Semakin aku mencari, semakin aku mengerti, aku bangga #5ArtikelTerbaik

Peserta Ruang Inspirasi: Kita Hindu, Kita Bangga! Nama: I Gede Janitra Rad Winatha Asal Sekolah: SMAN 1 Gianyar

Om Swastyastu

Mengapa Saya Bangga Menjadi Hindu ?

Banyak hal yang membuat saya bangga terlahir dan menjalankan keseharian sebagai seorang Hindu yang menjunjung tinggi ajaran Dharma. Bukan semata mata karena Hindu adalah agama tertua atau Hindu adalah agama nenek moyang, alasan saya bangga menjadi seorang Hindu adalah karena semua hal yang saya tanyakan tentang dunia ini telah dijawab oleh sastra Hindu, oleh kitab suci Weda. Sedikit berbagi cerita, di suatu hari saya pernah bertanya pada guru saya mengapa Hindu memuja banyak Tuhan? Dengan mudahnya beliau menjawab bahwa Hindu tidak seterbatas itu, Hindu memuja Tuhan yang tunggal bagaikan matahari. Beliau lanjut mengatakan jangankan untuk menyetuh matahari menantapnya saja manusia memiliki keterbatasan, maka Hindu memberikan kita kemudahan dengan memanusiakan Tuhan bukan berarti Tuhan yang terbatas, melainkan Tuhan yang dipuja sesuai dengan apa yang kita mau apa yang kita bayangkan, hal ini termuat di salah satu petikan bait Tri Sandya yang menyatakan Eko Narayan Na Dwityo Asti Kascit yang artinya Tuhan itu satu tidak ada duanya, lalu kenapa Hindu menyembah banyak dewa ? pikiran ini sempat muncul, lalu ditegaskan kembali dengan kutipan dari Reg Weda yang menyebutkan Ekam Sat Wipra Bahuda Wadanti, Tuhan itu satu oleh para Rsi disebutkan dengan berbagai nama. Jawaban dari sosok guru ini telah memantapkan saya kenapa bangga menjadi seorang Hindu. Beberapa waktu lalu sempat terkenal sebuah paradox yang berbunyi ”Jika Tuhan Maha Kuasa, Dapatkah Ia Membuat Batu Yang Sangat Berat Sehingga Tuhan Tidak Sanggup Mengangkatnya?” tentu sebagai seorang yang beragama saya cukup tertarik dengan paradoks ini, disuatu kesempatan di masa Pandemi ini saya sempat bertemu dengan salah satu penekun spiritual Hindu Bali, saya sempat berdiskusi dengan beliau tentang paradoks ini dan tanpa waktu yang lama saya mendapatkan jawaban yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa dimana beliau memiliki Unsur Purusha dan Prakerti. Dengan hal ini Tuhan digambarkan amat sangat maha kuasa, tidak seterbatas apa yang manusia pikirkan. Disaat beliau menciptakan sesuatu, unsur Prakertilah yang akan bekerja dan berevolusi menjadi Panca Tan Matra, dan disaat itupula Tuhan dengan unsur Purushanya akan mengendalikan Unsur Prakerti ini. Beliau juga menyederhanakan pengertian ini dan menggambarkanya dengan berbagai kisah seperti Narasimha Awatara, dan bagaimana kisah Dewa Siva dan Dewi Durga sebagai symbol nyata unsur Purusha dan Prakerti ini. Ini adalah beberapa bukti dimana semua pertanyaan saya terjawab sebagai seorang Hindu. Saya bangga sebagai manusia Hindu, Hindu yang memelihara budaya, tradisi, dan sangat mencintai sejarah tanpa menentang perubahan yang disebabkan oleh sang waktu. Saya bangga sebagai Hindu yang merawat lingkungan, mencintai sesama, dengan tetep berbhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Komentar Anda
WhatsApp chat