SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Manado, kmhdi.org (22/05) – PD KMHDI Sulawesi Utara melaksanakan Kaderisasi Tahap satu (KT1). Kegiatan ini diikuti 15 peserta diantaranya adalah pengurus dan anggota KMHDI yang telah lulus DMO dilaksanakan di Taas, kec.Tikala.

Ketua PD KMHDI Sulawesi Utara I Gede Narasima menjelaskan latar belakang diadakanya KT1 ini merupakan kaderisasi pokok PC KMHDI dan bisa juga dilaksanakan oleh PD KMHDI yang tidak memiliki PC di daerahnya. Hal ini bertujuan agar semua kader mampu berpikir kritis dan analis melalui penguatan pola ideologis dan filosofis.

“Kaderisasi tahap satu adalah kaderisasi pokok yang harusnya dilakukan oleh PC namun bisa dilaksanakan juga oleh PD yang tidak mempunyai PC dan tujuanya adalah untuk menciptakan kader yang mampu berfikir kritis dan analis melalui penguatan pola ideologis dan filosofis” tutur Narasima.

Biro Kaderisasi Ni Putu Ratna menegaskan bahwa kaderisasi tahap satu ini wajib dilaksanakan karena dapat menciptakan kader yang memiliki wawasan berpikir secara kritis dalam menghadapi masalah dengan metode analisis MDH.

“KT1 wajib dilaksanakan karena kegiatan pokok dari sistem kaderisasi dan pelaksanaan KT1 bertujuan untuk menciptakan anggota yang mampu berpikir secara kritis, mampu menghadapi masalah dengan metode analisis MDH, menciptakan kader yang memiliki wawasan berpikir yang kuat dengan menanamkan nilai-nilai filosofis dan ideologis didalam dirinya. Serta kegiatan KT1 juga untuk menyiapkan kader-kader melangkah lebih jauh menjadi pengurus PD KMHDI Sulawesi Utara” ucap Ratna.

Putu Ratna juga menambahkan, Pasca KT1 kader mampu menganalisis suatu masalah dengan pola pikir yang kritis dan analitis dengan materi yang telah diberikan kader mampu berperan aktif dalam menanggapi saat diskusi berlangsung maupun pada saat penugasan.

“Saya dapat melihat perubahan pada kader saat menganalisis suatu masalah dengan pola pikir yang kritis dan analitis, dari materi yang telah diberikanpun kader aktif dalam memaparkan tanggapan mereka pada saat penugasan kepada kader yaitu membuat analisis masalah menggunakan metode MDH para kader sangat aktif menyuarakan pendapat mereka dengan pola pikir kritisnya” ucap Ratna.

Peserta kegiatan Putu Yudistira dan Ayu Wulandari mengatakan bahwa kegiatan ini sangat menarik dan bermanfaat dapat penambah wawasan terutama dalam pola berpikir yang baik.

“Kesan saya mengikuti kegiatan kaderisasi tahap satu ini sangat menarik dan dapat membantu saya dalam berpikir secara kritis dan sangat menambah wawasan saya terutama dalam pola berpikir, semogga dikegiatan selanjutnya selalu seperti ini bisa membuat para kader mampu berpikir kritis dan analitis sangat membantu kader dalam menyelesaikan suatu masalah dengan pola pikir yang baik” ucap Yudistira.

“Saya sangat senang mengikuti KT1 ini bersama teman-teman kader lainnya, materi yang didapatkan selama KT1 memang agak berat tetapi ini dapat melatih kita sebagai kader untuk berpikir lebih kritis dalam menanggapi keadaan yang sedang terjadi, semogga apa yang diajarkan di KT1 ini dapat diterapkan oleh teman-teman kader dalam kehidupan sosial dan tidak berhenti setelah kegiatan tersebut selesai dilaksanakan”ucap Ayu.

Di akhir pembicaraan, I Gede Narasima mengutarakan harapannya kepada kader-kader yang telah mengikuti kaderisasi tahap satu ini agar bisa mengembangkan konsep berpikir kritis dalam mengahadapi masalah-masalah yang akan datang nantinya.

“Harapan kedepanya untuk kader yang sudah mengikuti KT1 agar bisa mengembangkan konsep berpikir kritis ini untuk menghadapi permasalahan-permasalahan yang nantinya muncul dalam internal pengurus maupun internal organisasi bisa menyelesaikan dengan pisau bedah MDH yang sudah dipelajari dalam KT1 dan materi-materi KT1 ini harus terus dipupuk baik dalam bentuk diskusi-diskusi untuk lebih mendalami dan memahami materi-materi tersebut” tutup Narasima.

Share:

administrator