Badung, kmhdi.org (21/5) – Ketua PC KMHDI Badung periode 2021-2023 Ni Luh Putu Indah Wahyuni memberikan konsep baru tentang arah gerak PC KMHDI Badung. Berangkat dari situasi organisasi, PC KMHDI Badung menentukan arah gerak dengan konsep “Sandyaning Niti Mahottama”.

Indah Wahyuni mengatakan, dalam menentukan arah gerak telah mempelajari bagaimana situasi di PC KMHDI Badung baik diinternal maupun ekternal sehingga dapay mencetuskan konsep baru yang dirancang dengan sebutan Sandyaning Niti Mahottama.

“Sebelum menentukan arah gerak kita harus melihat terlebih dahulu organisasi itu, saya menyadari bahwa setiap organisasi itu mempunyai permasalahannya masing-masing tidak terkecuali PC KMHDI Badung, jadi ketika mencetuskan nama dari konsep Sandyangning Niti Mahottama saya melihat dulu PC KMHDI Badung itu bagaimana baik kondisi internal maupun eksternalnya” ungkap Indah Wahyuni.

Wanita yang akrab disapa Indah ini menjelaskan bahwa gerakan organisasi yang bertumpu pada semangat kaderisasi dengan sebutan “Sandyaning Niti Mahottama” ini terdiri dari uraian kata yang berasal dari Bahasa Jawa Kuno, berarti Keberlanjutan Organisasi yang Utama.

“Apabila ditelisik mendalam, setiap kata memiliki makna khusus seperti kata Sandyaning berarti pergantian waktu, Niti berarti pemerintahan kompleks, dalam hal ini maknanya adalah organisasi yang didalamnya terdapat kompleksitas pergerakan, dan Mahottama berarti paling utama” jelas Indah Wahyuni.

Ia juga menambahkan konsep Sandyangning Niti Mahottama adalah solusi sekaligus harapan terhadap PC KMHDI Badung dalam proses kaderisasi yang harus terus berjalan dengan membumikan nilai organisasi dan mematangkan internal PC KMHDI Badung.

“Konsep ini mengandung nilai budaya dan kompleksitas yang tinggi sehingga ini merupakan solusi sekaligus harapan untuk PC KMHDI Badung. karena penerapan konsep ini ditentukan oleh kader sehingga proses kaderisasi harus terus berjalan dengan membumikan nilai dari organisasi, kemudian mematangkan secara internal supaya PC KMHDI Badung bisa jadi tempat yang nyaman untuk kader sehingga proses kaderisasi berjalan” Tutup Indah Wahyuni.