SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Loading

Denpasar, kmhdi.org – Minggu, 6 Juni 2021 merupakan waktu pertama kali saya menulis di web ini sebagai kader KMHDI. Tidak terasa juga, saat itu saya baru dilantik sebagai Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan dan tepat pada hari ini saya sudah diberikan mandat baru sebagai nahkoda di wadah yang sama hehehe. Banyak kenangan indah yang sangat membekas, salah satunya tentu tentang kasus dugaan penistaan agama oleh ibu saya tercinta, yakni Desak Made Darmawati. Kebetulan tulisan pertama saya di web ini mengulas tentang ibu saya tercinta tersebut (KMHDI.org, 2021).

Senin, 20 November 2023, merupakan waktu dimana saya menulis tulisan tentang beliau lagi. Tidak terasa juga, kurang lebih 2 Tahun 6 Bulan kasus Ibu Desak masih belum menemui babak akhir. Bagaikan gelapnya malam yang disinari lampu senter, kejelasan kasusnya pun terasa masih buram, remang-remang, dan entah apakah akan tetap bersinar atau malah akan padam seiring berjalannya waktu.

Terlebih selama kurang lebih 883 hari sejak saya menulis tulisan pertama saya di web ini, banyak isu, kasus, dan problematika baru yang terus bermunculan. Hal ini pun menarik saya untuk menghidupkan percikan api kasus ini kembali, dengan satu untaian pertanyaan: “Kasus ‘Ibu Desak’ sudah sampai mana ya?”

Flashback Kasus Ibu Desak

April 2021, merupakan awal mula bergeloranya kasus Ibu Desak Made Darmawati. Dimana melalui potongan video ceramahnya yang tersebar di berbagai media sosial, Ibu Desak diduga melecehkan atau menistakan ajaran agama Hindu khususnya di Bali. Beberapa kutipannya yang paling membekas adalah ketika beliau menyebut ibadah agama Hindu kerap mengundang setan, diakal-akali, ketakutan akan upacara Pengabenan, serta sedikit memelintir konsep ajaran Tri Murti.

Pada saat itu, beberapa unsur masyarakat, organisasi kemahasiswaan, bahkan wakil rakyat dengan semangat berapi-api juga turut andil dalam menyikapi kasus tersebut. Tidak terkecuali wadah kita bersama yaitu KMHDI, juga turut mengawal kasus ini. Bahkan masih setia dalam ingatan, KMHDI di waktu itu dengan segera mendatangi Bareskrim Polri pada hari Senin, 19 April 2021 untuk melaporkan Desak Made Darmawati atas dugaan penistaan agama (Antaranews, 2021). Namun pertanyaannya sekarang, masihkah semangat berapi-api kita pada waktu itu hingga saat ini?

Info Terakhir

Jika menimbang dari info terakhir, kasus Ibu Desak dikatakan sudah sampai pada tahap penyidikan (Pancarpos.com, 2022). Itupun tersiar kurang lebih satu tahun 6 bulan lalu, tepatnya tanggal 25 Juni 2022. Dimana hal ini dibuktikan dari keluarnya pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) No. B/40-4a-Subdit I/IV/2022/DitTipidum Badan Reserse Kriminal Mabes Polri tertanggal 22 Juni 2022, yang ditujukan kepada Jaksa Agung RI.

Melalui surat tersebut, diketahui dimulainya penyidikan oleh pihak berwajib tentang tindak pidana di muka umum yang menyatakan rasa permusuhan, penghinaan, kebencian, dan penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia. Hal ini selaras dengan pasal 156 KUHP dan atau pasal 156a KUHP yang diduga diperbuat oleh Ibu Desak. Namun pertanyaannya sekarang, apakah sampai sejauh ini saja info terakhir yang bisa dinikmati oleh umat Hindu dalam menuntut keadilan di hadapan hukum.

Sama-Beda Bapak Ahok dan Ibu Desak

Jika ditimbang-timbang, kasus Ibu Desak sesungguhnya mirip dengan kasus yang menimpa Mantan Gubernur DKI Jakarta, Bapak Basuki Tjahaya Purnama (BTP) alias Ahok. Dimana dalam pidatonya pada tanggal 27 September 2016, dirinya terbukti melakukan penistaan terhadap agama Islam terutama terkait Surat Al-Maidah 51 yang dikatakan membohongi dalam Pemilu. Untuk itu berikut penjabaran secara singkat, padat dan jelas tentang persamaan dan perbedaan kasus Bapak Ahok dan Ibu Desak:

  1. Sama-sama diduga menistakan ajaran agama, bedanya Ahok menistakan agama Islam, sementara Ibu Desak diduga menistakan agama Hindu.
  2. Sama-sama meminta maaf kepada publik, bedanya permintaan maaf Bapak Ahok diiringi demo berjilid-jilid, sementara kasus Ibu Desak tidak.
  3.  Sama-sama dilaporkan kepada pihak yang berwajib, bedanya kurang lebih Satu Tahun (1 Tahun) kasus bergulir, Bapak Ahok telah dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman kurungan selama 2 tahun karena terbukti bersalah sesuai PAsal 156 KUHP yang mengatur tentang tindak pidana penodaan agama (inbisnis.com, 2021). Sementara kasus Ibu Desak, Dua Tahun Enam Bulan telah berlalu, namun belum juga menemui titik akhir.

Tulisan ini hadir, bukanlah bermaksud sebagai tuntutan balas dendam terhadap Ibu Desak yang telah diduga melecehkan agama Hindu. Terlebih permintaan maaf dari Ibu Desak sesungguhnya telah diterima oleh umat Hindu sebagai umat yang pemaaf dan tidak suka berdemo. Namun tulisan ini hadir sebagai reminder dari begitu hinannya pelecehan terhadap hal esensi yang ada pada diri manusia. Terutama yang berkaitan dengan kebebasan, keadilan, serta solidaritas sesama umat beragama dan warga negara Indonesia.

Oleh : I Dewa Gede Darma Permana

Sumber Referensi

  1. Antaranews.com. 2021. Mahasiswa Hindu Datangi Bareskrim Lapor Terkait Penistaan Agama. Retrieved November 20, 2023, from https://www.antaranews.com/berita/2108878/mahasiswa-hindu-datangi-bareskrim-lapor-terkait-penistaan-agama Inbisnis.com. 2021.
  2. Beda Penanganan Kasus Penistaan Agama Antara Desak Darmawati dan Ahok. Retrieved November 20, 2023, from https://inbisnis.id/beda-penanganan-kasus-penistaan-agama-antara-desak-darmawati-dan-ahok/ KMHDI.org. 2021.
  3. Mari Ucapkan Terimakasih kepada Desak Made Darmawati. Retrieved November 20, 2023, from https://kmhdi.org/mari-ucapkan-terima-kasih-kepada-desak-made-darmawati/ Pancarpos.com. 2021.
  4. Kasus Penodaan Agama Hindu Desak Dharmawati Ditingkatkan ke Penyidikan. Retrieved November 20, 2023, from https://pancarpos.com/25/06/2022/kasus-penodaan-agama-hindu-desak-dharmawati-ditingkatkan-ke-penyidikan/

Share:

administrator