SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Loading

Karangasem, kmhdi.org – Komitmen untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik kembali ditegaskan dalam Forum Konsultasi Publik yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karangasem, bertempat di Ruang Audio Visual Dinas Perpustakaan dan Kearsipan pada Kamis (26/02).

Dalam forum tersebut, Ketua PC Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Karangasem, I Ketut Yoga Pramuditya, hadir dan secara tegas menyampaikan apresiasi sekaligus dorongan konkret untuk pembenahan serta penguatan peran perpustakaan sebagai pusat literasi dan penguatan jati diri daerah.

Menurutnya, perpustakaan tidak boleh hanya menjadi ruang penyimpanan buku, tetapi harus bertransformasi menjadi pusat peradaban, ruang diskusi, serta episentrum pengembangan kapasitas generasi muda Karangasem.

“Kami mengapresiasi kerja dan dedikasi yang telah dilakukan selama ini,” ungkap Yoga. “Namun ke depan, perlu ada langkah-langkah progresif agar perpustakaan benar-benar menjadi ruang yang hidup, inklusif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, ia menyampaikan lima poin strategis sebagai bentuk dorongan konstruktif.

Pertama, penyesuaian waktu operasional dan hari layanan. Ia mendorong adanya evaluasi jam buka dan waktu libur layanan agar lebih ramah bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum yang membutuhkan ruang belajar di luar jam formal sekolah maupun perkantoran.

Kedua, penguatan dan pembaruan koleksi buku. Perpustakaan didorong untuk terus memperkaya koleksi dengan buku-buku terbaru, literatur akademik, pengembangan diri, kewirausahaan, serta referensi penunjang daya saing generasi muda.

Ketiga, penguatan literatur kedaerahan. Ia menekankan pentingnya menghadirkan referensi komprehensif tentang sejarah kabupaten dan kecamatan, keunikan wilayah, tradisi dan budaya lokal, kekayaan alam, serta narasi utuh tentang Karangasem. “Literasi lokal adalah fondasi pembentukan karakter dan kebanggaan daerah,” ujarnya menegaskan.

Keempat, peningkatan kolaborasi lintas sektor. Ia mendorong perpustakaan untuk membuka ruang sinergi yang lebih luas dengan instansi pemerintah, organisasi kepemudaan (OKP), komunitas, dan masyarakat. “Kegiatan seperti diskusi publik, bedah buku, pelatihan, hingga forum edukatif harus rutin diadakan agar ekosistem literasi di Karangasem semakin hidup,” sambungnya.

Kelima, optimalisasi penyebarluasan informasi melalui media publik. Ia mendorong pemanfaatan videotron dan kanal informasi strategis lainnya untuk mempublikasikan program dan layanan perpustakaan agar semakin dikenal dan diakses masyarakat luas.

Forum Konsultasi Publik ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat pelayanan yang partisipatif dan berbasis kebutuhan masyarakat.

“Sinergi dan keberanian berinovasi adalah kunci dalam mewujudkan perpustakaan yang modern, inklusif, dan berdaya guna,” tegas Yoga di akhir sesi forum.

Dengan dorongan pembenahan dan kolaborasi berkelanjutan, diharapkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karangasem mampu menjadi pusat penguatan literasi, penjaga memori kolektif daerah, serta ruang tumbuhnya generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

Share:

administrator