Upaya Pencegahan Stunting, PD KMHDI Sulawesi Utara Bagikan Susu Formul Pada Balita

Kepastian mengenai kapan akan berakhirnya masa pandemi COVID-19 masih belum menemukan titik terang. Satu persatu masalah yang baru mulai bermunculan, saling berkaitan, dan menimbulkan dampak yang tidak main-main. Berawal dari orang tua yang putus mata pencaharian dan berimbas pada bermasalahnya ekonomi keluarga, sampai terancamnya kesehatan anggota keluarga. Ketika tubuh tidak mendapat asupan gizi yang cukup, banyak masalah kesehatan yang bisa terjadi. Salah satu masalah yaitu stunting yang menyerang balita.

Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Faktor penyebab terjadinya stunting yaitu kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, sakit pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Stunting pada balita tentunya menimbulkan dampak, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Contoh dampak yang terjadi yaitu; perkembangan kognitif, motorik, dan verbal yang tidak optimal, meningkatnya risiko obesitas dan penyakit lainnya dan postur tubuh yang tidak optimal ketika dewasa (lebih pendek dibandingkan pada umumnya).

Sangat disayangkan ketika fakta menyatakan bahwa kejadian balita stunting adalah masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia. Dapat dibayangkan dengan adanya pandemi COVID-19, kasus stunting di Indonesia bisa meningkat tajam.
Sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi anak di tengah pandemi COVID-19 dan membantu mencegah bertambahnya kasus stunting, pada tanggal 9 dan 12 Mei 2020, PD KMHDI Sulawesi Utara membagi 120 box susu formula ke beberapa daerah yaitu Kota Manado, Desa Kembang Mertha, Desa Werdhi Agung, Desa Mopugad, Desa Mopuya, dan Desa Kosio. Penyaluran susu formula kepada warga tentunya mengikuti protokol kesehatan COVID-19 yang ditetapkan oleh pemerintah dengan meminimalisir bersentuhan, dan menggunakan masker.

“Dalam masa pandemi seperti ini, gizi anak harus tetap diperhatikan karena usia anak merupakan usia yang rentan terserang penyakit. Pemenuhan kecukupan gizi harus tetap dijaga untuk memperkuat imunitas tubuh anak agar terhindar dari penyakit seperti infeksi virus.” Ujar I Gusti Agung Sri Wirananda selaku Ketua PD KMHDI Sulawesi Utara.

Pembagian susu formula ini sangat diapresiasi oleh warga setempat. Mereka berterima kasih atas bantuan susu formula untuk anak mereka. Sebagai respon, Ketua PD KMHDI Sulawesi Utara berharap agar para orang tua merawat anaknya terutama yang dalam masa usia balita agar menjaga pemenuhan gizi anaknya agar terhindar dari ancaman kesehatan yang bisa saja terjadi seperti gizi buruk dan stunting.

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai

WhatsApp chat