup diketahui oleh siswa tetapi perlu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dimasa pandemi covid-19 yang mengaruskan siswa belajar dari rumah itu membuat guru mencari jalan bagaimana agar pembelajaran Pendidikan Hindu tidak menyimpang dari nilai-nilai atau kaidah dari Ajaran Agama Hindu didalam implementasinya dilingkungan siswa. Dengan kata lain tujuan dari Pendidikan Hindu berbasis kearifan lokal adalah mempersiapkan generasi muda yang tanggap akan keunggulan lokal daerah dimana dia tinggal, serta memiliki indentitas diri yang berlandaskan dengan indentitas bangsa dan negara dalam menghadapi persaingan secara nasional maupun global.

Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari bahasa masyarakat itu sendiri. Kearifan lokal (lokal wisdom) biasanya diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi melalui cerita dari mulut ke mulut. Menurut Sibarani (2012) kearifan lokal adalah suatu bentuk pengetahuan asli dalam masyarakat yang berasal dari nilai luhur budaya masyarakat setempat untuk mengatur tantanan kehidupan masyarakat. Jadi dapat disimpulkan bahwa didalam pelaksanaan pendidikan terdapat sejumlah bentuk interaksi sosial yang terjadi seperti interaksi yang saling memberi dan menerima berbagai aspek budaya, interaksi sosial pelaksanaan pendidikan yang dimaksud terutama berfokus pada pembelajaran.

Di lihat dari persepektif Pendidikan Agama Hindu yang berbasis pada kearifan lokal adalah sebuah upaya untuk dapat mengaktualisasikan pelajaran agama hindu yang ada disekolah dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, sehingga peserta didik memiliki pemahaman yang konherensif terhadap ajaran Agama Hindu. Strategi yang dilakukan dalam melaksanakan pembelajaran pendidikan agama hindu berbasis kearifan lokal adalah dengan pemberian tugas dirumah melalui media tigital yang dalam prakteknya dibantu oleh orang tua. Yang dimana pembelajaran pendidikan Agama Hindu berbasis kearifan lokal di masa pandemi covid-19 ini bisa dilakukan dengan dua tahapan yaitu menentukan model pembelajaran dan materi pembelajaran. Menentukan indikator-indikator dari berbagai teori yang berkesesuaian dalam mendesain model pembeajaran seperti apa yang akan digunakan dengan materi ajar yang cocok untuk diterapkan pada masa pademi covid-19 perancangan pembelajran dengan konsep kearifan lokal daerah berdasarkan indikator-indikator materi membelajaran berbasis kearifan lokal disesuaikan dengan lingkungan siswa yang dapat dirumuskan seperti konsep Tat Twam Asi, Menyama Braya, Tri Hita Karana dan lainnya yang mengandung unsur nilai-nilai luhur, kerja sama, toleransi, kejujuran, rendah hati, nasionalisme dan cinta tanah air. Misalnya membuat kelakat, kulit tipat, nanding banten/canang. Namun kearifan lokal cukup luas, maka dibutukan model pembelajaran yang mampu mewadahinya.

Pembelajaran tersebut dapat diterapkan dengan model pembelajaran tematik yang berbasis kearifan lokal. Pembelajaran tematik adalah salah satu model dalam pembelajaran terpadu yang merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa aktif menggali dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistik, bermakna, autentik, dan konsestual. Melalu perlaksanaan model pembelajaran tematik ini diharapkan siswa dimasa pademi covid-19 dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan, konsep, sikap, keterampilan yang bermakna aktif dan menyenangkan. Dengan model pembelajaran ini guru dapat memberikan pembelajaran menggunakan tema-tema sebagai objek pembelajaran dengan menghadirkan sumber belajar yang dekat dengan lingkungan perserta didik/kearifan lokal.

PENUTUP

Di masa pandemi covid-19 banyak problematika yang terjadi khususnya didunia pendidikan diantaranya mengaplikasikan pendidikan hindu yang mana pada kurikulum 2013 menuntut siswa untuk aktif dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai spiritual Pendidikan Agama Hindu. Agar tidak adanya tumpang dindih tentang materi pembelajaran dengan implementasinnya dilingkungan dalam proses pembelajaran daring (online) dengan adanya pendidikaan hidu yang berbasis kearifan loka bisa membantu guru dalam mengar siswa dengan model pembelajran yang tematik yang dimana disini siswa yang aktif yang memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran ini guru bisa menggunakan metode atau objek yang ada di daerahnya/kearifan lokal di daerah misalnya membuat sarana upacara yang langsung melibatkan siswa. 

DAFTAR PUSTAKA

Gunawan, I.G.D. (2020). Traformasi Televisi Sebagai Masa Pandemi Covid-19: Perspektif Pendidikan, 79.

Nadlir, (2014). Urgensi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2), 300-330.

Sibarani, Robert. (2012). Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan (ALT).

Share:

administrator