Tahap ke Dua, PC KMHDI Mataram Peduli Gizi Anak di Tengah Pandemi Covid-19

Mataram (22/5), pandemi Covid-19 sedang terjadi dibeberapa daerah di Indonesia termasuk di daerah Mataram dan daerah lainya di NTB. Hal ini berdampak terhadap aspek ekonomi dan kesehatan dalam lingkaran masyarakat. Dimana banyak kelompok masyarakat yang bekerja dibidang non formal menghadapi tantangan untuk memenuhi kebutuhan hidup, terutama bagi mereka yang memiliki anak usia 5 tahun kebawah yang masih memerlukan perhatian khusus untuk pertumbuhannya.

Oleh karena itu, PC KMHDI Mataram ikut serta dalam “Gerakan Anti Stunting Tahap 2” yang diusung oleh Pimpinan Pusat KMHDI yang bekerjasama dengan berbagai lembaga. Dimana Stunting merupakan suatu indikator yang menunjukan kekurangan gizi kronis pada balita, terutama pada masa 1.000 hari kehidupannya (dihitung dari masa janin dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun). Persoalan stunting bukan sebatas tinggi tubuh yang kurang. Dampak buruk yang dapat juga timbul adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, dan gangguan metabolisme tubuh.

Sedangkan dalam jangka panjang, penderita stunting dapat mengalami penurunan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh serta kualitas kerja yang tidak kompetitif yang berakibat pada rendahnya produktivitas ekonomi. Kurang nya sosialasi dari pemerintah daerah dan kurang sadarnya masyarakat akan pentingnya asupan gizi membuat NTB menjadi salah satu penderita stunting tertinngi ke 2 dalam skala nasional. Maka dari itu perlu membatu peran serta pemerintah daerah dalam mengatasi masalah kekurangan gizi di NTB ini.

“Mengingat Stunting yang sebelumnya memang menjadi masalah besar Bangsa Indonesia kini mulai terkurangi kegiatannya akibat permasalahan covid-19 yang semakin serius. Tentunya kegiatan ini memerlukan kerja sama multipihak, kami berharap melalui bantuan berupa Susu Vidoran Xmart dari PP KMHDI ini dapat membantu perbaikan gizi anak bangasa di tengah pandemi covid-19,”ujar Ketua PC KMHDI Mataram I Ketut Suriadi Yasa.

Gerakan ini terealisasi 22 Mei 2020 penyebaran dilakukan titik di daerah Montong Galur. Terget kami adalah anak-anak yang berada dalam ekonomi menengah kebawah jumlah susu yang kami bagikan 120 dos susu dan 100 buah masker kain, Dalam penyaluran bantuan, kami juga menyampaikan sedikit sosialisasi mengenai cara-cara pencegahan penularan covid-19. Kader yang bertugas turun ke lapanganpun kami batasi dan kami pastikan untuk mengenakan masker, serta bersama sama mengedukasi warga system media penyebaran virus ini sangat cepat.

“Gerakan Anti Stunting di Mataram telah terlaksana dengan baik, tidak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada para pihak yang telah membantu menyukseskan kgiatan ini. Mari kita lindungi penerus bangsa dari gizi buruk dan perangi covid-19,”tutup Surya.

Komentar Anda
WhatsApp chat