SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

 Jakarta – Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) dan Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH) Indonesia melaksanakan Focus Group Disccussion (FGD) yang bertujuan memetakan permasalahan bangsa dan Hindu khususnya untuk dijadikan aspirasi bersama.

FGD ini memiliki tiga pembahasan utama yang masing-masing akan dibahas oleh Letjen TNI (Purn) Dr. I WayanMidhio, M.Phil (Rektor Universitas Pertahanan 2015 – 2018), I Gusti Putu Artha (Komisioner KPU 2007 – 2012), dan I Made Andi Arsana (Dosen Universitas Gajah Mada).

“Pertama kita ingin mengevaluasi program kerja pemerintahdan efektifitas Kabinet Kerja Jokowi-JK selama kurang lebih5 tahun, yang akan menjadi proyeksi terhadap proses penyelesaian permasalahan bangsa 5 tahun mendatang” ungkap I Gede Ariawan selaku Ketua Umum DPN PeradahIndonesia (01/06) di Gedung Dharma Sevanam, Jakarta.

Pembahasan kedua yakni membaca permasalahan dantantangan bangsa serta memetakan portofolio kabinet selama5 tahun mendatang, pembahasan ini akan dijadikanrekomendasi kepada pemerintah terpilih nantinya dalammenetapkan program kerja selama 5 tahunan.

“Pembahasan ketiga, menyusun kriteria yang wajib dimilikioleh para pejabat kabinet nantinya dan memetakanpermasalahan umat Hindu yang akan dijadikan aspirasiterhadap pemerintahan terpilih” ungkap I Kadek Andre Nuabaselaku Ketua Presidium PP KMHDI.

Pointer yang disusun sebagai hasil FGD diharapkan dapatmenjadi referensi bagi pemerintahan nantinya dan masyarakatdalam menilai dan turut mengawal proses penyusunankerangka kerja pemerintahan selama lima tahun ke depan.

“Sebagai bagian dari bangsa, KMHDI dan PERADAH juga ingin menyuarakan persoalan yang dihadapi oleh umat Hindu dan akan dijadikan aspirasi bersama kedepannya. Agar paling tidak publik bisa turut mengawal proses penyelesaianpermasalahan in” tutup Andre

Share:

administrator