SEKRETARIAT PIMPINAN PUSAT KMHDI

Sekretariat Operasional (Surat Menyurat):
Jalan Kakatua Blok AA No. 14 Perumahan Cipinang Indah II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13430
* Fax. : 021 – 86600779
Sekretariat Domisili :
Jalan Anggrek Nelly Murni Blok A No. 03, RT/RW 02/03 ,
Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah – Jakarta Barat 11480

Loading

Badung, kmhdi.org – Tidak terasa beberapa bulan lagi perhelatan demokrasi terbesar di negara ini akan berlangsung. Dalam sejarah, untuk pertama kalinya kita akan memilih “wakil rakyat” di beberapa tingkatan baik pada fungsi legislatif maupun eksekutif secara bersamaan. Keniscayaan yang mungkin dahulu tidak terbayangkan, dan tentu (seharusnya) ini merupakan moment yang sungguh menggembirakan bagi sebuah negara yang berkedaulatan rakyat. Iya, pemilihan umum (pemilu) sebentar lagi akan di helat dengan segala riuh politik yang paparannya tidak mungkin kita hindari dalam keseharian kita saat ini.

Namun, dalam tulisan ini saya mencoba mengajak kita untuk berhenti sejenak, menghela nafas, seraya berpikir, apakah politik adalah satu-satunya jalan untuk mencapai tujuan kemajuan bangsa?

Dalam bidang kepentingan publik, politik sering kali mengalahkan science atau ilmu pengetahuan, meskipun ilmu pengetahuan berperan penting dalam mendorong inovasi dan menjawab permasalahan global. Politik memikat minat publik terutama karena keterlibatan langsungnya dengan emosi manusia dan nilai-nilai kemasyarakatan. Hal ini berkaitan dengan isu-isu tata kelola, kekuasaan, dan norma-norma sosial yang mempunyai dampak langsung terhadap kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Dampak langsung ini memberi politik intensitas emosional dan relevansi pribadi yang seringkali lebih gamblang dan mendesak dibandingkan sifat abstrak penelitian ilmiah. Selain itu, hal ini juga di dorong oleh media massa yang memprioritaskan peristiwa-peristiwa politik, yang pada dasarnya bersifat dramatis dan didorong oleh konflik, dibandingkan perkembangan ilmiah yang kurang sensasional.

Secara nature, kita akan lebih tertarik pada sensasi, gimik dan drama. Tak dapat dipungkiri jua bahwa sebagian besar dari kita mungkin akan lebih mengenal nama caleg yang joget-joget di tiktok, daripada seorang scientist yang berkontribusi dalam pengembangan vaksin Covid-19 yang diterima luas secara internasional.

Ilmu pengetahuan, bagaimanapun juga, memainkan peran mendasar dalam mendorong kemajuan jangka panjang melalui penemuan dan inovasi. Meskipun kurang sensasional dalam jangka pendek, penelitian ilmiah dan kemajuan teknologi merupakan landasan untuk memecahkan tantangan global yang kompleks, mulai dari perubahan iklim dan krisis kesehatan hingga pembangunan teknologi dan ekonomi. Hasil kerja ilmiah, meskipun tidak selalu terlihat secara langsung, telah mengubah dunia, memiliki dampak yang menjanjikan untuk meningkatkan kualitas hidup, memperpanjang harapan hidup, dan merevolusi industri dan perekonomian.

Namun, sifat kemajuan ilmu pengetahuan, yang seringkali bertahap dan kompleks, membuatnya menjadi kurang menarik di dunia yang terbiasa dengan perkembangan pesat. Ini diperparah dengan persepsi masyarakat yang meremehkan kekuatan transformatif ilmu pengetahuan dan lebih mengutamakan relevansi keputusan politik yang lebih bersifat langsung dan bersifat personal. Maka, ditengah ketidakpedulian akan pentingnya science, tentu tidak heran bila janji politik yang santer kita dengar hanya berisikan retorika tanpa solusi konkret. Toh, kita juga tidak (terbiasa) menuntut mereka dengan landasan empiris dan perencanaan yang sistematis dan terukur bukan?

Jadi, menurut saya, memandag ilmu pengetahuan sebagai suatu entitas yang penting bukanlah suatu yang berlebihan. Setidaknya, bilamana kita belum mampu menjadi seorang penemu (inventor atau inovator), prinsip-prinsip dasar seperti berpikir ilmiah (termasuk di dalamnya kritis, logis, sistemik, dsb.) sangat perlu kita tanamkan. Sebagaimana berpikir filosofis dan argumentatif yang sarat politik telah lebih dahulu terdistribusi dengan baik, begitu juga kiranya prinsip-prinsip ilmiah yang dibawa oleh science perlu dijadikan atensi oleh pimpinan puncak organisasi.

Secara historis, saya menyadari organisasi manapun dalam proses pendiriannya tidak terlepas dari politik, tak terkecuali KMHDI. Dalam derap langkah perjalanannya kemudian, dominasi perhatian pada politik tentu membuat pandangan kita mengarah ke satu titik itu, seakan ini adalah satu-satunya jalan. Namun, dengan mengambil nafas sejenak, mungkin kita pada satu titik akan memiliki sedikit kesadaran bahwa science adalah kekuatan tersembunyi di balik kemajuan umat manusia dalam jangka panjang. Maka dari itu, saya rasa tidak berlebihan bila saya berpandangan bahwa nilai-nilai ini perlu dimasukkan dalam silabus pendidikan kader KMHDI. Sehingga mulai dari sini akan lahir kader yang tidak hanya mengerti birokrasi, namun juga para penemu solusi dan teknokrat masa depan dari sebuah bangsa besar bernama Indonesia. Semoga.

.

Oleh: I Gusti Made Teddy Pradana (PC KMHDI Badung)

.

Share:

administrator