Hindu, jalanku menuju damai #5ArtikelTerbaik

Peserta Ruang Inspirasi: Kita Hindu, Kita Bangga! Nama: Ni Kadek Aryanti Asal Sekolah: SMAN 1 Kotamobagu

Hindu, bukan hanya sekedar agama melainkan juga sebuah ajaran kehidupan yang sangat kompleks.

Jangankan mereka yang di luar, kita yang berada di dalam terkadang masih bingung, mungkin karena pengaruh minoritas ataupun terlalu unik dan kompleksnya agama ini.

Namun ketika saya sadari, inilah kebanggaan saya

Pepatah mengatakan pengalaman merupakan guru yang paling berharga, dan hidup saya telah membuktikannya, bagaimana guru saya tersebut membantu saya memahami jati diri yang paling bermakna yaitu HINDU.

Saya dilahirkan, bergaul dan dibesarkan di keluarga dengan perbedaan keyakinan (keluarga Ibu Saya) di pedesaan di mana saya menjadi satu-satunya yang beragama Hindu saat itu. Bingung dan selalu diserang dengan pertanyaan mungkin bukan hal tabu lagi bagi minoritas,  sampai kelas 2 SD saya akhirnya tinggal bersama kedua orang tua di perkotaan.

Saya memulai kehidupan masa kecil baru lagi, termasuk Belajar Agama.

60 merupakan nilai pelajaran Agama Hindu pertama saya dan Tri Sandya 3 Sloka adalah doa pertama yang saya tahu.

Singkat kata singkat cerita, saya terus belajar dan mencari tahu untuk menghilangkan rasa ragu, dimana pada saat itu yang saya tau saya menjadi Hindu karena takdir saya sejak lahir. Namun semakin saya mencari tahu secara otodidak tanpa landasan yang kuat saya semakin bimbang. Sampai saya membaca Bhagawad Gita VII.21 dan Bhagawad Gita X.11, dan saya berdoa agar saya dapat menjadi Bhakta yang memiliki bhakti yang murni dilandaskan dengan keyakinan yang kuat.  Dan jawaban datang dalam berbagai bentuk seperti mimpi ataupun pengalaman sehari-hari dan ketika mengikuti kegiatan/lomba keagamaan.

Hindu adalah Agama yang Universal. Mungkin kita pernah mendengar penolakan pembangunan pura disuatu tempat, perusakan tempat ibadah, penolakan masyarakat dan lain-lain. Agama Hindu tidak membalasnya dengan kekerasan karena Hindu mengenal ajaran Karma Phala. Diluar sana yang bukan agamanya disebut kafir dan semacamnya, sementara di Hindu mengenal Tat Twam Asi yaitu kamu adalah aku, aku adalah kamu, semua makhluk sama bahwa setiap makhluk hidup (jiwa) adalah percikan dari Tuhan (Mahajiwa).

Bhagawad Gita 4.11 juga memberikan pemahaman bagi kita penyerahan diri dalam bentuk apapun maka Tuhan pun akan memberikan sesuai dengan cara penyerahan diri tersebut.

Juga bagaimana melihat diri kita sebagai jiwa bukan badan karena pada dasarnya orang kaya/miskin, tirani/bijaksana, rajin/malas tidak lebih dari tanah, api, air, udara, ruang hampa (panca maha bhuta) tak peduli dia beragama, suku, ras apapun selama dia berada di jalan dharma itulah yang terbaik.

Saya pernah mendengar kisah seorang anak bertanya pada ibunya kenapa Dewa Hanuman Dan Dewa Ganesha berkepala Hewan, lalu Ibunya menjawab karena itu mengajarkan kita jangan menilai orang dari fisiknya.

Hindu mengajarkan umatnya untuk mendoakan keselamatan semua Makhluk Tuhan, siapapun itu, manusia atau bukan, contohnya dalam Sloka ke 5 Tri Sandya. Ajaran Hindu juga terbuka untuk umum karena Hindu adalah ajaran Kehidupan.

Hindu mengajarkan hubungan yang baik dengan semua. Tri Hita Karana. Sering kali dihadapkan pada pernyataan memuja patung, menyembah pohon, hewan, batu, dan sebagainya. Tapi menurut saya itulah pandangan mereka yang tidak mengerti dan awam, inilah keistimewaan Hindu agar umatnya membangun hubungan yang harmonis dengan Tuhan, sesama manusia dan dengan lingkungan. Seperti halnya kita menghormati suatu saka atau pahlawan, bukan karena kita menyembahnya tapi karena rasa terima kasih atas jasanya dan karena kita mengenal adanya atma di setiap makhluk.

Ekam Sat Wiprah Bahuda Wadanti (hanya satu Sang Hyang Widhi hanya orang bijaksana menyebutnya dengan banyak nama) dan Sama Weda 372,  Ia satu ada-Nya semua jalan menuju pada-Nya Ia Maha tunggal ada-Nya

Hindu mengajarkan hubungan harmonis tanpa batas dengan Tat Twam Asi, Tri Hita Karana, dan Panca Yadnya disertai Tri Kaya Parisudha.

Hindu bahkan mengajarkan umatnya untuk melakukan Karma Yoga melakukan dedikasi untuk kebermanfaatan bagi semua orang dengan hasil perbuatan diserahkan sepenuhnya pada Tuhan.

Banyak juga hari yang mengajarkan umat tentang hidup ini contohnya tumpek krulut hari kasih sayang/ valentine day umat Hindu (Hindu tidak ketinggalan zaman juga kan), tumpek kandang dan lain-lain.

Hindu dan Indonesia, kebanggaan pertama saya dimulai dengan mempelajari sejarah Agama Hindu Nusantara. Hindu merupakan agama pertama di Indonesia. Kulturasi budaya Hindu dengan Nusantara Animisme, dinamisme dan  totemisme menunjukkan Hindu mudah diterima, hal ini menjadi pertanyaan yang sering di tanyakan kepada saya kenapa Hindu menyembah para leluhur, kan mereka manusia juga. Tapi menurut saya ini merupakan implementasi dari Tri Rna dimana Hindu mengajarkan untuk selalu mengingat jasa/hutang kita bahkan pada leluhur (yang tentunya sangat berjasa) dengan cara Pitra Yadnya, dimana kita bukan menyembah tapi melakukan bhakti kepada mereka.

Selain itu semboyan Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangruwa yang memiliki arti berbeda-beda tetap satu, tidak ada kebenaran yang mendua makna walaupun berbeda-beda (ciptaannya) tapi dharma tetap satu (penciptanya). mengajarkan indahnya perbedaan seperti pelangi Indah karena terdiri dari banyak warna.

Banyak istilah dari bahasa sansekerta yang sering digunakan di Indonesia.

Masa kejayaan nusantara pun tidak lepas dari pengaruh kejayaan kerajaan Hindu.

Hindu sangat Fleksibel, setiap saya pergi ke keluarga saya (keluarga ayah saya) melihat banyak ritual dan sarana, saya sempat berpikir apakah harus serinci ini apakah hanya orang kaya saja melakukan yadnya, tapi ternyata setelah beberapa waktu kemudian saya mengetahui malah sebaliknya Hindu Sangat Fleksibel, Hindu tidak pernah menyusahkan atau mendesak umatnya, kita mengenal utama, madya dan nista yadnya sesuai keadaan umat. Hindu juga Nawa Vidha Bhakti pemujaan dengan 9 jenis bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa. Pada saat tren film India saya heran kenapa ada perbedaan dengan puja Hindu India dan Ritual Hindu Indonesia, bahkan ketika saya mengikuti lomba keagamaan nasional ternyata juga ada beberapa perbedaan kecil antar daerah di Indonesia. Tapi ternyata karena Hindu dapat mudah mengkulturasi dengan budaya lokal, dimana kita tidak menyampingkan makna/filsafat Hindu itu sendiri dan kita juga tidak kehilangan warisan budaya dari leluhur kita (termasuk dalam pitra yadnya juga). Hal ini menunjukkan bahwa Hindu sangat unik dan tidak mematok kriteria khusus dalam dunia material, yang dapat mempermudah umatnya dalam menempuh jalan kebenaran.

Hindu dapat menjelaskan segalanya. Semuanya terdapat dalam Weda, masalahnya hanya bagaimana cara kita memahaminya atau tidak. Contohnya saja diluar mungkin masih memperdebatkan asal mula manusia antar agama dan sejarah, sementara Weda dapat menjelaskannya dengan baik kaitan kisah Ramayana perjalanan Vanara dan kisah Rsi Adama dan Istrinya Havyavati yang merupakan manusia pertama permulaan zaman kali yuga.

Hindu juga memiliki ajaran yang kompleks di bidang kesehatan yang tertuang dalam Yajur Weda. Bahkan memiliki pandangan Virus/ Krimi Cikitsa dalam Atharva Weda. Juga dapat menjelaskan bagaimana peristiwa Lintas Waktu dan masih banyak lagi.

Tradisi/Budaya Hindu. siapa yang tak mengenal pulau dewata, suatu kebanggaan tersendiri menjadi Sanatana Dharma, budaya yang mendunia karena keberagaman dan keunikannya. Banyak juga tradisi kita tetap tren dan dipakai oleh seluruh umat misal dewasa ayu perhitungan baik buruknya hari. Bahkan setiap tradisi dan budayanya yang terkenal memiliki makna dan pelajaran hidup tersendiri dan hal ini pasti! Hanya saja bagaimana cara kita memaknainya.

Ajaran Hindu lainnya, Hindu ajaran yang lengkap mulai tatanan tingkat hidup (catur asrama), cara kepemimpinan (asta brata), semangat perjuangan wanita dalam kisah Mahakali, penjelasan tentang Pralaya dan Mahapralaya, tentang mimpi dalam garuda purana, kisah-kisah inspiratif dari kitab purana, self reminder dalam weda contohnya Reg Weda 1.80.3 , sarasamuccaya 27 dan masih banyak lagi,  sampai ajaran hidup dalam Bhagawad Gita.

Dewa Krishna pernah mengatakan Setiap yang terjadi pasti ada alasan jika kita memahami setiap peristiwa hidup kita suka ataupun duka cepat atau lambat kita akan mengetahui hikmat/makna/alasan dibaliknya baik itu karena karma dan berkat pelajaran terbaik dari Tuhan, yang akan menambah rasa syukur dan bangga kita.

Kebanggaan yang saya tuliskan diatas mungkin belum semuanya dan mungkin masih banyak juga ajaran yang belum dapat saya pahami dengan baik.

Suatu hal yg tidak mudah tentunya menjadi minoritas disertai dengan lingkungan terdekat/pergaulan yang berbeda-beda namun dengan niat dan keyakinan Jawaban bisa  ditemukan kapan saja, dimana saja dan pada siapa saja.

Menjadi minoritas bukanlah suatu masalah tapi tantangan bagi kita untuk bagaimana menjadi mutiara di nusantara.

Kita sebagai Generasi Muda Hindu

Dan saya mengetahui  bahwa saya menjadi Hindu bukan hanya karena saya lahir dari orang tua Hindu tapi karena karma baik saya dahulu yang membawa saya kejalan kebenaran.

Akhirnya saya sadari, inilah kebanggan saya!

Komentar Anda
WhatsApp chat