SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Oleh : I Gede Balik Sudiarta – PC KMHDI Karangasem

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuanketerampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Etimologi kata pendidikan itu sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu ducare, berarti “menuntun, mengarahkan, atau memimpin” dan awalan e, berarti “keluar”. Jadi, pendidikan berarti kegiatan “menuntun ke luar”. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang. Sebuah hak atas pendidikan telah diakui oleh beberapa pemerintah. Pada tingkat global, Pasal 13 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya mengakui hak setiap orang atas pendidikan. Meskipun pendidikan adalah wajib di sebagian besar tempat sampai usia tertentu, bentuk pendidikan dengan hadir di sekolah sering tidak dilakukan, dan sebagian kecil orang tua memilih untuk pendidikan home-schooling, e-learning atau yang serupa untuk anak-anak mereka (wikipedia).

Melihat dinamika pendidikan di masa pandemi covid-19 yang telah berlangsung hampir 3 (tiga) tahun, sejak kasus pertama Covid-19 di Indonesia (Maret 2020). Sangat banyak sekali upaya yang telah di lakukan oleh pemerintah dalam upaya mengoptimalkan pendidikan di tanah air salah satuya yaitu aturan tentang perubahan sistem pembelajaran yang semula di laksanakan dengan cara tatap muka, kini di rubah dengan metode belajar online, hal ini tentu menyebabkan perubahan  180 derajad bagi cara belajar dan karakter siswa dalam menuntut ilmu, bahkan hampir semua siswa tidak siap dengan metode belajar online tersebut, meskipun dengan seiring berjalannya waktu, siswa mulai bisa beradaptasi, namun hasil dari pembelajaran online sangat jauh dari kompentsi dasar pendidikan secara umum.

(Ayu Santikayanti  :2016) Dalam pembangunan di bidang pendidikan dewasa ini, salah satu upaya yang harus ditempuh, terutama di bidang pendidikan agama Hindu perlu menata pendidikan agama Hindu untuk masa depan yang lebih baik melalui pemahaman pendidikan secara komprehensif. Sesungguhnya pendidikan itu adalah poros perubahan individualisasi, perubahan internalisasi dan perubahan sosialisasi. Perubahan individualisasi yang dimaksud adalah usaha pendidikan untuk membantu, menolong dan membimbing para mahasiswa untuk mengenali dirinya, memahami apa yang ia miliki sebagai kekuatan untuk mengetahui kemampuan yang ada pada dirinya sekaligus untuk memilih masa depan yang ia miliki sendiri. Selanjutnya, pendidikan ke arah perubahan internalisasi adalah usaha menyampaikan nilai kepada mahasiswa, bagaimana nilai-nilai itu dapat terjelma dalam kehidupan mahasiswa itu sendiri. Sedangkan pendidikan ke arah perubahan sosialisasi adalah proses transformasi nilai budaya. Sejalan dengan itu, maka pembelajaran pendidikan agama Hindu di tingkat pendidikan tinggi, sangat diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu usaha atau upaya untuk melakukan penataan pendidikan agama Hindu bagi mahasiswa ke arah perubahan-perubahan itu sesuai dengan paradigma bidang pendidikan.

Berbicara tentang  Pendidikan Hindu, tentu sangat penting di dalam kehidupan kita khususnya umat hindu di indonesia, namun di masa pandemi covid-19 seperti saat ini  sistem pemblajaran online yang di terapkan tidak mampu memberikan hasil maksimal yang ingin di capai  dari pendidikan hindu sehingga banyaknya siswa di sekolah yang tidak mampu memahami dan juga mengaplikasikannya di dalam kehidupan sehari – hari, mengingat pendidikan hindu merupakan nafas utama bagi umat hindu di indonesia dalam meninggkatkan ketaquaan terhadap dan juga menumbuhakan rasa cinta terhadap Agama Hindu.

Berdasarkan hal tersebut di atas maka pada kesempatan yang baik ini saya menulis sebuah esai yang berjudul “KONSEP UNGGULAN PENDIDIKAN HINDU DI MASA DEPAN”, dalam pembahsannya nanti akan di paparkan beberapa konsep yang dirasa sangat relevant  untuk dapat di lakukan ketika zaman terus bergerak maju dan dalam kondisi apapun akan tetap bisa menjaga eksistensi  Pendidikan Hindu di Indonesia. Konsep dalam suatu Pendidikan Hindu sangat penting untuk di siapkan dalam upaya meningkatkan mutu dari Pendidikan Hindu sehingga nantinya mampu mencapai hasil yang maximal , yang sesuai dengan Kompetensi Dasar Pendidikan Hindu, Berikut pemapaparkan beberapa konsep unggualan tersebut.

Pertama, Konsep Belajar Sambil  Melakukan( Learning By Doing ), konsep ini sangat lah penting untuk di terapkan di karenakan konsep ini akan menunjukan aplikasi langsung di dalam kehidupan  sehari – hari dari Pendidikan Hindu , bahkan bentuk kegiatan dari konsep ini sangat lah beragam, selain itu di indonesia proses Pendidikan Hindu dengan konsep ini bisa di lakukan  dengan bentuk Tirta Yatra, Yoga ,dan masih banyak lagi, tentunya dalam pelaksanaanya di programkan dengan rutin sehingga siswa lebih tertarik dan lebih mudah memahami Pendidikan Hindu, karena pada dasarnya ketika sesorang melakukan sesuatu yang mereka sukai maka mereka akan lebih mudah menguasai hal tersebut, selain itu proses belajar yang di barengi dengan praktik dapat mempercepat siswa dalam memahami suatu hal. Di masa pandemi saat ini hal ini tidak bisa dilakukan dengan cangkupan luas, namun tetap bisa dilakukan dengan proses pendidikan dalam lingkup yang lebih kecil, seperti tirta yatra yang dilaksanakan di pura – pura di desa terdekat. Dan tentunya kegiatan belajar mengajar di laksanakan lebih menyenangkan , tidak banyak tugas dan PR tapi lebih santai , berkaca dari negara dengan tarap pendidikan terbaik di dunia yaitu negara Finlandia, kita bisa melaksanakan konsep ini seperti di negara tersebut.

Kedua, Konsep Education on Competition  ( Belajar Berkompetisi), Konsep ini sangat membutuhkan pihak – pihak pemerintah , karena konsep ini dimaksudkan untuk memupuk jiwa kompetisi khusunya dalam upaya memaksimalkan Pendidikan Hindu, ketika ada kompetisi tingkat nasional, daerah , maupun regional dapat menjadi motivasi tersendiri bagi siswa dan juga tenaga pendidik, hal ini tidak hanya berupa perombaan namun juga bisa terdapat penghargaan – penghargaan yang secara rutin di selenggarakan oleh pihak pemerintah, dengan memperbanyak bentuk penghargaaan yang di berikan kepada pemangku Pedidikan Hindu dapat memicu minat siswa maupun tenaga pendidik dalam berproses Pendidikan Hindu. Konsep inipun sangat bisa di terapkan di era pandemi maupun tidak.

Ketiga, Kosep Pendidikan Hindu Yang Inovatif dan Kreatif, konsep ini menyangkut banyak hal, dari segi media dalam proses Pendidikan Hindu yang di sajikan lebih kekinian, namun tidak menghilangkan intisari dari pendidikan itu sendiri, tentunya bisa melalui media sosial yang saat ini sangat marak di dunia, selain itu bisa juga dengan membuat video – video kreasi yang notabene mampu menarik minat siswa dalam blajar Pendidikan Hindu, dalam hal ini perlu peningkatan mutu dari tenaga pendidik yang tidak terlepas dari campur tangan pemeritah dalam upaya memberikan pelatihan –pelatihan kusus kepada tenaga Pendidikan Hindu guna tercapainya hasil yang di harapkan sebagai acuan Kompetensi Dasar Pendidikan Hindu., Bahkan nantinya bisa menciptakan Aplikasi modern  dalam mempelajari Pendidikan Hindu, yang secara Khusus memandu siswa atau pun siapa saja yang memiliki aplikasi tersebut dlam belajar Pendidikan Hindu.

Keempat, Konsep Pertukaran Pelajar dan Tenaga Pendidik Pendidikan Hindu, Konsep terakhir ini sangat bisa menunjang peningkatan mutu dan juga wawasan siswa maupun tenaga pendidik, sehingga terjadinya akulturasi pengetahuan terhadap Pendidikan Hindu diseluruh Indonesia,tentunya konsep ini pun sangat memerlukan dukungan dari pemerintah , mengingat biaya yang di perlukan nantinya tidaklah sedikit, namun dengan konsep seperti ini tentu dapat mengembangkan rasa persaudaraan dan kesatuan Umat Hindu dalam Pendidikan Hindu di Indonesia.

Jadi dari pemaparan di atas, untuk dapat meningkatkan mutu dari Pendidikan Hindu Di Indonesia baik di masa pandemi maupun tidak itu terletak di segala aspek pemangku kepentingan di dalamanya, yakni siswa, tenaga pendidik, pemerintah dan juga tentunya masyarakat, sehingga beerapa konsep ungulan yang saya sampaikan tadi bisa menjadi inovasi baru dalam pelaksanaan proses Pendidikan Hindu di indonesia, karena konsep – konsep tersebut sangatlah mungkin untuk di laksanakan di masa apapun itu. Dengan tidak menghilangkan intisari (roh )dari Pendidikan Hindu tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Dewey, John (1916/1944). Democracy and Education. The Free Press. hlm. 1–4. ISBN 0-684-83631-9.

ICESCR, Article 13.1

Eric A. Hanushek (2005). Economic outcomes and school quality. International Institute for Educational Planning. ISBN 978-92-803-1279-9. Diakses tanggal 21 October 2011.

aron Acemoglu, Simon Johnson, and James A. Robinson (2001). “The Colonial Origins of Comparative Development: An Empirical Investigation”. American Economic Review. 91 (5): 1369–1401. doi:10.2139/ssrn.244582JSTOR 2677930.

David Card, “Causal effect of education on earnings,” in Handbook of labor economics, Orley Ashenfelter and David Card (Eds). Amsterdam: North-Holland, 1999: pp. 1801–1863

Ayu Santikayanti. 2016. Pendidikan Agama Hindu

Share:

administrator