SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Denpasar, kmhdi.org – Kegiatan KMHDI Sevakam yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Denpasar juga turut melakukan diskusi soal permasalahan sampah yang ada di Kota Denpasar pada Sabtu (23/10) di Wantilan Pura Agung Jagatnatha, Denpasar.

Gus Norma selaku Pemantik Diskusi dari Komunitas Bersih-Bersih Bali menyatakan bahwa permasalahan sampah yang paling berat adalah merubah pola pikir masyarakat tentang bagaimana memilah sampah dari rumah tangga.

“Selama ini kami sudah bergerak dengan aksi dan edukasi di beberapa wilayah desa di Bali. Dari berbagai persoalan yang ada, masalah yang paling sulit adalah bagaimana merubah mind set itu masyarakat,“ ungkapnya.

I Dewa Gede Darma Permana selaku Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) menyatakan bahwa tujuan diskusi ini menepis stigma masyarakat bahwa sebagian besar sampah di Bali berasal dari upakara agama.

“Untuk menepis stigma masyarakat bahwa sebagian besar sampah di Bali berasal dari sampah upakara agama, melalui diskusi ini kami di PC KMHDI Denpasar mendorong PHDI Kota Denpasar untuk mengeluarkan bhisama terkait dengan pengelolaan sampah, terutamanya sampah sisa upakara,” jelas pria yang kerap disapa Dewa.

Dalam kesempatan yang sama hadir pula Ketua PHDI Denpasar, Nyoman Kenak SH yang menyatakan sangat mendukung program KMHDI Sevakam yang diselenggarakan oleh PC KMHDI Denpasar dan berharap agar kedepan program seperti ini dapat konsisten di laksanakan.

“Saya sangat mendukung program ini, yang dimana ini merupakan suatu langkah nyata yang dapat kita lakukan untuk solusi permasalahan sampah dari sumber sekaligus dapat memberikan edukasi kepada masyarakat,” harapnya.

Saat pelaksanaan diskusi, Turut hadir pula beberapa komunitas pegiat lingkungan seperti Bersih – bersih Bali, Toltol, Megaloman, PPITO, Duta Hijau Bali, CUT Tegalalang, serta Organisasi dan UKM Hindu se-Kota Denpasar.

Share:

administrator