I KADEK ANDRE NUABA

Laki-Laki dengan nama lengkap I Kadek Andre Nuaba yang akrab disapa Andre, dilahirkan di Karang Sari, Desa Karang Agung, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan, Lampung pada tanggal 11 Januari 1994. Andre merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dari pasangan I Nengah Kenca dan Ni Ketut Sunarti.

Masa kecil Andre dilalui bersama keluarga di kampung halamannya dengan penuh kesederhanaan. Desa Karang Sari terletak di salah satu pelosok Kabupaten Way Kanan yang merupakan salah satu kabupaten hasil pemekaran dari Lampung Utara yang berada di wilayah perbatasan Sumatera Selatan dan Lampung. Banyak keterbatasan yang terdapat dikampung halamannya mulai dari jalan yang masih tanah merah, belum adanya akses kesehatan seperti Puskesmas, pasar swalaya, sekolahan, hingga listrik.

Andre memulai pendidikannya di SD Negeri 02 Karang Agung yang berjarak hanya 2km dari rumahnya lalu melanjutkan ke SMP Negeri 01 Bahuga, masih satu Kabupaten dengan Way Kanan. Letak sekolahan yang cukup jauh membuat Andre harus menempuhnya menggunakan sepeda selama 1,5 jam membelah hutan belantara dan ribuan hektar kebun tebu, karet, dan kelapa sawit. Tidak hanya itu, kondisi jalan yang masih tanah merah membuat perjalanannya ke sekolah penuh perjuangan dan kisah, pasalnya pada saat musim kemarau ketika ada truk proyek yang melintas, jalan akan dipenuhi oleh debu dari jalanan yang bertanah merah. Sedangkan ketika musim hujan, karena berlumpurnya jalanan Andre bersama teman-temannya harus membopong sepedanya dan berjalan kaki hingga berkilo-kilo jauhnya.

Untuk dapat melanjutkan pendidikannya, Andre harus merantau dan tinggal terpisah dengan keluarga ke kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Sumatera Selatan tepatnya di SMA Xaverius 01 Belitang. Masa SMA mengajarkannya untuk hidup mandiri dan penuh kehematan sejak muda, pasalnya pulang kampung untuk bertemu keluarganya hanya dilakukan hanya sebulan sekali.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Sriwijaya (UNSRI) jurusan Sistem Komputer dengan konsentrasi Pemodelan Robotika. Andre yang sebelumnya tidak pernah mengenal organisasi, semasa menjadi mahasiswa ia mulai aktif dibeberapa kegiatan organisasi intra dan ekstra kampus seperti BEM, HMJ, UKM, dan KMHDI. Selain berorganisasi Andre aktif mengikuti kegiatan konferensi pemuda, pertukaran mahasiswa internasional, dan beberapa perlombaan nasional dan internasional.

Tahun 2013 menjadi perjalanan internasional Andre ketika mendapatkan penghargaan langsung dari Puteri Kerajaan Brunei Darussalam HER Yang Mulia Paduka Seri Pengiran Anak Isteri Pangiran Anak Sarah dalam kegiatan ASEAN Disability Forum atas kontribusinya dalam mengkonsep logo organisasi tersebut. Tahun 2014 Andre mendapatkan kesempatan dua kali ke negeri gajah Thailand untuk mengikuti kegiatan pertukaran mahasiswa ke Chulalongkorn University pada April 2014 dan mewakili KMHDI dalam Pelatihan Ketahanan Nasional untuk Pemuda yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI pada November 2014. Tahun 2015, Andre menerima beasiswa non-degree Indonesian Arts and Culture Scholarship (IACS) dari Kementerian Luar Negeri RI dan berlanjut lagi tahun 2016 Andre menghadiri kegiatan pengembangan lingkungan melalui misi SDGs bernama Asia – Pacific Youth Exchange (APYE) di Manila Filipina.

Setelah hampir satu tahun lulus dengan gelar Sarjana Komputer (S.Kom) dari Universitas Sriwijaya Andre melanjutkan studinya dengan jurusan Diplomasi dan Kebijakan Publik di Universitas Paramadina di Jakarta dan menyelesaikannya sebagai lulusan magister termuda pada tahun 2019. Semasa menjadi mahasiswa magister, dengan passion-nya dibidang diplomasi Andre masih aktif terlibat dalam forum-forum internasional. Pada tahun 2017 Andre mengikuti kegiatan Wolrd Forum of Youth and Students (WFYS) di Russia dan pada tahun 2018 mengkuti kegiatan Kerjasama Hubungan Internasional Kawasan Samudera Hindia yang diikuti oleh mahasiswa-mahasiswi dari Universitas Western Australia, Universitas Pretoria dan Universitas Paramadina.

Karir organisasi Andre di KMHDI sudah dimulai sejak tahun pertama ia menjadi mahasiswa. Belum satu tahun dilantik sebagai anggota, Andre ditunjuk menjadi Ketua Biro Organisasi PD KMHDI Sumatera Selatan periode 2012 – 2014, kemudian menjabat sebagai Sekretaris PD KMHDI PD KMHDI Sumatera Selatan periode 2012 – 2014 sekaligus Anggota Departemen Organisasi PP KMHDI periode 2014-2016. Ketika melanjutkan studi pendidikan magister di Jakarta, Andre juga ditunjuk sebagai Sekretaris Umum PP KMHDI periode 2016 – 2018 dan puncaknya ditetapkan sebagai Ketua Presidium PP KMHDI periode 2018 – 2020.

Orientasi yang dibawa Andre selama menjadi pengurus PP KMHDI adalah proses dan perubahan, ia meyakini bahwa agar organisasi dapat diterima dan menghasilkan kader sesuai dengan tujuannya, maka organisasi tersebut harus melakukan perubahan dan untuk mencapai perubahan pada posisi terbaik organisasi harus bersedia melalui prosesnya. Beberapa hasil perubahan yang pernah dituangkan dalam programnya selama mengabdi di KMHDI bersama tim pada periodenya adalah ditetapkannya Buku Pedoman Administrasi (BPA) Kesekretariatan, KMHDI mulai memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) nasional, Buku Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Training of Trainer (TOT), dsb.

 

 

 

 

 

 

 

WhatsApp chat