SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Palembang, kmhdi.org – Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Palembang menghadiri workshop moderasi beragama dengan tema “Mengembangkan  Moderasi Beragama dan Merawat kerukunan mahasiswa dan pelajar” yang dilaksanakan Pada tanggal 22 sampai 24 November 2021, Bertempat di The Alts Hotel.

“Seluruh agama bukan hanya islam, kita harus mengerti mengenai moderasi beragama, kami berharap dari perwakilan disini dapat membagikan ilmu tentang moderasi beragama ini ke teman-teman baik mahasiswa atau pelajar yang lainnya. Semoga dengan adanya workshop ini seluruh masyarakat khususnya mahasiswa dan pelajar jauh dari perpecahan karena agama,” Ucap H. Deni Priansyah, S.Ag.,M.pd.I selaku perwakilan Kakanwil Kemenag Provinsi Sumatera Selatan.

I Putu Gede Aditya Ketua PC KMHDI Palembang yang ikut menghadiri kegiatan Workshop tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan forum yang sangat penting bagi pemuda untuk mengerti tentang makna perbedaan dan memahami arti moderasi Beragama.

“Harapan saya ialah ada kelanjutan dari kegiatan ini supaya memang benar benar ada otput dan esensi. Dan juga saya mengajak para pemuda untuk membantu pemerintah dengan bersatu lalu memberikan aksi nyata bahwa kita harus mengedepankan sikap toleransi dalam bermasyarakat,” jelas Adit.

Komang Mita, anggota PC KMHDI Palembang yang ikut serta dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan rasa syukurnya tentang pemahaman yang bisa didapatkan dari adanya Workshop Moderasi tersebut.

“Workshop Moderasi Beragama ini penting dilakukan. Didasarkan fakta bahwa Indonesia adalah bangsa yang sangat majemuk dengan berbagai macam suku, bahasa, budaya dan agama. Moderasi beragama diperlukan sebagai upaya untuk senantiasa menjaga agar seberagam apapun tafsir dan pemahaman terhadap agama tetap terjaga sesuai koridor sehingga tidak memunculkan cara beragama yang ekstrem,” ucap Mita.

Turut hadir juga dalam Workshop moderasi beragama tersebut perwakilan tokoh agama, tokoh mahasiswa dan juga pelajar dari setiap kabupaten/kota Yang berada di Provinsi Sumatera Selatan.

Share:

administrator