SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Loading

Mataram, kmhdi.org – Kepala Departemen Kajian dan Isu PP KMHDI I Wayan Agus Pebriana mengatakan bahwa tantangan menjalankan organisasi ke depan akan semakin berat. Untuk itu dibutuhkan rumus dan formulasi yang tepat guna merespon tantangan tersebut sehingga regenerasi dan kaderisasi dapat terus berjalan.

Hal ini diungkapkan ketika membawa sambutan dalam Pembukaan SABHA XII PC KMHDI Mataram bertajuk “Kolektif Kolegial”, bertempat di Mataram, NTB, Jumat (08/12).

“30 tahun KMHDI sudah berjalan. Ke Depan tantangan akan semakin berat, dan memaksa kita untuk berpikir lebih keras dari apa yang kita pikirkan, bekerja lebih lelah dari apa yang kita kerjakan hari ini, dan ikhlas lebih ikhlas dari yang kita ikhlaskan hari ini,” terangnya.

Kepala Departemen Kajisu mengatakan perkembangan teknologi dan sains telah membawa dunia masuk pada sebuah era yang disebut distrupsi. Dimana era ini ditandai dengan perubahan yang terus menerus terjadi pada berbagai sektor.

“Termasuk sektor organisasi. Perkembangan teknologi telah membuat manajemen organisasi harus mengalami perubahan. Pemanfaatan teknologi menjadi suatu keharusan dalam tata kelola organisasi,” terangnya.

Lebih lanjut, pada satu sisi perkembangan teknologi membawa angin positif pada kerja-kerja organisasi. Namun pada sisi yang lain justru mengikis rasa bermasyarakat dan rasa memiliki organisasi.

“Pertemuan secara langsung jarang terjadi, rapat-rapat secara langsung juga jarang terjadi lantaran digantikan dengan rapat dalam jaringan. Dalam kadar tertentu ini mengikis solidaritas dan rasa memiliki terhadap organisasi,” terangnya.

Disamping itu, Kadept Kajisu juga mengatakan bahwa saat ini kita dihadapkan pada liberalisasi dan komersialisasi pendidikan yang menjadikan pendidikan bukan lagi untuk publik, tapi untuk orang-orang yang hanya bisa mengakses saja.

“Dalam kadar tertentu liberalisasi pendidikan dan komersialisasi pendidikan ini membuat mahasiswa manjadi apatis dan pragmatis untuk bergabung dalam sebuah organisasi,” terangnya.

Lebih lanjut, ditengah situasi tersebutlah KMHDI diuji. Di Satu sisi KMHDI wajib melakukan sistem kaderisasi dalam bentuk rekrutmen, memberikan pendidikan dan pelatihan. Namun disisi lain, justru mahasiswa sangat apatis dan pragmatis untuk ikut berorganisasi.

“Disinilah butuh formulasi yang pas. Cara-cara konvensional barangkali tidak relevan lagi. Dibutuhkan cara-cara yang lebih maju untuk bisa merespon tantangan tersebut. Dan forum Sabha adalah forum yang tepat untuk memikirkan hal tersebut,” terangnya.

Share:

administrator