SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Karangasem, kmhdi.org – Dalami makna sebenarnya Rahina Suci Siwaratri, Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Bangli giat Ngobrol dan Mengoreksi Informasi (Ngoreksi) episode 7 di Taman Edelweis Bali pada, kamis (30/12).

Mengusung tema “Pandangan Generasi Muda Terhadap Siwaratri” diskusi ini bertujuan untuk mengedukasi khususnya Generasi Millenials tentang Makna dan Filosofi Siwaratri yang sebenarnya sesuai sastra.

menghadirkan I Ketut Suardana dan I Gede Mardi Yasa sebagai pemantik, serta Ni Made Reniska Sintia Ari sebagai moderator, Kegiatan inj disambut secara antusias dan dilaksanakan disalah satu objek wisata ternama di Kabupaten Karangasem.

I Putu Esa Purwita selaku Ketua PD KMHDI Bali turut hadir dalaam kegiatan ini, beliau sangat mengapresiasi Ngoreksi karena dapat memberikan edukasi dan dampak positif bagi Generasi Muda Hindu.

“Ditengah cuaca yang kurang mendukung ini, tidak menyurutkan semangat kalian dalam melaksanakan Ngoreksi kali ini. Saya sangat mengapresiasi PC KMHDI Bangli yang selalu aktif menggelar acara yang edukatif dan berdampak positif. Hal-hal yang dibahas pun sangat baik untuk meluruskan isu-isu negatif dan menambah wawasan kita terkait Siwaratri. Kita sebagai generasi muda sudah sepatutnya memahami makna dari setiap upacara umat Hindu supaya tidak menyimpang dari sastra yang kemudian nantinya mampu meneruskan ke generasi berikutnya” Ucap Ketua PD KMHDI Bali dalam sambutannya.

Keseruan dan antusias peserta dalam berdiskusi sangat luar biasa, mulai dari munculnya berbagai pertanyaan dari para peserta yang membuat diskusi semakin hangat. Salah satu Kader KMHDI Bangli, Ayu Lestari Yanti yang bertanya terkait dengan etika dalam pelaksanaan Siwaratri. Karena menurut pandangannya, masih banyak anak muda yang belum memenuhi etika Siwaratri.

“Apakah salah jika Siwaratri bersama pacar? Bagaimana pandangan teman-teman terhadap hal tersebut?” Tanya Ayu Lestari Yanti.

I Ketut Suardana selaku pemantik, menanggapi pertanyaan tersebut bahwa kita sebagai Generasi Muda Hindu, hendaklah tetap memperhatikan makna dari Pelaksanaan Rahina Suci Siwaratri dengan niat dan tujuan yang baik berlandaskan dharma. Sehingga nantinya terhindar dari tingkah laku yang kurang baik.

“Menurut saya Siwaratri bersama pacar itu tidaklah salah asalkan tujuan dan niat kita bersih, sungguh-sungguh ingin Siwaratri (merenungi dosa). Namun jika tujuannya untuk kesenangan duniawi saja dan tidak mengindahkan etika ya sudah barang tentu hal tersebut dinyatakan salah” jawabnya.

Kemudian jawaban itu ditegaskan lagi oleh I Gede Mardi Yasa selaku pemantik dalam Ngoreksi kali ini. Ia setuju dengan jawaban yang diberikan oleh I Ketut Suardana.

“Saya setuju dengan yang disampaikan oleh Bli Ketut bahwa kita harus melaksanakan Siwaratri secara tulus, merenungi dosa-dosa kita dan memohon ampunan dari-Nya, bukan malah berbuat yang kurang baik. Kita generasi muda harus bisa bertingkah laku sesuai tatanan yang ada dan berlandaskan agama. Jika kita berlaku yang baik maka baik pula yang akan kita dapatkan nanti” ujar Mardi.

Diskusipun diakhiri dengan penyerahan sertifikat keada pemantik dan moderator oleh Ketua PD KMHDI Bali, dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Share:

administrator