SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Palembang, kmhdi.org – Ditengah maraknya berbagai macam pristiwa penistaan agama Dan permasalahan agama lainnya, Pimpinan cabang kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Palembang memberikan ruang diskusi publik kepada kader KMHDI Se-Indonesia untuk memberikan pendapat Tentang moderasi beragama serta permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan penistaan agama secara daring pada, kamis (20/01).

Mengusung Tema “Penguatan Moderasi Beragama Dalam Teologi Hindu” kegiatan dihadiri kurang lebih 100 peserta, serta 4 pemantik yang merupakan Ketua Pimpinan Cabang KMHDI dari berbagai provinsi yaitu, ketua pimpinan cabang Denpasar, Palu, Palangkaraya, dan Yogyakarta.

I Gusti Putra Mahardika atau kerap disapa Gus wah sebagai pemantik yang merupakan ketua Pimpinan Cabang KMHDI Denpasar dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya penerapan moderasi beragama untuk menghindari permasalahan radikalisme dan penistaan agama.

“didalam moderasi beragama kita harus membangun kesadaran akan arti keberagaman, membangun rasa saling percaya diri, dan mengedepankan persamaan sehingga segala permasalahan-permasalahan radikalisme dan penistaan agama lainnya dapat diatasi,” ujarnya.

Selaras dengan itu, Komang Sumerta Wyasa yang merupakan Ketua Pimpinan Cabang KMHDI Yogyakarta yang juga sebagai pemantik menyampaikan akan makna moderasi dalam teologi Hindu dengan menerapkan tiga kerangka dasar agama Hindu.

“moderasi dalam teologi hindu menyebutkan atau mengandung 3 nilai yang harus di implementasikan dalam kehidupan kita sebagai umat manusia yang hidup dalam keberagaman agar tercipta nya kerukunan antar umat beragama yaitu Tatwa, Upakara, dan susila. Harapannya agar seluruh kader KMHDI serta pemuda generasi penerus bangsa bisa mengamalkan ketiga nilai tersebut,” ucap setha.

Sementara itu, I Putu Gede Aditya sebagai ketua Pimpinan Cabang KMHDI kota Palembang juga menambahkan bahwa generasi muda generasi muda harus menjadi pelopor dalam penerapan moderasi beraga di Indonesia.

“segala permasalahan penistaan agama yang terjadi itu merupakan bentuk ke tidak pahaman mereka mengenai apa arti dari moderasi dan toleransi serta ketidakpahaman mereka akan budaya dan adat yang ada di setiap agama. Maka dari itu penting kita sebagai pemuda yang berpendidikan memberikan pemahaman mengenai dan pengertian tentang keunikan yang ada di setiap agama”. Ucap Adit

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan seluruh kader tidak mudah untuk diprovokasi dan tetap menjaga kerukunan umat beragama dan paham akan makna toleransi, karena konflik sesungguhnya hanyalah latar belakang perbedaan klaim kebenaran tentang tafsiran agama yang dihasilkan oleh manusia terhadap apa yang ia percayai.

Share:

administrator