SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Oleh : I Dewa Gede Darma Permana (Kabid Litbang PC KMHDI Denpasar)

PENDAHULUAN

Tanggal 2 Mei selalu menjadi hari spesial untuk bangsa Indonesia. Tanggal yang diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional menjadi sebuah bukti representatif, bahwa negara Indonesia adalah bangsa yang turut serta memuliakan pendidikan untuk kehidupan masyarakatnya. Hal ini penting, mengingat pendidikan sebagai proses mengalirnya ilmu pengetahuan dari satu generasi ke generasi lain, tentu bisa diibaratkan sebagai jembatan emas menuju Indonesia gemilang. Sehingga dari pada itu, semua pihak harus mampu menjadikan momentum hari Pendidikan Nasional ini sebagai supporting system dalam menemukan berbagai macam solusi untuk menjawab problematika pendidikan, serta turut berpartisipasi dalam mengembangkan pendidikan demi tercapainya tujuan Indonesia Merdeka.

Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) sebagai satu-satunya organisasi kemahasiswaan Hindu dalam lingkup nasional, dengan sistem kaderisasinya yang bercorak pendidikan dan pelatihan sudah barang tentu juga menjadi salah satu pihak yang wajib berkontribusi aktif untuk pengembangan sektor pendidikan nasional. Hal ini telah direfleksikan dengan adanya program kerja nasional ‘KMHDI Mengajar’ dari Pimpinan Pusat KMHDI melalui Departemen Sosial Masyarakat periode 2021-2023. Melalui program kerja tersebut, seluruh kader KMHDI baik yang bergerak dalam lingkup Pimpinan Daerah (PD) atau Pimpinan Cabang (PC) diharapkan mampu menjadi aktor pengabdian yang berkenan terjun ke masyarakat secara serentak dalam memberikan pendidikan dan pelatihan untuk negeri di momentum hari Pendidikan Nasional tahun 2022.

Namun lebih daripada itu, sebagai kader KMHDI yang tengah mengembangkan jati dirinya sebagai mahasiswa yang progresif, sudah barang tentu harus mampu melihat sesuatu yang lebih dari program kerja KMHDI Mengajar. Program kerja sebagai wadah untuk melakukan pengabdian masyarakat ini, mesti mampu dioptimalkan sebaik-baiknya sebagai cahaya penerang untuk menjawab problematika pendidikan nasional yang selama ini menjadi benalu penggangu kemajuan bangsa Indonesia. Atas dasar tersebut, melalui tulisan opini ini ada beberapa saran, sekaligus harapan yang dapat ditawarkan penulis untuk mengoptimalkan program kerja KMHDI Mengajar agar tidak menjadi program pengabdian yang sifatnya formalitas belaka.

Pemilihan Tempat dan Sasaran yang Tepat         

Tempat dan sasaran anak yang akan diberikan pengajaran menjadi aspek penting pertama yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan program kerja KMHDI Mengajar. Dengan tujuan untuk mengabdi kepada masyarakat, sudah barang tentu setiap PD maupun PC KMHDI se-Indonesia harus selektif dalam memilih tempat dan sasaran sasaran yang akan diberikan pengajaran. Jangan sampai seperti kata pepatah Bali mengatakan ngutang uyah ke pasihe (membuang garam ke air laut), KMHDI Mengajar justru dilaksanakan di instansi pendidikan yang sudah memadai serta anak-anak yang sudah mendapatkan pendidikan tinggi. Untuk itulah, tempat dan sasaran anak-anak di pesraman, panti asuhan, desa terpencil, serta wilayah kumuh, menjadi rekomendasi tempat yang tepat untuk melaksanakan KMHDI Mengajar. Selain berguna untuk memberikan pengajaran dan pelatihan untuk anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan secara memadai, kader KMHDI juga dapat memupuk rasa kepedulian dengan turut menggali permasalahan pendidikan disana, serta membantu dalam memberikan bantuan sosial.

Problem Oriented (Berorientasi pada Permasalahan Pendidikan)

Selain menjadi program kerja yang dimanfaatkan untuk memberikan pengajaran dan pelatihan untuk anak-anak Indonesia, KMHDI Mengajar sesungguhnya bisa diorientasikan secara lebih urgensi ke hal yang sifatnya substantif. Dengan pemilihan tempat dan sasaran yang tepat, para kader KMHDI yang turut serta dalam KMHDI Mengajar dapat melakukan observasi atau wawancara terhadap tokoh masyarakat, warga sekitar, atau anak-anak di wilayah di wilayah binaan, dengan tujuan untuk menggali setiap permasalahan pendidikan yang ada wilayah tersebut. Permasalahan tersebut bisa berupa akses pendidikan, ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan, kualitas sekolah dan pendidikan, serta kendala di biaya pendidikan. Sehingga dalam hal ini, program kerja KMHDI Mengajar tidak hanya hadir untuk eksistensi organisasi belaka.

Terlebih dengan waktu pelaksanaan program kerja yang terbilang singkat hanya dalam waktu satu bulan, orientasi KMHDI Mengajar memang sudah sepatutnya diarahkan untuk melihat dan menggali permasalahan pendidikan yang ada, kemudian mampu berkontribusi aktif dalam menjawab problematika tersebut. Atas dasar tersebut, penting untuk menitipkan pesan kepada setiap PC maupun PD KMHDI se-Indonesia yang melaksanakan KMHDI Mengajar dapat menggali, mencatat, dan menyusun data-data permasalahan pendidikan di wilayah binaanya dalam bentuk kajian, untuk kemudian diaudiensikan ke instansi terkait utamanya Dinas Pendidikan guna menemukan solusi bersama untuk kemajuan pendidikan nasional.

Cooperation (Menekankan pada Kerja Sama)

Dalam materi Training of Trainer yaitu Pendidikan Partisipatif, cooperation atau kerjasama adalah prinsip yang perlu ditekankan dalam menciptakan pola pembelajaran yang menyenangkan. Melalui kerja sama, peserta didik dapat mengembangkan sikap kepedulian dan sense of crisistnya dalam menjawab problematika yang ada. Hal inilah yang perlu juga diterapkan dalam pelaksanaan KMHDI Mengajar. Pola pembelajaran dapat disusun dengan membagi anak binaan ke dalam beberapa kelompok, sehingga mereka bisa bekerja sama dan bertukar pikiran dengan temannya selama kegiatan KMHDI Mengajar berlangsung. Sehingga kedepannya, anak-anak yang dibina dapat tumbuh menjadi pribadi yang moderat dan mampu menghargai orang disekitarnya. Selain anak binaan, penyelenggara KMHDI Mengajar yakni PC atau PD KMHDI se-Indonesia dalam hal ini, selama proses persiapan dan penyelenggaraan KMHDI Mengajar juga tidak boleh menutup kemungkinan untuk melakukan kerjasama dengan pihak-pihak ekstern yang memiliki visi sama, seperti instansi pemerintah, tokoh masyarakat, masyarakat adat, maupun organisasi kepemudaan lainnya. Hal ini tentunya akan sangat membantu demi kesuksesan jalannya acara. 

Pemateri datang dari Kader KMHDI

Mewujudkan mahasiswa Hindu yang berkualitas adalah misi KMHDI yang tertuang secara jelas di dalam Purwaka KMHDI. Sehingga dengan adanya program kerja KMHDI Mengajar, menjadi panggung terbuka yang paling baik untuk setiap kader KMHDI dalam mengembangkan kualitas dirinya berdasarkan empat jati diri. Atas dasar tersebut, besar harapan di dalam pelaksanaan KMHDI Mengajar, baik PC maupun PD memilih pemateri yang memberikan pengajaran dan pelatihan kepada anak-anak binaan datang dari kader KMHDI itu sendiri. Namun tetap, kader KMHDI yang dipilih harus berkompeten dan dengan penuh semangat serta keikhlasan berkenan turut serta dalam menjalankan pengabdian masyarakat yang utama.

PENUTUP

Sekali lagi, semua point di atas adalah murni opini dalam bentuk saran yang diberikan penulis untuk mengoptimalkan pelaksanaan KMHDI Mengajar di seluruh Indonesia. Sehingga tentunya, setiap PD atau PC KMHDI se-Indonesia dapat bebas menerima saran tersebut sebagai rujukan untuk pelaksanaan KMHDI Mengajar, atau menemukan caranya tersendiri sesuai kondisi daerahnya masing-masing. Namun yang lebih esensi, pesan tulisan opini ini hanya satu yakni, mengajak seluruh kader KMHDI untuk bergerak serentak mengawal KMHDI Mengajar sebagai cahaya penerang untuk memberikan pengabdian yang terbaik demi kemajuan pendidikan nasional Indonesia.

Satyam Eva Jayate!!!

Share:

administrator