SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Buleleng, kmhdi.org – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dimulai beberapa waktu lalu membuat masyarakat semakin menjerit lantaran perekonomian sempat mengalami kesulitan akibat pandemi covid-19 dan setelah pulih ditimpa kembali dengan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menyikapi problematika kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Buleleng bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singaraja dan perwakilan dari Organisasi Mahasiswa Singaraja menunjukkan sikap kritis dengan melakukan orasi terbuka di Kantor DPRD Buleleng pada hari Jumat (9/9).

Orasi terbuka yang dilakukan ini berlangsung kondusif dibawah penjagaan ketat dari pihak Kepolisian POLRES Buleleng dan diterima langsung oleh Ketua DPRD Buleleng, Bapak Gede Supriatna bersama beberapa jajaran anggota DPRD Buleleng.

“ada 6 (enam) tuntutan yang kami sampaikan kepada anggota dewan hari ini yang tentunya adalah terkait dengan kenaikan BBM yang terjadi. Dan kami Para Aliansi Mahasiswa mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buleleng segera menindaklanjuti aspirasi ini untuk diteruskan ke pusat,” tegas Koordinator Aksi Lapangan Wahyu Candra.

Adapun 6 (ena) point tuntutan yang dibawakan kepada Para Jajaran DPRD Buleleng, yaitu:

1. Menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)
2. Pemberantasan mafia Migas dan Pertambangan
3. Penolakan Tarif Dasar Listrik
4. Penundaan Proyek Strategis Nasional yang tidak berpihak terhadap rakyat
5. Pembubaran lembaga-lembaga negara yang tidak berfungsi secara optimal dan membebankan APBN
6. Melakukan realokasi anggaran untuk mendukung subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM)

“Kami sangat luar biasa merasakan dampaknya, kami mahasiswa ikut merasakan dampak dari adanya kenaikan Harga BBM termasuk orang tua kami karena baru pemulihan ekonomi semenjak covid melandai. Jika tuntutan kami tidak didengar kami akan menggelar aksi dengan masa yang lebih banyak lagi”, sambung Wahyu.


hadir di lokasi, Luh Sinta Yani selaku ketua PC KMHDI Buleleng dalam orasi terbuka menyampaikan bahwa subsidi yang diberikan oleh pemerintah tidak tepat sasaran. Menurutnya kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM justru membuat masyarakat tercekik ditengah masa pemulihan pasca pandemi.

“Kita baru pulih dari pandemi, namun pemerintah dengan sebegitunya menaikkan harga BBM yang membuat masyarakat tercekik. Bahkan subsidi-subsidi dari pemerintah hanya dirasakan oleh kalangan menengah ke atas,” ungkapnya.


Sementara itu, Ketua DPRD Buleleng Bapak Gede Supriatna menyambut baik kedatangan para mahasiswa yang inisiatif melakukan audiensi terhadap kenaikan BBM. Beliau juga sangat mengaspresiasi  tindakan  mahasiswa yang menyuarakan aspirasi dengan cara yang kondusif serta memberikan solusi dari hasil kajian kepada Pemerintah Daerah.

“Saya selaku pimpinan Anggota Dewan yang ada di Buleleng Bangga dengan kepekaan para mahasiswa dengan adanya problematika yang terjadi masyarakat. Kami juga mengapresiasi audiensi yang dilakukan mahasiswa ini, mereka memberikan tuntutan tetapi juga memberikan solusi, ini baik juga buat kedepan,” jelasnya.

Share:

administrator