![]()
Yogyakarta, kmhdi.org – Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Yogyakarta turut menyambut dan mendampingi kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Amlapura yang dilaksanakan di Wantilan Pura Vaikuntha Vyomantara Yogyakarta pada Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 180 peserta, terdiri dari dosen dan mahasiswa angkatan 2024, dengan mengusung tema “Menumbuhkan Nilai Dharma, Budaya, dan Harmoni Sosial” (10/02).
Sebagai organisasi mahasiswa Hindu di Yogyakarta, KMHDI berperan aktif dalam menjembatani dialog antara rombongan STKIP Amlapura dengan komunitas umat Hindu setempat. Momentum ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai moderasi beragama serta dinamika kehidupan umat Hindu di luar Bali, khususnya dalam konteks masyarakat Yogyakarta yang majemuk.
Ketua STKIP Amlapura, Dr. I Komang Badra, S.Pd., M.Pd.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi KKM merupakan langkah strategis untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami harmoni kehidupan beragama di tengah keberagaman.
Rombongan KKM disambut oleh tokoh-tokoh umat Hindu setempat, di antaranya Made Worda Negara selaku Pengempon Pura, I Nengah Lotama, S.Ag. selaku Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wilayah Yogyakarta, Mujirah selaku Sekretaris Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), serta Sauca Dharma Duta selaku Ketua KMHDI Yogyakarta. Kehadiran KMHDI dalam kegiatan ini memperkuat sinergi antara mahasiswa Hindu lintas daerah dalam membangun jejaring dan solidaritas.
Selain kegiatan observasi dan diskusi nilai-nilai dharma, momentum ini juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) antara STKIP Amlapura dan lembaga mitra di Yogyakarta. KMHDI melihat langkah ini sebagai bentuk konkret penguatan kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua KMHDI Yogyakarta, Sauca Dharma Duta, menyampaikan harapannya agar kerja sama ini menjadi awal kolaborasi jangka panjang yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan masyarakat Hindu.
“Ia menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan demi memperkuat jejaring antar lembaga.”
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif antara mahasiswa STKIP Amlapura dan tokoh umat Hindu setempat yang difasilitasi oleh KMHDI Yogyakarta, serta kunjungan ke area pura. Melalui ruang dialog ini, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai tantangan dan praktik kehidupan beragama umat Hindu di Yogyakarta.
