Pajak Kita, Untuk Indonesia

Oleh : I Putu Andre Juliana

Berbicara pajak merupakan hal yang menarik, mengingat pajak merupakan pendapatan terbesar bagi negara Indonesia. Tidak heran jika pajak disebut sebagai tulang punggung negara dan menjadi salah satu penopang jalanya pembangunan di Indonesia. Pajak adalah pungutan wajib dari rakyat baik dari perseorangan pribadi atau badan usaha untuk negara yang dipergunakan untuk keperluan negara serta untuk mensejahterakan rakyat. Pembayaran pajak merupakan perwujudan kewajiban dan peran serta wajib pajak untuk ikut secara langsung dan bersama-sama dalam pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Membayar pajak bukan hanya merupakan kewajiban tetapi juga merupakan hak dari setiap warga negara untuk berperan serta terhadap pembiayaan negara dan pembangunan nasional.

Berdasarkan UU KUP Nomor 28 Tahun 2017 Pasal 1 ayat 1, pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Kewajiban membayar pajak juga sudah diatur dalam pasal 23 A UUD 1945 yang berbunyi “Pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur dengan Undang-Undang”. Berdasarkan pengertian pajak tersebut ada beberapa komponenen penting yang harus kita pahami yaitu :

1. Pengertian pajak sebagai kontribusi wajib warga negara adalah setiap orang memiliki kewajiban untuk membayar pajak. Namun warga yang memiliki kewajiban untuk membayar pajak adalah warga yang telah memenuhi syarat subjektif dan objektif.

2.Pengertian pajak yang bersifat memaksa bahwa jika warga sudah memenuhi persyaratan subjektif maupun objektif, maka warga tersebut wajib membayar pajak. Dalam undang-undang tentang pajak juga dijelaskan bahwa yang tidak membayar atau sengaja tidak membayar pajak akan dikenakan sanksi.

3. Pengertian pajak tidak dapat mendapat imbalan secara langsung memiliki artian pajak berbeda dengan retribusi. Pembayaran pajak yang telah dilakukan dalam jumlah tertentu kita tidak langsung menerima manfaat dari pajak yang telah kita bayar. Tetapi akan memndapatkan berupa fasiltitas dan untilitas yang akan kita rasakan nanti.

4.Pengertian pajak berdasarkan Undang-Undang adalah pajak diatur dalam Undang-Undang negara. Lembaga pemerintah yang mengelola perpajakan negara di Indonesia adalah Direktorat Jendral Pajak (DJP) yang merupakan salah satu direktorat jenderal yang dibawah naungan Kementrian Keuangan Republik Indonesia.

Di negara Indonesia sektor pajak merupakan penopang terbesar APBN. Berdasarkan postur APBN 2019, Pendapatan negara di proyeksikan sebesar 2.165,1 Triliun dengan rincian penerimaan dari pajak sebesar 1.786,4 triliun rupiah, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 378,3 triliun rupiah, dan hibah sebesar 0,4 triliun rupiah. (Kemenkeu, APBN 2019). Sumber pendapatan negara akan digunakan untuk keperluan negara seperti membangun fasilitas dan infrastruktur yang akan dikembalikan untuk rakyat dalam membantu program guna mensejahterakan rakyat. Sama halnya dengan negara demokrasi. Demokrasi yang artinya dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Kalau kita cermati bersama pajak pun demikian. bisa dikatakan bahwa pajak berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat itu sendiri. Maksud dari hal tersebut adalah penghasilan atau anggaran dana suatu negara berasal dari rakyat yang dilakukan melalui pemungutan pajak dipergunakan kembali untuk kepentingan negara dan kesejahateraan rakyat.

Membayar pajak adalah hak dan kewajiban setiap warga negara dalam berpatisipasi secara bersama-sama untuk kepentingan negara dalam hal pembangunan nasional dan mensejahterakan rakyat yang telah diatur dalam Undang-Undang. Berpartisipasi bersama-sama dalam pembangunan nasional dan mensejahterakan rakyat adalah sepenanggung dan senasib seluruh lapisan rakyat Indonesia. Perlunya sinergitas seluruh rakyat Indonesia dan semangat gotong royong untuk mewujudkan hal tersebut yang merupakan cita-cita luhur bangsa Indonesia.

Gotong royong merupakan istilah Indonesia yang berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang di inginkan. Membayar pajak bagi wajib pajak merupakan cerminan semangat sikap gotong royong. kita dapat memahami bahwa pajak bukan hanya sekedar melaporkan SPT tahunan, membayar PPN saat belanja, atau memotong sebagian penghasilan untuk membayar PPh. Lebih dari itu pajak hadir dan mengajarkan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menamkan sikap kepedulian, kebersamaan, semangat bergotong royong untuk mewujudkan kemakmuran rakyat dan berkontribusi terhadap kepentingan negara.

Namun saat ini banyak masyarakat yang belum taat membayar pajak disebabkan karena minimnya informasi masyarakat mengenai manfaat dari pajak itu sendiri. Sebagian masyarakat umum masih awam berpendapat bahwa pajak adalah sesuatu yang negatif yang hanya akan menambah beban hidup mereka karena mereka belum paham akan pajak itu sendiri, pengenaan pajak, pihak-pihak penanggung pajak, dan manfaat pajak bagi negara. Akibatnya dari sempitnya pengetahuan masyarakat tentang pajak yakni masyarakat enggan untuk membayar pajak. berdasarkan Tax Ratio tahun 2019, indonesia hanya mencapai 12,22 %. Artinya porsi pajak yang dikumpulkan negara hanya sekitar 12 % dari total seluruh aktivitas perekonomian Indonesia. Bayangkan jika 20 % dari total warga wajib pajak taat membayar pajak mungkin negara Indonesia bebas dari permasalahan seperti kemiskinan, utang luar negeri dan lain sebagainya. Apalagi negara kita sedang menghadapi pandemi Covid-19 kita tidak bisa sendiri,gotong royong adalah sebuah solusi di tengah masa sulit ini. Semangat gotong royong antar masyarakat dalam rangka melawan Covid-19 maupun bersatu mengurangi beban perekonomian indonesia dapat diwujudkan melalui taat membayar pajak. Karna membayar pajak merupakan salah satu semangat bela negara dalam membantu dan ikut serta untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional.

Hari ini tepatnya tanggal 14 Juli 2020 diperingati sebagai peringatan hari pajak nasional. Harapanya pajak menjadi salah satu instrumen untuk membantu prekonomian kembali pulih di masa pandemi ini, dan instansi pemerintah terkait untuk lebih kuat, kredibel, dan akuntabel demi kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsinya dalam rangka mewujudkan cita-cita pembangunan nasianal dan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Jadi melihat dari manfaat pajak yang begitu besar bagi negara, mulai sekarang sebagai warga negara Indonesia agar taat membayar pajak, karna membayar pajak merupakan cerminan perilaku bela negara dan gotong royong untuk mewujudkan bangsa Indonesia lebih maju. Ciri-ciri negara maju adalah jika kesadaran membayar pajak tinggi, bangkit bersama pajak dengan semangat gotong royong karna pajak kita untuk negara Indonesia. Selamat hari pajak nasional!

Banggai, 14 Juli 2020
Asal PD/PC : PC KMHDI BANGGAI

Referensi Artikel : Pajak Dari, Oleh, Untuk Rakyat_ I Dewa Ayu Intan Yosita Dewi

Wujud Nyata Gotong Royong dan Pengunggah Semangat Bela Negara_G.Siahaan.

Kemenkeu_PosturAPBN2019

Komentar Anda
WhatsApp chat