Jakarta, kmhdi.org (28/5) – Pandemi atau Gering Agung tidak boleh menghentikan kreativitas kita dalam bersastra. AAGN Ari Dwipayana, ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud menyampaikan bahwa justru di masa pandemi, kita akan memiliki momen untuk “mulat sarira”, melihat kembali apa yang tengah terjadi.

“Untuk mendorong para penggiat sastra Bali kembali berkarya, Yayasan Puri Kauhan Ubud  menyelenggarakan ajang ekspresi penulisan  kreasi sastra yg bertajuk: SASTRA SARASWATI SEWANA, PAMARISUDDHA GERING AGUNG” jelas Ary Dwipayana.

Ari menyebutkan  kreasi karya  sastra mulai dibuka pendaftaran tanggal 21 mei sampai dengan 1 agustus 2021 yang dimana di dalamnya ada beberapa perlombaan antara lain sastra Bali Klasik berupa: Geguritan, Kidung, Kakawin dan Satua.

“Selain sastra Bali klasik juga dilombakan  Sastra Modern: cerpen dan puisi bebahasa Bali. Ada bebebrapa ketentuan dalam perlombaan ini, diantaranya adalah Semua karya sastra yg dilombakan harus karya otentik dengan mengambil tema Gering Agung atau Pandemi Covid-19” papar Ary Dwipayana.

Ajang kreasi ini  bukan semata mata perlombaan tapi akan didahuiui dengan serangkaian workshop, baik sastra Bali klasik dan sastra Bali modern. Workshop melibatkan pengajar yg kompeten dan sekligus sebagai Dewan Juri lomba: I Dewa Gde Windhu Sancaya (Ketua), I Ketut Sumarta, I Wayan Suteja, Putu Eka Gunayasa, Mas Ruscitadewi, I Putu Supartika dan I Gde Agus Darma Putra.

“Dewan Juri akan memilih 30 karya terbaik dalam 6 kategori untuk mendaparkan hadiah dana  apresiasi dan piagam penghargaan. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai ketentuan lomba bisa dilihat di website www.purikauhanubud.org” tutup Ary Dwipayana.