NGOREKSI PC KMHDI Bangli Merefleksi 75 Tahun Indonesia Merdeka

Bangli, (31/08) refleksi 75 tahun kemerdekaan Indonesia PC KMHDI Bangli kembali menggelar diskusi yang dikemas dengan NGOREKSI (Ngobrol dan Menkoreksi Informasi). Diskusi dalam jaringan dengan aplikasi zoom meeting ini dikuti oleh kader KMHDI dan umum yang dimulai dari pukul 15.00 wita hingga selesai. Teddy Chrisprimanata Putra selaku pemantik diskusi kali ini yang sekaligus merupakan anggota departemen Kajian dan Isu PP KMHDI.

Tema diskusi ini merupakan himbauan dari PP KMHDI yang kemudian kajiannya didiskusikan kembali oleh PC KMHDI Bangli. Refleksi 75 tahun Indonesia maju dilihat dari berbagai sudut pandang mulai dari kondisi ekonomi, pendidikan, sosial dan hingga adu domba antar anak bangsa telah mendistrupsi seluruh sektor. Manajemen krisis menjadi hal yang harus digunakan sebagai dasar bertindang ditengah pandemi.

Secara yuridis Indonesia memang merdeka. Tapi pada kenyataan Indonesia belum merdeka dari belenggu kemiskinan. Ketidaksiapan dunia pendidikan saat ini menjadi dilema terhadap kualitas SDM masyarakat Indonesia. Pendidikan sebagai bagian yang berperan dalam mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negara maju harus beradaptasi dengan kondisi saat ini. Terlepas dari dunia pendidikan, kebebasan berpendapat dalam negara demokrasi juga menjadi sorotan saat ini. Teddy Chrisprimanata Putra selaku pemantik diskusi menyatakan kebebasan pendapat juga memiliki batasan. “Kebebsan berpendapat dijamin oleh negara akan tetapi terdapat batasan dimana salah satunya UU ITE tahun 2008 untuk membatasi pendapat masyarakat, secara umum kita masih menunjukan ego tentang masukan dan kritikan tanpa berpikir ilmiah. Oleh karena kita diberikan kebebasan tapi jangan sampai kebablasan,”ungkapnya.

75 tahun Indonesia merdeka bukan hanya terlepas dari belenggu penjajah tetapi merdeka adalah sebuah kebebasan negara demokrasi, kritik dan saran merupakan arwah dari negara demokrasi. Indonesia maju menjadi PR kita bersama untuk mewujudkannya, kemerdekaan bukan hanya sekedar seremonial atau peringatan semata tetapi kemerdekaan harus diperjuangkan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia khususnya generasi muda harapan bangsa.

Komentar Anda