Kendari, kmhdi.org – Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Kendari, Sulawesi tenggara, melaksanakan kegiatan Kajian Rutin (Kantin) KMHDI dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-113 pada jumat (21/5).

Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pengurus, alumni serta kader PC KMHDI Kendari dilaksanakan di Warkop THR, Kendari ini mengambil tema “ Pandangan Generasi Milenial Dalam Memaknai Hari Kebangkitan Nasional Ditengah Pandemi Covid-19” dan dipandu langsung oleh Ketua Bidang Penelitian Dan Pengembangan, Niluh Kesuma Dewi.

Ketua PD KMHDI  Provinsi Sulawesi Tenggara Wayan Arya Saputra memaparkan pandangannya terkait makna hari kebangkitan nasional. Sebagai generasi muda harus mengetahui makna dari hari kebangkitan nasional itu sendiri serta apa sebenarnya yang harus di bangkitkan dari diri kita.

“Jika dilihat di kehidupan milenial, nilai nilai nasionalisme dari generasi muda itu sangat merosot di tengah-tengah modernisasi dan perkembangan teknologi yang yang terjadi. Kemajuan itu cenderunh digunakan untuk hal-hal yang negative dan dapat merugikan orang lain dan bahkan negara ini ,contoh kecilnya yaitu penggunaan handphone, sosial media, dan lainnya yang tidak di gunakan dengan baik dan benar” Ujar Wayan Arya.

Wayan arya menjelaskan, dengan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila pada diri sendiri dan sebagai mahasiswa hindu yang berorganisasi di KMHDI di harapkan dapat menerapkan nilai-nilai kebangsaan itu, sehingga nilai-nilai kebangkitan nasional itu dapat di jalankan dengan baik.

“Saya merasa dengan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila pada diri kita sendiri, dan kita sebagai mahasiswa hindu yang berorganisasi di KMHDI di harapkan dapat menerapkan nilai-nilai kebangsaan itu,sehingga nilai nilai kebangkitan nasional itu dapat di jalankan dengan baik.” jelas Wayan Arya.

Ketua Bidang Penelitian Dan Pengembangan PC KMHDI Kendari Niluh Kesuma Dewi mengatakan, sebagai generasi penerus bangsa harus dapat membangkitkan kesadaran dalam diri dan semangat Nasionalisme. Di tengah-tengah pandemi ini kesadaran generasi muda akan pentingnya menjalankan protokol kesehatan harus dapat di bangkitkan.

“Di tengah-tengah pandemi ini, kesadaran generasi muda akan pentingnya menjalankan protokol kesehatan harus dapat di bangkitkan untuk Indonesia yang labih baik. Perjuangan kita sebagai generasi milenial  di masa ini tidak lagi di bebankan dengan harus berjuang melawan penjajah tetapi kita di tuntut agar dapat menjaga keutuhan NKRI dan persatuan antar masyarakat, berbangsa, dan bernegara” Tutup Dewi.

Hari Kebangkitan Nasional merupakan serangkaian peristiwa penting yang “gongnya” dimulai dengan berdirinya Budi Utomo 20 Mei 1908, dilanjutkan dengan Ikrar Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 dan puncaknya terjadi pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan Hatta.